Mempersiapkan Surat Pernikahan


Ada banyak hal yang memang banyak untuk dipersiapkan sebelum pernikahan. Tidak akan menjadi sesuatu yang merepotkan jika sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari dan dilakukan satu persatu. Tapi yang paling inti dari seluruh persiapan pernikahan adalah mendaftarkan diri ke KUA. Sama halnya jika kita mengerjakan tugas kuliah tapi tidak mengumpulkan tugas tersebut ke dosen, maka kita tidak akan mendapat nilai. Jadi daftarkan pernikahan ini ke lembaga yang memang kompeten, dalam hal ini KUA, sehingga kita akan mendapat “nilai”.

Apa saja sih yang harus disiapkan jika kita akan mendaftarkan pernikahan di KUA? Di tulisan ini akan saya uraikan mengenai syarat-syarat dasar yang harus dipenuhi.

Calon mempelai pria:

  • Fotokopi KTP, KK, akta kelahiran yang telah dilegalisir desa asal calon mempelai pria
  • Foto 2×3 masing-masing 5 lembar
  • Surat numpang nikah yang dapat diperoleh di desa. Biasanya di desa sudah ada petugas yang mengurusi tentang hal ini. Jangan khawatir, seluruh formulirnya sudah tersedia dan si calon mempelai pria tinggal mengisinya saja.

Ohya, surat numpang nikah ini ada expired-nya juga loh. Kalau di Purworejo, surat numpang nikah ini berlaku 3 bulan sebelum hari H. Misalnya begini, jika Hari Hnya tanggal 1 Agustus, maka surat numpang nikah ini harus dibuat antara tanggal  2 Mei – 1 Agustus. Jika dibuat sebelum tanggal 2 Mei, saya yakin suratnya tidak akan diterima di KUA. Surat numpang nikah tersebut pasti akan dikembalikan oleh petugas KUA dan sang mempelai pria akan diminta untuk membuat kembali. Mungkin rekan-rekan bertanya, kan gampang saja, tanggalnya dirubah saja dengan cara men –tip ex atau mencoretnya? Hoho, sayang sekali langkah ini tidak dapat dilakukan. Tetap tidak sah. Jadi lebih baik kita membuatnya dalam rentang waktu tiga bulan itu.

Subhanallah, calon saya semangat sekali untuk menikah sampai-sampai 3,5 bulan sebelum hari H dia sudah mengajukan surat ke desa dimana dia berasal. Ternyata setelah di bawa ke KUA di Purworejo, surat tersebut tidak bisa dipakai. Hehe 😀 Akhirnya dia harus membuat lagi.

Saya tidak tau apakah jangka waktu ini sama disetiap wilayah. Sebaiknya calon pengantin menanyakan kembali ke petugas desa dan KUA di wilayah masing-masing.

Lalu, apa saja yang sebaiknya di siapkan oleh calon mempelai wanita? Ini dia daftarnya:

  • Fotokopi KTP, KK, akta kelahiran yang telah dilegalisir desa asal calon mempelai wanita
  • Foto 2×3 masing-masing 5 lembar
  • Mengisi formulir pernikahan di desa
Ohya, kalau tidak salah ada juga biaya yang dikenakan untuk pendaftaran ini. Di Depok, teman saya membayar Rp 1juta, di Bogor sekitar Rp 600,000. Saya sendiri justru tidak tau berapa uang yang harus dibayarkan ke KUA, karena Bapak saya membantu untuk deal dengan KUA. Hehe,, makasih ya Pak 🙂 🙂
So, tidak sulit kan prosesnya? Siapkan diri lalu coba, rasakan, dan saya tunggu sharing pengalaman dari anda.
Smile 😀
-Armita

5 thoughts on “Mempersiapkan Surat Pernikahan

    1. hi aslih,, kalau utk mengurusi pernikahan beda agama, aku gak tau bagaimana ngurusin paperworks-nya, secara aku gak pengalaman disitu hehe

      kalau yg beda agama, setau aku malah gak boleh di negara kita.. 🙂 kalau beda gender malah boleh.. xixixi 😛

      Like

  1. saya akan menikah di KUA sambeng-lamongan oktober 2013…. biaya undang petugas KUA jauh berbeda dengan di KUA Pucuk-Lamongan…di sambeng petugas PPN minta 630.000 sedangkan di pucuk hanya 300.000 untuk undang petugas KUA ke acara pernikahan…. padahal nikah di KUA hanya biaya 30.000,- , terus perincianya buat apa saja ya kog bisa berbeda jauh gitu….

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s