Mengenalkan Ramadhan Sejak Dini


Mengenalkan Ramadhan Sejak DIni

“Ibuuu, sudah adzan magrib, Akmal mau buka puasa di masjid” kata Akmal, anak saya yang baru berusia 2,5 tahun.

“Oke Nak, nanti ke masjid sama Ayah ya, tunggu sebentar” jawab saya.

Ramadhan sudah masuk minggu kedua. Namun, semangat melaksanakan ibadah di bulan mulia ini masih tetap tinggi. Tua muda berlomba-lomba menggumpulkan pahala sebesar-besarnya untuk bekal akherat nanti.
Continue reading

Melahirkan Anak Kedua – Part 2


Melahirkan Anak Kedua

Setiap Ibu punya kisah melahirkan yang beda-beda. Bahkan pada Ibu yang sama, setiap proses persalinan pun bisa beda-beda. Begitupun dengan saya. Persalinan pertama dan kedua beda banget. Supaya kisahnya tak lekang dimakan usia saya yang semakin menua, menuliskannya di blog adalah jalan termudah bagi saya untuk tetap membuat setiap proses persalinan itu istimewa.

Sesuai dengan janji saya untuk melanjutkan kisah persalinan anak kedua yang sudah saya tuliskan sebelumnya (baca: Melahirkan Anak Kedua), inilah kelanjutannya. Continue reading

Melahirkan Anak Kedua – Part 1


Melahirkan Anak Kedua

A new baby is like the beginning of all things – wonder, hope, a dream of possibilities. (Eda J. Le Shan)

Hari ini umur Azril masuk 1,5 bulan. Berarti 1,5 bulan yang lalu saya berjuang mati-matian untuk melahirkannya. Well, sebenarnya bukan cuma saya yang berjuang sih, tapi si kecil Azril juga ikut berjuang untuk hadir ke dunia ini.

Melahirkan anak kedua banyak yang bilang lebih mudah dibandingkan dengan anak pertama. Yap, saya sedikit banyak setuju dengan pernyataan orang-orang kebanyakan ini. Saking mudahnya, saya sampai hampir telat pergi ke klinik bersalin karena saya gak terlalu merasakan adanya kontraksi-kontraksi seperti dulu pas melahirkan Akmal. Waktu jaman Akmal dulu, kontraksi itu rasanya seperti digilas, luarrr biasa, sampai-sampai saya gak bisa tidur. Continue reading

Mencoba Performa ASUS ZenPower Credit Card Size 10050 mAh


Minggu ini memang masih masuk minggu-minggu pertama bulan Ramadhan. Dalam dua sampai tiga minggu lagi kita pasti akan disibukkan dengan mudik, tradisi setahun sekali yang sering kita akrabi sebagai salah satu sarana penyambung silaturahmi keluarga.

Saya pun termasuk satu dari jutaan orang di Indonesia yang ikut euforia mudik ini. Sudah sebelas tahun saya merantau dan saat lebaran pasti saya mudik. Moda transportasi yang sering saya gunakan untuk mudik adalah kereta, bis, dan mobil. Tahun ini sepertinya kami akan menggunakan mobil untuk pulang ke kampung halaman di Purworejo, Jawa Tengah.

Macet adalah suasana yang pasti akan ditemui dikala mudik nanti. Salah satu cara untuk mengatasi kebosanan menghadapi kemacetan adalah berHP dia. Dari mulai blogging, sosial mediaan, chatting, buka info lalu lintas, mengaji, sampa baca peta. Semua hampir tersedia di smartphone. Continue reading

Belajar dan Bergembira dengan Sepeda


“Akmal, kalau besar, nanti mau jadi tentara?”

Iseng kulayangkan pertanyaan itu kepada Akmal anak saya yang kini menginjak umur 29 bulan. Pertanyaan tersebut disambutnya dengan jawaban “Nggak!”. Jawabannya yang selalu lantang, keras, dan tegas. Tidak hanya sekali atau dua kali, hampir tiap hari saya mencoba menanyakan hal tersebut dan jawabannya masih sama.

Lain lagi jika saya bertanya seperti ini “Akmal, kamu mau gowes?” dengan semangat menggelora bak pejuang 45 dia akan menjawab “Mau! ayo Bu”. Diraih sepeda jingganya dan segera digowes pedal sepeda menggelilingi rumah. Tak jarang dia mengajak bersepeda berkeliling komplek perumahan. Continue reading

BAKMI GM SOLUSI PENGGANTI NASI


Makan nasi tiap hari

Makan nasi tiap hari

Namanya juga orang Indonesia, kalau makan gak pakai nasi berarti belum makan. Saya juga begitu. Dalam sehari, kalau perut belum berisi nasi kok sepertinya perut menjerit-jerit terus ya. Minta bolak-balik diisi. Sepertinya ini masalah kebiasaan aja ya. Tuh nyatanya orang bule gak makan nasi tiap hari tetep bisa kok.

