Hamil dengan Riwayat Varises Vagina


Hamil dengan Riwayat Varises Vagina

“Ceu, tolong infus donk, ini Bu Mita pendarahannya banyak” kata Ibu Bidan sambil tetap berkonsentrasi melanjutkan proses penjahitan karena robekan persalinan di area kewanitaan saya.

Wanita separuh baya yang dipanggil dengan Ceu (kakak perempuan dalam Bahasa Sunda) oleh Bu Bidan tersebut langsung sigap menyiapkan perlengkapan infus. Beberapa detik kemudian, jarum infus sudah masuk ke pembuluh darah di pergelangan tangan kanan saya. Sebuah labu berisi cairan infus terhubung melalui selang panjang infus tersebut. Tindakan medis tersebut kemudian diikuti dengan penyuntikkan sebuah cairan di paha kanan saya untuk menghentikan pendarahan. Continue reading

Berburu Car Seat Bayi


Berburu Car Seat Bayi

Waktu Akmal (sekarang hampir 2.5 tahun) masih bayi, saya gak berani pergi nyetir sendiri. Pertama, SIM A saya sudah kadaluarsa. Kedua, jenis mobilnya adalah mobil dengan transmisi manual. Saya lancarnya pakai yang matic. Bisa sih pakai manual, tapi ya gitu deh, belum pede-pede banget kalau bawa di jalanan ramai kayak di Bandung. Ketiga, gak punya car seat. Takut baby-nya kenapa-kenapa, jadi saya mending nungguin suami kalau perlu pergi-pergi yang pakai mobil.

Selama di dalam mobil, biasanya Akmal saya pangku. Kalau lagi pegal, ya saya taruh aja dia di jok dan disuruh duduk sendiri. Saya sendiri kadang duduk di bangku depan atau bangku belakang dengan memangku Akmal. Well, memang bahaya sih apalagi bayi gak diletakkan di car seat. Kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, bayi bisa celaka. Misalnya kejadian mengerem mendadak, kecelakaan dan lain sebagainya. Ada baiknya bayi diletakkan di car seat, bayi aman, Ibu nyaman, Ayah bisa menyetir dengan tenang. Continue reading

Kain Tradisional Buton, Oleh-Oleh Khusus dari Suami Tercinta


Sore itu aku tengah duduk di depan layar komputer untuk mengerjakan tugas terjemahan yang sebentar lagi mencapai batas tenggat waktunya. Aktivitas ini biasa aku lakukan sambil menunggu kepulangan suami dari kantornya. Tepat pukul 17.00, seperti biasa suamiku sudah sampai rumah dan dengan muka yang tampak kelelahan dia langsung masuk ke rumah. Belumlah selesai aku membuatkan secangkir teh untuknya, dia menunjukkan selembar surat putih bertinta hitam kepadaku. Sontak aku kaget dan langsung bertanya apa maksud dari surat ini. Continue reading

Perempuan Bekerja dari Rumah, Mengapa Tidak


Hari ini adalah hari ke-33 saya mengungsi di rumah orang tua di Purworejo, Jawa Tengah. Tidak terasa sudah lebih dari sebulan saya meninggalkan rumah saya. Lusa akan tiba waktu bagi saya untuk kembali lagi ke rumah dan melanjutkan kehidupan keluarga kecil kami secara normal kembali. Tiket kereta Purworejo (Kutoarjo)-Bandung sudah dipesan dan saya siap meluncur bersama rombongan penumpang lain ke Kota Kembang.

Ini bukanlah momen pertama atau kedua kalinya saya meninggalkan rumah untuk mengungsi di rumah orang tua. Sejak menikah, hampir tiap sebulan atau dua bulan sekali, saya pasti pergi mengungsi ke rumah orang tua. Paling singkat selama seminggu dan yang terlama adalah lima minggu, seperti yang sekarang sedang saya jalani. Continue reading

#BeraniLebih Cinta Lingkungan dengan Membawa Kantong Kresek dan Tote Bag Sendiri


Salah satu perlengkapan yang tidak boleh ketinggalan ketika saya bepergian keluar rumah adalah tas besar. Kesannya repot banget deh pergi-pergi bawa tas besar. Justru tidak, tas besar malah banyak memberikan kemudahan bagi saya. Selain bisa digunakan untuk memuat barang-barang saya dan si kecil, tas besar saya tersebut juga biasanya sekalian buat naruh barang-barang lain misalnya belanjaan.

Ini gambaran isi tas saya. Continue reading

Perjuangan Ibu Mertua sampai ke Tanah Sebrang


Saya dan keluarga suami

Saya dan keluarga suami

Saya dan suami baru menikah selama 3.5 tahun. Sejak kami menikah, saya baru sekali ketemu dengan Ibu Mertua, itu pun pas di Hari H pernikahan kami. Setelah itu sampai sekarang, saya belum punya kesempatan untuk bertemu dengannya lagi.

