Rumah Impian


Sejak dulu ketika masih tinggal di Purworejo, saya sudah sangat tertarik dengan rumah-rumah kuno peninggalan kompeni Belanda. Tiap kali berangkat sekolah, saya pasti melewati rumah-rumah kuno itu. Kalau di Purworejo, rumah kuno itu banyak ditemukan di sekitar alun-alun, Asrama Yonif 412, deket SMP 1 Purworejo, dan sekitar-sekitar downtown/pusat kota. Bahkan SMP tempat saya sekolah juga dibuat pas Belanda dulu eksis di Purworejo :). Saya melihat rumah-rumah itu begitu megah, mewah, wah, adem, unik, dan kokoh. Hmmm,, pengen deh rasanya memiliki salah-satu dari rumah tersebut.

Sebagai informasi buat rekan-rekan, bahwa Purworejo adalah kota kecil di Jawa Tengah yang *cenderung* ditinggali oleh anak-anak dan orang tua. Para pemuda usia produktif lebih suka hijrah keluar wilayah ke kota-kota besar seperti Yogjakarta, Solo, Semarang, Jakarta, Bandung, dsb. Bahkan sampai melanglang benua dan melintasi lautan. Kondisi itu makin menentramkan (baca: mensunyikan) Purworejo. Apalagi didukung dengan beberapa rumah kuno peninggalan kumpeni yang ada di Kota Pensiun ini, rasanya semakin sunyi.

Setelah lulus SMA, saya punya kesempatan istimewa untuk tinggal jauh dari rumah. Ini berarti bahwa saya bisa lebih banyak melihat peninggalan rumah kuno. Yiaaawwww… Saya memutuskan untuk ambil Pendidikan Sarjana di IPB (Bogor). Wah ternyata di sini lebih banyak lagi rumah kuno. Desain lebih beragam, ukuran lebih besar, tersebar, dan tidak hanya rumah saja. Tapi ada juga bangunan-bangunan publik dengan sentuhan arsitektur Londo. Ada stasiun Merdeka, Bank, Balai Kota, Rumah Sakit Salak, Factory Outlets yang berjamuran di sepanjang Jalan Pajajaran, rumah pemukiman di sekitar Cikurai, Taman Kencana, Surya Kencana, dsb. Bahkan ada Istana dengan nuansa Belanda yang kuat, Istana Bogor, yang sekarang digunakan oleh pihak Kepresidenan. Tak jauh dari situ, ada kuburan Belanda juga.. hiiiiiiiii….

Ah, tiap kali melewati deretan rumah Belanda di Bogor, saya pasti mengurangi kecepatan kendaraan saya. Bahkan kadang berhenti. Melongo dan diam di depan rumah (mungkin saya di kira mata-mata kali ya,, kalau yang punya rumah melihat saya :P). Saya memberikan waktu kepada mata saya untuk sekedar menikmati keindahan taman depan rumah, kemegahan bangunannya, kesenyapan dan kesunyian disekitarnya. Kemudian otak saya secara otomatis merekamnya dan kemudian mengirimkan sinyal ke seluruh sel tubuh dalam bentuk keyakinan bahwa suatu hari nanti saya akan memiliki rumah dengan gaya Neo-Classic. 

Entah kenapa saya begitu tertarik dengan rumah kolonial ini. Mungkin karena bangunannya yang tinggi dan ruang-ruang didalamnya luas sehingga terkesan gagah dan megah, ada sensasi plong kalau sudah berada di dalamnya. Angin akan bertiup dengan bebas keluar masuk. Segar :). Marmer warna merah tua yang sekarang sudah tidak diproduksi, dinding bangunan yang tebal, jendela yang besar sebesar pintu, ventilasi dimana-mana, genteng yang unik. Its a wow!

