Berpisah Sebentar


Suatu pagi..

Bandung – Bogor via telpon

********

Mas:  “Lagi ngapain de’?” 

Saya: “Lagi mau bikin minuman Mas”

Mas:  “Kopi buat Mas mana?”

Saya: “Hmmm… nanti ya di rapel”

Mas:  “Nanti kopinya tujuh gelas donk..”

Saya: “Kopinya cukup segelas saja Mas… tapi cinta dalam segelas kopi tersebut serasa tujuh kali lipat”

********

Saya: “Sudah sarapan Mas?”

Mas: “Belum de’

Saya: “Loh, kenapa?

Mas: “Mas mau sarapan apa toh de’, la wong kamunya aja gak di rumah

********

Sedih rasanya kalau mengingat bahwa saya belum bisa menemani suami saya pagi-pagi di rumah. Belum bisa menyeterikakan baju kerja dia, menyiapkan sarapan dan minuman penghangat badan, mencium tangan ketika dia pergi kerja, dan menjawab salam ketika dia pulang kerja. Lima hari dalam seminggu saya harus jauh dari rumah, menghabiskan lebih banyak waktu di luar rumah daripada di dalam rumah. 😦 Sementara Mas Kakung saya di rumah sendiri, masak sendiri, makan sendiri, dan tidur sendiri.

Mas, Insya Allah dua bulan lagi kita hidup “normal” sebagai suami istri, akan ada segelas kopi panas untukmu, suamiku. Setiap hari, saya janji!

Mas, love is not simple.

This is the way God make us stronger

Mari sama-sama  bertahan dan menguatkan diri menjalani hidup sebagai keluarga eksekutif, keluarga yang hanya baru bisa berkumpul setiap sabtu dan minggu. Jangan sampai salah satu dari kita jatuh sakit karena kelelahan fisik. Saya harus bolak-balik Bogor-Bandung setiap minggu, Jumat sore dari Bogor dan kembali lagi ke Bogor senin paginya. Perjuangan Mas juga tidak kalah hebat. Menjemput saya malam-malam di Terminal Leuwipanjang dan kembali mengantarkan saya setiap Senin pagi selepas kita sholat subuh berjamaah. Tetangga kita mungkin masih tertidur, tapi kita sudah berjibaku menembus dinginnya Jatinangor – Bandung.

Sudah kita sepakati bersama di awal pernikahan, bahwa inilah salah satu gerbang kita menuju masa depan yang lebih baik. Insya Allah, cuma 2 bulan ini Mas dan I believe that we are stronger than we think. Begitu kuliah selesai (pertengahan Desember 2011), saya segera hijrah ke Bandung, menemani kamu :). Membuatkan kopi setiap pagi dan melaksanakan tugas normal istri seperti yang kamu idam-idamkan.

Istirahat yang nyenyak ya Mas.. 🙂

Long Distance Love

______________

Your Angel, Armita

Bogor – Bandung jauh amat ya? 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s