Seminggu setelah menikah, Ibu Mertua saya harus kembali ke Kuala Lumpur, Malaysia. Bukan, Ibu Mertua saya bukan orang Melayu sana. Tapi beliau kembali ke sana untuk melanjutkan usahanya. Ya, Ibu Mertua memang sudah 12 tahun tinggal di negeri sebrang, berbisnis di sana untuk membantu keuangan keluarga Bapak Mertua. Di Malaysia, Ibu Mertua saya tinggal sendiri, hanya ditemani beberapa asisten untuk membantunya bekerja di sana. Continue reading

ASUSPRO BU201LA, PILIHAN TEPAT UNTUK PARA PROFESIONAL


“Mas, aku pinjam dulu ya laptopmu. Punyaku ngambek lagi nih”.

“Oke, tapi nanti malam aku juga mau pakai ya”.

Kasus pinjam meminjam laptop/notebook itu gak cuma sekali dua kali terjadi. Tadinya sih cuma sesekali saja aku meminjam laptop suami, tapi belakangan ini, kejadiannya hampir tiap hari. Kalau lagi gak dipakai sama suami sih, oke-oke aja gantian pakai laptopnya. Tapi kalau lagi sama-sama mau pakai, repot deh jadinya. Salah satu kudu ngalah. Dan mau gak mau, aku yang harus mengalah, soalnya kan itu laptop dia. Continue reading

Tips Agar Invoice Dibayarkan Tepat Waktu


TIPS AGAR INVOICE DIBAYARKAN TEPAT WAKTU

Sebagai seorang pekerja lepas (penerjemah), biasanya saya biasanya menerima pembayaran setelah pekerjaan selesai. Ada yang dibayarkan satu minggu setelah pengiriman invoice ke klien, ada pula yang sampai 2 minggu. Normalnya sih sekitar 2 mingguan ya karena biasanya invoice ini perlu di administrasikan terlebih dahulu oleh bagian keuangan. Continue reading

Mom and Son Talk


Beberapa minggu menjelang kelahiran bayi, saya sudah membuat daftar barang kebutuhan bayi yang perlu dibeli. Saya menggunakannya sebagai patokan akan beli yang mana saja. Saya prioritaskan yang penting-penting saja dulu seperti popok, baju, celana, selimut, jaket, bedong/kain pernel, kaos kaki, selendang, kosmetik sederhana (baby oil dan minyak telon), sisir, gunting kuku bayi, kaos dalam, perlak, alas ompol, dan kapas bulat (untuk membersihkan sisa kotorannya karena pup).

Sedangkan barang kebutuhan yang dibeli untuk keperluan saya adalah bra menyusui, korset, pembalut nifas, celana dalam, penampung asi/breast pad. Kebutuhan lain seperti baju kancing depan, kain jarik, dan sarung sudah saya punyai dari sebelum hamil, jadi gak perlu beli. Lumayan menghemat pengeluaran.

Kenapa saya belinya yang penting-penting saja? Karena kebutuhan bayi setelah lahir itu banyak banget. Ya biaya sandang, pangan, sampai perlu alokasi biaya untuk kebutuhan pendidikannya kelak. Jadi, ada beberapa barang yang saya skip pembeliannya karena saya anggap gak terlalu butuh. Continue reading

Tips Agar Mudah Menikah


Tips Agar Mudah Menikah

Memasuki umur 20 tahunan, mulai banyak yang menanyakan kapan aku akan menikah. Bukan pertanyaan yang mudah aku jawab karena aku bukan satu-satunya penentu kapan aku bisa menikah. Aku tidak bisa menikah sendiri, yang pasti harus ada mempelai prianya. Sementara waktu itu belum ada pria yang dengan berani melamarku. Sama seperti wanita lain, maka jika ada yang menanyakan kapan aku menikah, aku hanya bisa menjawab “Mohon doanya ya, semoga disesegerakan”.

Sambil terus meminta agar didoakan untuk dapat segera bertemu jodohku, aku pun memasang target kapan aku akan menikah. Target ini aku jadikan sumber motivasi bahwa aku tidak boleh melupakan kodratku sebagai wanita yang membutuhkan pria untuk melengkapi separuh hidupnya. Umur 25 tahun kalau bisa aku sudah menikah, itulah targetku. Kenapa 25? Sederhana saja, karena Ibuku menikah juga di umur 25 tahun.

25 tahun kurang 2 bulan. Aku belum juga menemukan jodohku. Galau mulai meracau. Gimana ini target menikah umur 25 tahun, mungkinkah terlaksana?! Continue reading