Well, its just a dream. Sekarang baru dimulai dengan niat, siapa tau nanti ada rejeki sehingga impian ini bisa terwujud. hehe, soalnya saya sadar jika rumah-rumah tipe begini memang tidak murah. Perlu usaha keras dan menabung dari sekarang untuk bisa mendapatkannya. Mungkin saya memiliki rumah tersebut tidak di Bogor, tapi semoga bisa punya di sekitar Bandung atau Purworejo. Kalau di Bandung, ya tentu buat tempat tinggal saya dan Pak Komandan. Kalau di Purworejo, bisa buat jadi tempat singgah pas pulang kampung nanti. Tempat ngadem dan hitung-hitung buat investasi. Ya gak?

Rumah impian saya dimasa datang:

rumah kuno dengan sentuhan arsitektur Belanda yang kuat (neoclassical).

I really dream about you and I work for you. 🙂 🙂

Saya sedih kalau masih ada oknum yang meruntuhkan rumah-rumah ini, mengkonversinya menjadi bangunan modern semacam mall :(. Semoga nanti kalau saya punya rumah ini, bisa jadi salah satu pihak yang turut melestarikan peninggalan sejarah.

Itu yang utama, ada beberapa aksesoris besar pelengkap rumah impian saya:

1. Kebun/taman

Rumah yang dikelilingi kebun dan taman. Utamanya sih di depan dan dibelakang rumah, tapi kalau punya taman di samping kiri dan kanan, saya akan lebih bersyukur 🙂 Nah, ditaman itu, nanti saya akan mempraktekan ilmu per-hortikultura-an saya. Nanem bunga, buah, sayur. Butuh sayur buat makan, tinggal petik. Perlu asupan nutrisi dan vitamin dari buah? ada! yang seger-seger buat mata dan indah dipandang? bunga dimana-mana. Asyik yah??

2. Ruang Bahagia

Ruang tidur, kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, garasi, dan dapur adalah ruang-ruang standard yang memang biasanya ada di dalam rumah. Kalau dirumah impian saya nanti, saya ingin ada satu ruang tambahan wajib, namanya Ruang Bahagia, ruang dimana saya dan keluarga bisa membaca, menulis, menikmati musik, santai dan saling mengakrabkan diri sehingga anggota keluarga tambah bahagia 🙂 Ruang bahagia ini punya dinding yang tinggi, jendela besar dan terbuka menghadap taman, rak-rak penuh buku di pinggirnya, sofa yang empuk, karpet bersih, air mancur mungil dengan gemericik air di dekat jendela.. Pengeeenn deh 🙂 🙂

3. Dapur Istimewa

Saya sadar saya kurang unggul di ranah masak-memasak. Supaya keluarga tetap cling dan asupan nutrisi terjamin, saya bertekad bahwa nanti akan punya dapur yang bersih dan lengkap. Kompor ada, kulkas tersedia, microwave, toaster, blender, pisau satu set, panci lengkap, piring gelas, dsb.. jadi saya termotivasi untuk meningkatkan bakat saya yang 25 tahun ini terpendam. Keluarga sehat dimulai dari dapur sehat. Ya gak?

Mimpi.. saya memang seorang pemimpi. Gak papa lah ya.. kalau sekarang baru sekedar bermimpi, siapa tahu nanti saya dan Pak Komandan ada rejeki luar biasa dan bisa mewujudkan rumah impian ini menjadi nyata. Yang penting sekarang mulai menanamkan keinginan ini di otak, biar nanti bisa menyesuaikan diri.

Ohya, saya dapat rekomendasi dari sahabat saya, Shella. Link untuk berfantasi membuat desain interior dirumah sendiri. Saya belum nyoba sih, tapi sudah main ke web ini. Gratis dan boleh dicoba 🙂 Nanti kalau sudah diinstall, boleh lah saya share detail desain interior rumah impian saya. Makasih ya Shel 🙂

Akhirnya, rumah impian kamu seperti apa?

