Kesedihan adalah Peluang

 

bad traffic

“ugh..ugh.. ugh..ck..parah”

1 menit kemudian

“duh..gimana ini..ugh”

1 menit kemudian

“aduhh,,ampun..sial”

Itulah keluhan seorang laki-laki yang tepat duduk dibelakang saya. Setiap saat sejak dari Jakarta, penumpang tersebut selalu mengeluh keadaan macet ini. Sore ini saya sedang menuju ke Bandung, sebuah perjalanan rutin saya dari Bogor untuk kembali ke pelukan suami. Namun, situasi jalan tol sore ini sangat macet, mencuri dengar dari sebuah berita yang ditayangkan dari Metro TV, saya dengar bahwa saat ini ada 100.000 buruh yang melakukan aksi demo dan menyebabkan tol macet sepanjang 2o KM.

Daripada saya ikut-ikutan mengeluh dan terbawa energi negatif sang bapak, mendingan saya menikmati proses macet ini dengan sebuah ke”enjoy”an. Menikmati proses macet di dalam kendaraan yang terlindung dari debu dan polusi. Saya masih bersyukur karena punya pekerjaan yang cukup baik yang mampu memantapkan kondisi finansial keluarga kami, punya suami yang sayang dan setia, dan saya punya pendidikan yang lebih dari cukup. Saya membayangkan jika saya berada di posisi para buruh itu, sudah panas, keringatan, lapar, dan tersiksa untuk memperjuangkan kehidupan keluarga dia. Jadi, mendingan saya bergembira dan menikmati proses macet ini dengan passion dan sabar.

Saya jadi ingat dengan kalimat yang diucapkan oleh Stella, seorang teman saya sesama penerima beasiswa Tanoto Foundation. Dalam 3 hari ini kami bersama-sama mengikuti sebuah pelatihan dengan judul “Public Speaking and Presentation Skill“. Dia sempat berkata bahwa:

“Senang itu sebuah ujian,,

“Sedih itu sebuah peluang,,

Jika kita bisa mengambil sebuah peluang dari kesedihan maka kita bisa jadi manusia yang beruntung dan one step ahead than others. Jadilah tulisan di blog ini karena saya mengambil peluang atas kemacetan Jalan Tol Cikampek.

Enjoy… 🙂

Comments

  1. Klinik Insomnia says:

    Reblogged this on Klinik Insomnia and commented:
    Test

    1. thanks for reblog this writing, jangan lupa utk mencantumkan sumber asli tulisan saya ini jika anda berminat menuliskannya kembali. terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *