8 Langkah Perubahan Status dari Single to Double

Perkawinan adalah sebuah cara hidup yang wajar. Fitrah manusia. Ada banyak tahap yang harus dilalui untuk sampai kesana. Beberapa persiapan pun wajib dilakukan, terutama persiapan untuk mengalami perubahan status, dari single to double (dari lajang ke menikah)

Dalam tulisan kali ini saya akan membahas secara sederhana mengenai 8 langkah yang perlu kita lakukan untuk merubah status itu. 8 Langkah Perubahan ini sebenarnya terinspirasi dari tulisan M. Porter tentang Managing Changes. Ternyata, langkah-langkah mengelola perubahan tersebut tidak hanya dapat di aplikasikan di organisasi/perusahaan besar saja namun juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sederhana sehari-hari atau lebih familiar dikenal dengan nama Manajemen Rumah Tangga, hehe. Keluarga sebagai unit terkecil dari organisasi pun patut menerapkan 8 Langkah ini.

Mari kita urai satu per satu, apa sajakah 8 Langkah untuk merubah diri dari status single ke double. Langkah-langkah perubahan ini bisa  dicoba dipakai untuk yang masih jomblo dan sedang dalam tahap mencari pasangan. hehe. 😀

1. Kita harus segera berubah!!

Inilah pondasi yang paling penting. Niat. Niatkan bahwa saya akan berubah, saya harus mencari pasangan untuk melengkapi hidup saya. Jodoh itu harus dicari, kalau kita tidak berusaha ya tidak akan dapat. Memang sudah ditetapkan kita nanti akan berjodoh dengan siapa, tapi tetap saja perlu usaha. Usaha dimulai dari niat. Niat yang baik sudah dicatat sebagai amal yang baik pula. Berawal dari niat yang baik dan kuat, Insya Allah nanti hasilnya juga baik.

2. Membangun koalisi/kerjasama/tim

Sebagai makhluk sosial, kita tidak akan pernah dapat hidup sendiri. Sosialisasi, organisasi, pertemanan merupakan hal yang wajib menurut saya. Saya sudah niat bahwa saya punya niat untuk menikah. Saya sadar bahwa saya tidak dapat menikah kalau saya tidak menjalin hubungan dengan orang banyak. Saya kemudian mulai membuka diri untuk memperoleh peluang sebesar-besarnya. Saya memperbanyak silaturahmi baik dengan kawan lama, saudara, maupun berkenalan dengan orang baru. Saya juga sering berkunjung ke pameran tanaman atau barang-barang unik, yaa… mungkin saja saya bertemu dengan jodoh saya. Berbagai social networking juga sudah saya ikuti. Hehe. Intinya saya melakukan usaha baik above the line atau below the line. Ohya, sebaiknya kerjasama dilakukan lintas fungsional karena tidak mungkin perubahan dilakukan sendiri.

Dari seluruh usaha yang saya lakukan tersebut, ternyata silaturahmilah yang paling banyak mendatangkan manfaat, membukakan pintu jodoh saya dan cahaya terang pun mulai sedikit terlihat.

3. Merumuskan visi dan strategi perubahan

Secara sederhana, visi diartikan sebagai “akan menjadi apakah kita nanti di masa yang akan datang”. Terkait dengan perubahan ini, visi saya adalah “Mewujudkan Armita yang akan menikah pada umur 25”

Untuk mencapai visi saya tersebut, saya menerapkan strategi intensive yang saya lakukan (mungkin bisa jadi sumber inspirasi buat rekan-rekan, hehe). Saya berusaha dan memantaskan diri sehingga Allah melirik saya bahwa sudah saatnya lah saya hidup berumah tangga. Usaha tersebut bisa dilakukan dengan cara memperbaiki yang sudah ada atau menambah yang baru. Ya, bisa dengan membaca buku, mengurangi kebiasaan buruk, rajin sholat dan berdoa, you name it. 

