Pilih Sikap atau Kompetensi?

Minggu lalu saya dipanggil untuk sebuah wawancara kerja untuk menduduki sebuah posisi Human Resources Department (HRD) di sebuah perusahaan di Bandung. Tentunya saya diuji dengan beberapa pertanyaan terkait dengan latar belakang kehidupan saya, pendidikan saya, sampai misi saya jika saya diterima di HRD tersebut. Saya juga diberikan beberapa kasus terkait dengan apa yang biasa terjadi di HRD. Salah satu kasus yang ditanyakan kepada saya adalah sebagai berikut:

Jika kamu diminta memilih kasus berikut, manakah yang kamu pilih?

A: Seorang karyawan yang memiliki attitude/sikap baik tapi kompetensi jelek atau

B: Seorang karyawan dengan attitude/sikap buruk tapi kompetensi baik

Saya sempet terdiam (tentunya untuk mikir) dan meyakinkan kepada pewawancara tentang pilihan tersebut. Akhirnya tidak lama setelah  itu, saya jatuhkan pilihan saya pada pilihan A: karyawan dengan attitude/sikap baik tapi kompetensi jelek.

Well, alasan saya karena sikap itu sudah terbentuk dari kecil dan sangat sulit untuk dirubah. Sifatnya sudah melekat dalam diri seorang pribadi. Sedangkan kompetensi itu dapat di latih atau dibentuk misalnya dengan pemberian pelatihan atau pemberian contoh oleh seseorang yang lebih kompeten dalam bidangnya.

Bener gak ya? Heu.. semoga bener ya. Kalau pendapat sampeyan gimana nih misalnya diberikan pertanyaan yang sama?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *