Kerja Cinta


mit, gimana rasanya mau nikah?” tanya senior saya

hehe, biasa aja mba.. belum ngerasain deg-degannya” jawab saya singkat.

Pertanyaan tersebut diajukan oleh senior yang cukup dekat dengan saya beberapa hari yang lalu. Pertanyaan yang kemudian saya jawab sesuai dengan perasaan waktu itu. Mungkin bisa dibilang bahwa jawaban yang saya sampaikan adalah jawaban sekenanya. Tapi ya itu, memang perasaan saya waktu itu. Saya sudah siapin ini, itu, sudah beres ini dan itu, jadi saya merasa sedikit di posisi “aman”. Tinggal eksekusinya saja.

Hari ini saya malah justru kelimpungan dan baru merasa deg-degan dan tidak biasa. Ternyata ada beberapa hal yang belum saya siapkan yaitu terkait dengan resepsi. Bingung dan panik sendiri. Telpon saya ke vendor pernikahan tidak di angkat, sms juga belum di balas. Perasaan tidak stabil, galau, emosi yang meningkat, dan pikiran kacau. Akhirnya saya minta bantuan Mama dirumah untuk menanyakan hal ini ke vendor.

Ternyata disinilah rasanya deg-degan itu baru muncul. Rasa panik yang sebenarnya tidak perlu saya alami sendiri karena seharusnya saya berbagi dengan orang lain dan calon pasangan saya. Rasa panik itu pun sebenarnya adalah perasaan yang wajar menjelang pernikahan. Semua calon mempelai pasti akan mengalaminya. Perasaan menjelang pernikahan adalah perasaan yang sensitif. Tidak jarang banyak pertengkaran yang terjadi antar pasangan, perselisihan dengan keluarga sampai kadang ada godaan datang “benarkah dia orangnya?”

Disinilah peran kerja cinta. Kerja cinta adalah ketika saling memahami, mengalah disaat yang tepat, mendorong perbaikan kualitas pasangan, penenang disaat pasangan gelisah, berbagi dan mampu menjadi jiwa-jiwa peneduh bagi pasangannya.

Saya harus lebih banyak bersyukur dan berterimakasih bahwa ternyata ada banyak hal yang sudah jadi dan sudah lebih siap dibandingkan yang kurang ini. Terlalu sayang jika saya bingung hanya karena masalah resepsi. Saya juga harus bersyukur bahwa calon saya mampu meredam saya yang blingsatan dan mudah panik. Disinilah dia mengenalkan konsep kerja cinta itu. Menenangkan saya dan memberi banyak masukan tentang ini itu.

Memang tidak mudah untuk melaksanakan kerja cinta tersebut. Tapi jika dilakukan dengan ikhlas, Insya Allah pasti bisa.

Banyak persiapan yang harus dilakukan. Persiapan mengenai konsep resepsi sebenarnya hanya bagian kecil dari persiapan besar dan tidak terlalu penting. Justru yang lebih penting adalah persiapan 10 menit untuk ijab dan qobul serta persiapan kehidupan setelah pernikahan. Jika persiapan resepsi bisa digantikan oleh orang lain, maka persiapan setelah pernikahan hanya kita sendiri yang harus melakukannya.

Akhirnya saya sudah menjadi lebih tenang, setelah mendapat tausiyah dari senior saya bahwa saya harus lebih mempersiapkan diri. Inilah yang justru lebih penting bagi saya:

menyiapkan apa yang harus dilakukan setelah menikah,

belajar bagaimana melayani suami,

mempelajari bagaimana menjadi istri yang salihah,

mengetahui hak dan kewajiban sebagai seorang istri,

mendalami cara mendidik anak,

dan sebagainya..

Inilah kerja cinta dan inilah kita.

Kalau sekarang saya ditanya lagi:

mit, gimana rasanya rasanya mau nikah?”

luar biasa” jawab saya bahagia ^^ 🙂

salam,

armita 🙂

ps:

sebelum puasa, mohon maaf untuk semuanya semoga ibadah kita di Bulan Ramadhan ini bisa membawa kita semua dalam kebaikan. Khusus untuk Mama, maaf ya ma, kalo saya banyak salah terutama belakangan ini karena banyak sekali merepotkan Mama dan terimakasih atas segala kesabaran yang diberikan dalam menghadapi saya yang rewel ini. Hehe 🙂 Banyak cinta untuk Mama

🙂 🙂

2 thoughts on “Kerja Cinta

  1. kereeen mita memang pintar menuangkan sesuatu dalam tulisan…semoga tulisan ini menjadi penawar hati bagai orang2 yang sedang gelisah mempersiapkan pernikahan…..go mita ^_^

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s