Akhirnya Terdaftar


Melanjutkan dari tulisan sebelumnya mengenai bagaimana mempersiapkan surat pernikahan, saya akan meneruskan langkah-langkah yang harus dilakukan setelah seluruh surat-surat yang dibutuhkan telah siap.

Surat-surat kelengkapan menikah dari calon mempelai pria dan wanita dibawa ke KUA terdekat. Untuk kasus saya, surat-surat tersebut telah dibawa oleh Bapak saya selaku wali dan seorang pamong desa sebagai pihak yang mewakili desa tempat tingga saya sekaligus saksi. Kedua orang ini yang menandatangani berkas-berkas pernikahan di KUA.

Masih ingat kasus tentang surat numpang nikah yang kadaluarsa? sebagai tindak lanjut dari kekadaluarsaan tersebut, kami harus membuat surat numpang nikah yang baru dengan masa “aktif” selama 3 bulan. Surat numpang nikah sudah terbuat lagi dan selanjutnya kami bawa ke KUA terdekat dengan tempat tinggal saya, yaitu KUA Kecamatan Bayan. Kemarin, kami ke KUA Bayan untuk menyerahkan surat numpang nikah sekaligus unjuk muka.

Ternyata masih ada satu kelengkapan lagi yang harus saya lengkapi, yaitu suntik TT (tetanus toksoid). Petugas KUA akan menginformasikan bahwa kita perlu suntik TT di Puskesmas terdekat dan kembali lagi ke KUA dengan membawa surat dari Puskesmas. Suntik TT ini biasanya diberikan kepada calon mempelai wanita yang akan menikah atau ibu hamil. Suntik ini akan melindungi saya nanti dari infeksi ketika saat saya melahirkan nanti dari alat bantu persalinan yang tidak steril. Ohya, suntik TT ini biasanya dilakukan dua kali: TT 1 yang dilakukan sebelum menikah dan TT 2 yang dilakukan setelah menikah.

Menurut saya, suntik TT itu perlu dan penting untuk menghindari kematian pada bayi. Mama pernah cerita, kalo jaman dulu, sebelum suntik TT diwajibkan oleh pemerintah dan menjadi program wajib KUA, banyak bayi dan ibu bayi yang meninggal setelah melahirkan.. wooo, mengerikan juga ya. Karena itu, suntiklah… walaupun nanti setelah suntik ada sedikit pembengkakan di lengan, tapi pembengkakan tersebut tidak akan lama. Sehari juga sudah sembuh lagi. Tips: kalau bengkak, kompres saja dengan air hangat. 😀

Suntik TT ini merupakan program pemerintah. Saya dengar ini gratis. Tapi ternyata harus bayar juga. Hehe, tidak banyak sih, bayarnya cukup Rp 10,000 saja. Murah kan? Ohya, di Puskesmas, saya disuntik oleh seorang praktisi dari Medical Faculty Austria loh. Di suntik bule atau disuntik praktisi lokal ternyata sama saja, rasanya seperti di gigit semut (hihihi norak deh 😛). Setelah selesai suntik di Puskesmas, saya kembali lagi ke KUA untuk menyerahkan surat suntik TT dari Puskesmas.

Sebelum pulang, kami dibekali sebuah buku petunjuk panduan keluarga muslim oleh KUA, sebuah buku yang wajib dibaca oleh calon pengantin. Buku tersebut berisi tentang prosedur pelaksanaan pernikahan, pendaftaran nikah, dan hal – hal yang terkait dengan pernikahan, misalnya hak dan kewajiban suami istri, bagaimana membentuk keluarga sakinah, bagaimana menghadapi persoalan rumah tangga, dsb. Ini dia bukunya:

Yess, beres. Alhamdulillah. Surat numpang nikah, suntik TT, dan training pra nikah akhirnya beres juga. Satu per satu mulai selesai dan titik terang mulai ada. Finally registered dan tinggal nunggu eksekusinya saja. Tunggu yaa..

ps:

Biaya pendaftaran pernikahan di KUA tidak mahal kok. Pernikahan sebaiknya di lakukan di KUA dan cukup membayar Rp 60,000 saja. Jika pernikahan akan dilakukan diluar KUA (bedolan), misalnya di rumah mempelai wanita atau di gedung atau masjid biayanya sekitar Rp 200,000. Murah kan? Ayo,,, menikahlah… 🙂

Salam,

-armita 🙂

8 thoughts on “Akhirnya Terdaftar

  1. Kok murah? cuman 60rb? kemarin pas sodaraq suruh bayar 150rb, tp karna nikahnya hari sabtu alias hari libur (karna tnyta kua kec. pwr 5 hari kerja) so bayarnya 2x lipat alias 300rb. itu nikah ny jg di KUA bukan dirumah.

    Like

    1. Hi Tha..
      sebenernya malah lebih murah lagi. Kalau nikah di KUA Bayan sebenernya bayarnya cuma Rp 30,000 aja.. tapi ada tetek bengeknya jadi Rp 60,000
      kalau nikah di rumah atau disebut bedolan (petugas KUA bertugas di luar kantor KUA) biayanya memang lebih mahal. Kalau aku kenanya Rp 200,000 karena menikah di rumah dan pas hari libur juga.
      Kok beda ya, padahal kita masih satu kabupaten. Itu KUA Purworejo po? mungkin beda KUA beda harga kali ya.. xiixxixii

      Like

      1. lha ya itu…. masa beda? tp ya bu… pas akad itu kan aq jd tukang poto, nha aq sempat lihat disitu ada tulisan bayar Rp 30,000. tp kok pas eksekusinya jd berlipat2 yak?
        Smoga tar gak suruh nambah lg Ta, hehehehe…..
        Ditunggu undangannya.

        Like

      2. ho oh iq, aku jgau gak terlalu mudeng kenapa bisa bengkak gitu.. ya nek emang menurut PP biayanya Rp 30,000
        semoga nanti gak nambah biaya lagi ya Ta.. Oke, nanti pasti tak kasih tau undangannya. stay update di blog ini ya.. 🙂

        Like

  2. Aq dulu brp ya..?? Udah lupa. Hehehe.. Yg byr calon suamiku. Utk TT ini di kartunya sebenernya sampe TT5, tp aq cm sampe TT2 dah berhenti. Males lanjut lg pas disini. Hehehe.. Smoga lancar sampe eksekusinya ya Ta.. 😉

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s