Salam,

Armita 🙂

ps: all pictures above are randomly taken from google :p

12 thoughts on “Rumah Impian

  1. Aiih mba..ak jg sneng bgt liatin rmh2 unik.nya londo..ada satu rmh di daerah menteng,yg msh asri n kuat bgt “londo.nya”..tiap lewat situ pasti selalu liatin smpe rmhnya udh ga kliatan lg..jatuh cinta sm taman kecil dihalaman dpan rmhnya..selalu mkir,kapan bisa beli rmh ini (ada plang RUMAH INI DIJUAL),,trus inget,pasti hrga.nya EM.EM.an..menteng gituuh..hehhehehe..gossip yg bredar,yg nempatin rmh itu seorang nenek,yg skrg udh ga sanggup bayar pbb rmhnya,,makanya dijual rmhnya..tp susah laku.nya krn pemerintah netapin rmh itu jd salah satu cagar kebudayaan peninggalan belanda,n syapapun yg nantinya beli rmh itu,ga boleh merenovasinya (sini hibahkaeun k sayaa,,gabakal saya renov,kcuali sgt diperlukan utk mengganti yg memang udh sgt uzur..hehehhe)..ehtapi bbrp wktu yg lalu lewatin rmh itu lg, kaya lg d renov gtu,mgkin udh ada yg beli skrg (sediiiihhhh..)..smoga renovasinya ga menghilangkan rupa bangunan aslinya :)..

    Like

    1. iya bener banget… kemarin sempet liat di sekitar Cipaganti Bandung ada rumah Belanda yg dijual harga 6 M dan 12 M… duhh,,, uang dari mana ya? ya semoga aja nanti ada yang kasih diskon hehe. oh ya di Purworejo tuh ada bangunan Belanda (rumah). Dulu rumah itu disewa jadi tempat untuk bimbingan belajar Neutron. Eh tau2 sekarang udah jadi Bengkel Servise Suzuki kalau gak salah. Yahhh,, sayang banget kan? ya memang kalau dari sisi bisnis, konversi bangunan lebih banyak mendatangkan uang, tapi kan tetep aja, sayang banget 😦

      semoga nanti kita bisa beli rumah Londo ya…. hehe 😀

      Like

    1. iyaaaa as… hehehe,, eh itu aku nyebutin ada asrama 412 loh.. inget gak? disana byk bgt rumah2 belanda. ada beberapa yg gak kepake dan gak terawat… boleh gak ya kalo di jual dan aku punya duit, jadi bisa kebeli.. 🙂

      Like

  2. Kebetulan saya orang purworejo dan senang dgn hal2 bangunan kuno belanda,saya jgpernah tinggal di bogor 5
    tahun ternyata emang lebih banyak bangunan kuno peninggalan belanda,semoga bangunan tersebut dilestarikan oleh pemiliknya salam…

    Like

  3. I have exactly the very same dreams, feelings and worries. Dreams of being able, one day, to buy such a house in Malang, where my wife is from. Feelings of extreme peacefulness and serenity found in those spacious premises. And worries about wild, speculative renovations that could soon spoil or disrupt the beautiful atmosphere that surrounds Dutch houses.

    Like

  4. hallo mbak…, perkenalkan saya irwin, sama seperti mbak pecinta bangunan kolonial belanda indonesia. oh ya mimpi nya suda ada yg tercapai belum…?? he2. kebetulan saya sedari kecil tinggal di rumah dinas bapak saya di bandung yg notabene bangunan belanda. saat ini orang tua saya sudah pindah ke daerah cimahi, dan menempati salah satu bangunan belanda yg sangat indah sekali. saya betah sekali disana saat membawa anak saya berkunjung saat libur kerja. halamannya luas, langit2 tinggi, jendela besar2, pavilliun, dll. sayang saya tinggal di rumah yg berbeda karena sdh menikah. oke… sekedar berbagi ya mbak, karena kita sama2 punya hobi dan keinginan yg sama. Salam…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s