4. Mengkomunikasikan visi dan strategi

Visi sudah ada, strategi sebagian sudah dilakukan. Sekaranglah saatnya menyampaikan visi dan strategi kita ke sasaran kita. Kalau sudah punya “sasaran”, ya tinggal disampaikan saja toh ke yang bersangkutan. hehe. Kalau belum punya bagaimana? Ya jangan berhenti berusaha, ada banyak jalan kok. Bisa melalui teman, saudara, guru, dosen, orangtua, atau atasan di kantor. Coba cari yang kira-kira cocok dengan kriteria kita. Akhirnya saya menemukan Mas Pupung dan begitu sebaliknya 🙂 Bahagia!

5. Memberdayakan semua orang

Pengalaman pribadi nih, ketika itu Mas Pupung ceritanya sedang dalam masa pedekate ke saya dan sedang mencari-cari peluang supaya bisa hidup dengan saya. Berhubung dia seseorang yang benar-benar baru hadir dalam kehidupan saya, maka saya gak mau donk salah pilih. Kemudian saya memberdayakan seluruh orang yang saya percayai untuk mengulik-ulik kepribadian dia. Adik, orang tua, sepupu, pakdhe, teman, kakak kelas, saya kerahkan untuk berburu Mas Pupung. Hehe. Alhamdulillah, setelah melalui tahap  pendadaran dan koordinasi, ternyata hasil rekomendasi mereka bagus. Dan akhirnya saya terima Mas Pupung. hehe.. makasih ya buat kalian yang udah bantuin ^_^

6. Ciptakan kemenangan-kemenangan kecil/Shot win

Mas Pupung sudah diterima. Saatnya kemenangan kecil dirayakan. Untuk menunjukkan keseriusannya, dia sendiri (tanpa pengawal) datang ke rumah untuk menanyakan tentang saya. Ya, apakah saya sudah ada yang punya atau belum, apa kira-kira saya mau sama dia atau tidak, dan berbagai pertanyaan lain yang saya tidak tau persis. Hihihi, saya tidak tau persisnya karena itu pembicaraan dua lelaki dewasa antara calon menantu dan calon ayah mertua. Saya sendiri posisi sedang ada di Bogor, jadi saya cuma jawab “Iya” ketika dua laki-laki tersebut menanyakan kesediaan saya untuk mendampingi Mas Pupung.

Kemenangan berikutnya dilanjutkan dengan datangnya keluarga besar Mas Pupung ke rumah sebagai jalan pembuka bersatunya silaturahmi dua keluarga besar.

7. Menjaga keberhasilan.

Kemenangan yang lebih besar Insya Allah akan berlangsung dalam waktu dekat dan mohon doa dari segenap rekan-rekan semua semoga keberhasilan ini bisa terus terjaga. Tentunya nanti kami terus akan posting  disini membagi keberhasilan-keberhasilan kecil (dan besar) kami ke rekan-rekan semua sehingga kalian bisa turut merasakan apa yang sedang kami lakukan 🙂 🙂

8. Membangun budaya baru.

Budaya dan peradaban baru akan segera berdiri. Sekali lagi, mohon doanya ya!! karena menyatukan dua orang yang berbeda tidak mudah. Kompromi dengan diri sendiri saja kadang susah, apalagi ini harus menyatu dan berkomunikasi dengan orang yang berasal dari lingkungan dan latar belakang yang sama sekali berbeda. 

Begitulah cara-cara yang kami lakukan untuk berubah dari yang tadinya sendiri/single bersatu membangun kerajaan baru. Semoga 8 Langkah diatas bisa menginspirasi kalian ya.

Keberhasilan-keberhasilan kecil akan terus menciptakan keberhasilan selanjutnya. Percayalah!

Salam,

Armita

Comments

  1. ichacxmail says:

    nice post…bisa diaplikasikan nih. kebetulan juga sedang dalam tahap perubahan hehehehhe…

    1. hehehe,,, thanks.. semoga berguna ya.. punya blog juga gak ika?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *