Perempuan Bekerja dari Rumah, Mengapa Tidak


Hari ini adalah hari ke-33 saya mengungsi di rumah orang tua di Purworejo, Jawa Tengah. Tidak terasa sudah lebih dari sebulan saya meninggalkan rumah saya. Lusa akan tiba waktu bagi saya untuk kembali lagi ke rumah dan melanjutkan kehidupan keluarga kecil kami secara normal kembali. Tiket kereta Purworejo (Kutoarjo)-Bandung sudah dipesan dan saya siap meluncur bersama rombongan penumpang lain ke Kota Kembang.

Ini bukanlah momen pertama atau kedua kalinya saya meninggalkan rumah untuk mengungsi di rumah orang tua. Sejak menikah, hampir tiap sebulan atau dua bulan sekali, saya pasti pergi mengungsi ke rumah orang tua. Paling singkat selama seminggu dan yang terlama adalah lima minggu, seperti yang sekarang sedang saya jalani. Continue reading

#BeraniLebih Cinta Lingkungan dengan Membawa Kantong Kresek dan Tote Bag Sendiri


Salah satu perlengkapan yang tidak boleh ketinggalan ketika saya bepergian keluar rumah adalah tas besar. Kesannya repot banget deh pergi-pergi bawa tas besar. Justru tidak, tas besar malah banyak memberikan kemudahan bagi saya. Selain bisa digunakan untuk memuat barang-barang saya dan si kecil, tas besar saya tersebut juga biasanya sekalian buat naruh barang-barang lain misalnya belanjaan.

Ini gambaran isi tas saya. Continue reading

Perjuangan Ibu Mertua sampai ke Tanah Sebrang


Saya dan keluarga suami

Saya dan keluarga suami

Saya dan suami baru menikah selama 3.5 tahun. Sejak kami menikah, saya baru sekali ketemu dengan Ibu Mertua, itu pun pas di Hari H pernikahan kami. Setelah itu sampai sekarang, saya belum punya kesempatan untuk bertemu dengannya lagi.

Seminggu setelah menikah, Ibu Mertua saya harus kembali ke Kuala Lumpur, Malaysia. Bukan, Ibu Mertua saya bukan orang Melayu sana. Tapi beliau kembali ke sana untuk melanjutkan usahanya. Ya, Ibu Mertua memang sudah 12 tahun tinggal di negeri sebrang, berbisnis di sana untuk membantu keuangan keluarga Bapak Mertua. Di Malaysia, Ibu Mertua saya tinggal sendiri, hanya ditemani beberapa asisten untuk membantunya bekerja di sana. Continue reading

ASUSPRO BU201LA, PILIHAN TEPAT UNTUK PARA PROFESIONAL


“Mas, aku pinjam dulu ya laptopmu. Punyaku ngambek lagi nih”.

“Oke, tapi nanti malam aku juga mau pakai ya”.

Kasus pinjam meminjam laptop/notebook itu gak cuma sekali dua kali terjadi. Tadinya sih cuma sesekali saja aku meminjam laptop suami, tapi belakangan ini, kejadiannya hampir tiap hari. Kalau lagi gak dipakai sama suami sih, oke-oke aja gantian pakai laptopnya. Tapi kalau lagi sama-sama mau pakai, repot deh jadinya. Salah satu kudu ngalah. Dan mau gak mau, aku yang harus mengalah, soalnya kan itu laptop dia. Continue reading

Tips Agar Invoice Dibayarkan Tepat Waktu


TIPS AGAR INVOICE DIBAYARKAN TEPAT WAKTU

Sebagai seorang pekerja lepas (penerjemah), biasanya saya biasanya menerima pembayaran setelah pekerjaan selesai. Ada yang dibayarkan satu minggu setelah pengiriman invoice ke klien, ada pula yang sampai 2 minggu. Normalnya sih sekitar 2 mingguan ya karena biasanya invoice ini perlu di administrasikan terlebih dahulu oleh bagian keuangan. Continue reading

Mom and Son Talk


Beberapa minggu menjelang kelahiran bayi, saya sudah membuat daftar barang kebutuhan bayi yang perlu dibeli. Saya menggunakannya sebagai patokan akan beli yang mana saja. Saya prioritaskan yang penting-penting saja dulu seperti popok, baju, celana, selimut, jaket, bedong/kain pernel, kaos kaki, selendang, kosmetik sederhana (baby oil dan minyak telon), sisir, gunting kuku bayi, kaos dalam, perlak, alas ompol, dan kapas bulat (untuk membersihkan sisa kotorannya karena pup).

Sedangkan barang kebutuhan yang dibeli untuk keperluan saya adalah bra menyusui, korset, pembalut nifas, celana dalam, penampung asi/breast pad. Kebutuhan lain seperti baju kancing depan, kain jarik, dan sarung sudah saya punyai dari sebelum hamil, jadi gak perlu beli. Lumayan menghemat pengeluaran.