Saya sejak bayi ceprol makannya aja udah makanan berbahan dasar beras. Beras dimasak dengan air yang banyak, namanya bubur. Beras dimasak digulung-gulung pakai daun pisang namanya lontong. Pas lebaran ada makanan dari beras namanya ketupat. Dan lain-lain. Masih banyak lagi jenis makanan berbahan dasar beras yang bisa kita temui sehari-hari. Coba kamu sebutin lagi selain bubur, lontong, dan ketupat, pasti masih ada kan yang lainnya. Continue reading

Hamil dengan Riwayat Varises Vagina


Hamil dengan Riwayat Varises Vagina

“Ceu, tolong infus donk, ini Bu Mita pendarahannya banyak” kata Ibu Bidan sambil tetap berkonsentrasi melanjutkan proses penjahitan karena robekan persalinan di area kewanitaan saya.

Wanita separuh baya yang dipanggil dengan Ceu (kakak perempuan dalam Bahasa Sunda) oleh Bu Bidan tersebut langsung sigap menyiapkan perlengkapan infus. Beberapa detik kemudian, jarum infus sudah masuk ke pembuluh darah di pergelangan tangan kanan saya. Sebuah labu berisi cairan infus terhubung melalui selang panjang infus tersebut. Tindakan medis tersebut kemudian diikuti dengan penyuntikkan sebuah cairan di paha kanan saya untuk menghentikan pendarahan. Continue reading

Berburu Car Seat Bayi


Berburu Car Seat Bayi

Waktu Akmal (sekarang hampir 2.5 tahun) masih bayi, saya gak berani pergi nyetir sendiri. Pertama, SIM A saya sudah kadaluarsa. Kedua, jenis mobilnya adalah mobil dengan transmisi manual. Saya lancarnya pakai yang matic. Bisa sih pakai manual, tapi ya gitu deh, belum pede-pede banget kalau bawa di jalanan ramai kayak di Bandung. Ketiga, gak punya car seat. Takut baby-nya kenapa-kenapa, jadi saya mending nungguin suami kalau perlu pergi-pergi yang pakai mobil.

Selama di dalam mobil, biasanya Akmal saya pangku. Kalau lagi pegal, ya saya taruh aja dia di jok dan disuruh duduk sendiri. Saya sendiri kadang duduk di bangku depan atau bangku belakang dengan memangku Akmal. Well, memang bahaya sih apalagi bayi gak diletakkan di car seat. Kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, bayi bisa celaka. Misalnya kejadian mengerem mendadak, kecelakaan dan lain sebagainya. Ada baiknya bayi diletakkan di car seat, bayi aman, Ibu nyaman, Ayah bisa menyetir dengan tenang. Continue reading

Kain Tradisional Buton, Oleh-Oleh Khusus dari Suami Tercinta


Sore itu aku tengah duduk di depan layar komputer untuk mengerjakan tugas terjemahan yang sebentar lagi mencapai batas tenggat waktunya. Aktivitas ini biasa aku lakukan sambil menunggu kepulangan suami dari kantornya. Tepat pukul 17.00, seperti biasa suamiku sudah sampai rumah dan dengan muka yang tampak kelelahan dia langsung masuk ke rumah. Belumlah selesai aku membuatkan secangkir teh untuknya, dia menunjukkan selembar surat putih bertinta hitam kepadaku. Sontak aku kaget dan langsung bertanya apa maksud dari surat ini. Continue reading

Perempuan Bekerja dari Rumah, Mengapa Tidak


Hari ini adalah hari ke-33 saya mengungsi di rumah orang tua di Purworejo, Jawa Tengah. Tidak terasa sudah lebih dari sebulan saya meninggalkan rumah saya. Lusa akan tiba waktu bagi saya untuk kembali lagi ke rumah dan melanjutkan kehidupan keluarga kecil kami secara normal kembali. Tiket kereta Purworejo (Kutoarjo)-Bandung sudah dipesan dan saya siap meluncur bersama rombongan penumpang lain ke Kota Kembang.

Ini bukanlah momen pertama atau kedua kalinya saya meninggalkan rumah untuk mengungsi di rumah orang tua. Sejak menikah, hampir tiap sebulan atau dua bulan sekali, saya pasti pergi mengungsi ke rumah orang tua. Paling singkat selama seminggu dan yang terlama adalah lima minggu, seperti yang sekarang sedang saya jalani. Continue reading