Kenapa saya belinya yang penting-penting saja? Karena kebutuhan bayi setelah lahir itu banyak banget. Ya biaya sandang, pangan, sampai perlu alokasi biaya untuk kebutuhan pendidikannya kelak. Jadi, ada beberapa barang yang saya skip pembeliannya karena saya anggap gak terlalu butuh. Continue reading

Tips Agar Mudah Menikah


Tips Agar Mudah Menikah

Memasuki umur 20 tahunan, mulai banyak yang menanyakan kapan aku akan menikah. Bukan pertanyaan yang mudah aku jawab karena aku bukan satu-satunya penentu kapan aku bisa menikah. Aku tidak bisa menikah sendiri, yang pasti harus ada mempelai prianya. Sementara waktu itu belum ada pria yang dengan berani melamarku. Sama seperti wanita lain, maka jika ada yang menanyakan kapan aku menikah, aku hanya bisa menjawab “Mohon doanya ya, semoga disesegerakan”.

Sambil terus meminta agar didoakan untuk dapat segera bertemu jodohku, aku pun memasang target kapan aku akan menikah. Target ini aku jadikan sumber motivasi bahwa aku tidak boleh melupakan kodratku sebagai wanita yang membutuhkan pria untuk melengkapi separuh hidupnya. Umur 25 tahun kalau bisa aku sudah menikah, itulah targetku. Kenapa 25? Sederhana saja, karena Ibuku menikah juga di umur 25 tahun.

25 tahun kurang 2 bulan. Aku belum juga menemukan jodohku. Galau mulai meracau. Gimana ini target menikah umur 25 tahun, mungkinkah terlaksana?! Continue reading

Bubur Mutiara “Cinta Ibu”


Dua hari yang lalu, lihat anak saya, Akmal (2 tahun) lahap banget makan kolak pisang di rumah tetangga. Satu mangkok habis. Memang sih, saya jarang bikin kolak, soalnya gak kuat sama manisnya. Eh la kok ini Akmal malah doyan banget.

Lihat nafsu ngemil Akmal yang naik daun dengan makan kolak, saya jadi kepikiran untuk buatin dia kolak juga. Tapi e tapi, lihat stok di rumah gak ada bahan buat bikin kolak. Hahaha. Yang ada cuma santan dan bubur mutiara. Ya wes, eksekusi aja deh bubur mutiaranya. Mutiara ini terbuat dari sari pati sagu yang dibentuk bola-bola kecil.

Sagu adalah salah satu jenis makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia selain nasi, dikonsumsi terutama oleh masyarakat di daerah Indonesia bagian timur. Peran sagu hampir sama dengan nasi, jagung, umbi-umbian yaitu sebagai sumber karbohidrat dimana karbohidrat merupakan pemasok utama kebutuhan energi tubuh.

Okelah, jadi deh kemarin saya buatin camilan sehat untuk Akmal yaitu bubur mutiara ‘Cinta Ibu’. Hahaha. Namanya lebay banget ya. Biarin deh, buatnya dengan penuh cinta soalnya. Qiiqiiqii. Cara bikin Bubur Mutiara “Cinta Ibu” gampang banget. Saya yakin teman-teman juga pasti bisa kok.

Continue reading

Soto Ayam Khas Klaten


Musim hujan begini enaknya makan yang hangat-hangat ya. Lumayan untuk menghilangkan hawa dingin yang merasuk tubuh. Apalagi buat anak kecil, memakan makanan yang masih hangat dan berkuah, biasanya bisa meningkatkan selera makan.

Beberapa hari yang lalu, pas libur tahun baru Imlek, saya dan keluarga berkesempatan jalan-jalan ke Yogjakarta. Kalau sedang di Yogja, kami pasti tidak ketinggalan mencicipi soto ayam Pak Min yang sudah melegenda itu. Rasanya yang enak, segar, dan harganya yang murah membuat kami tak pernah ketinggalan menyantapnya jika kami ke Yogja. Di sana, saya lihat Akmal lahap sekali menyantap soto yang juga dikenal dengan nama soto bening ini. Satu porsi soto ayam dewasa ludes dilahapnya. wow! saya sendiri sampai heran. Continue reading

Al Quran dan Sajadah: Wajib Dibawa Ketika Keluar Kota


Suamiku termasuk salah satu pekerja yang lumayan sering bepergian ke luar kota. Minimal sebulan sekali pasti beliau meninggalkan rumah untuk urusan pekerjaan. Paling tidak ke Jakarta (ohya, kami tinggal di Bandung saat ini). Sebenarnya kalau  ke Jakarta bisa ditempuh dalam satu hari perjalanan, jadi bolak-balik gitu. Sebelum subuh berangkat dan sudah tiba kembali di rumah pas isya. Tapi ada kalanya suamiku harus menginap karena urusan pekerjaannya yang tidak bisa selesai dalam sehari.

Biasanya, kalau ada keperluan untuk menginap, suamiku akan mengabariku terlebih dahulu. Maksudnya biar aku siap-siap. Ya siap mental bakalan ditinggal sendirian di rumah sama anak dan juga siap-siap diminta bantuannya untuk menyediakan “perlengkapan perangnya” ketika di luar kota nanti.

Yap, di keluargaku, ketika bepergian, tugasku adalah packing alias kemas-kemas. Kalau ada yang ketinggalan berarti itu salahku. Hahaha. Termasuk juga kesalahanku jika suami sudah berada di luar kota dan ternyata ada benda yang masih ketinggalan di rumah.

Ada 2 benda yang gak boleh ketinggalan kalau suamiku pergi ke luar kota dan 2 benda ini wajib saya siapkan sebelum suami melangkah keluar rumah. Benda apakah itu? Continue reading