DONE – FINAL TEST. Cerita Di Balik Sidang Tesis


Satu lagi tahap bersejarah terlalui dalam perjalanan hidup saya. Kemarin, Sabtu 22 September 2012 pukul 10.15-11.45 saya menjalani sebuah ujian sidang untuk mempertanggungjawabkan tesis saya di Magister Management IPB. Setelah 15 menit pertama yang frustating gara-gara laptop tidak mau nyala dan suddenly dead! Kejadian itu cukup membuat jantung saya up and down. Takut kalo sidang tesis bakalan ditunda. Sempet di berikan alternatif dengan cara di pinjami laptop oleh Siska, teman sekelas saya di R45 MB IPB. Tapi lagi-lagi kebodohan masih berpihak kepada saya. Gimana mau presentasi, la wong file-nya cuma ada di laptop dan saya gak punya copy lainnya. Duh!

Sampai sebuah keajaiban terjadi, laptop saya “bangun” dari tidur singkatnya dan nyawanya sudah kembali terkumpul. Setelah laptop ada tanda-tanda kehidupan, salah satu dosen penguji meminta saya untuk keluar sebentar dari ruang ujian (Ruang Kana). Tiga menit diluar dag dig dug duerr… cuma bisa komat-kamit baca doa majelis biar lancar kalau pas jawab, kalau ada yg lupa di ingetin lagi, dan yang penting doa supaya di kasih ketenangan oleh Alloh SWT. Gak lupa, saya sungkem dulu sama suami supaya saya di ridhoi untuk jihad dulu di medan perang. Hihi.

Melihat tangan dosen melambai-lambai di jendela, pertanda di suruh masuk, saya sudah tenang. Baiklah, ini saatnya saya berjuang melawan kebatilan…Haisshh..apa sih.. Masuk ke ruangan, saya harus menghadapi 4 orang dosen penguji yaitu:

  • 1 dosen dari komisi pendidikan (Pak Dudi),
  • 1 dosen di luar komisi pendidikan (Ibu Euis), dan
  • 2 dosen pembimbing (Pak Sri Hartoyo dan Pak Sadikin Kuswanto).

10 menit pertama dilalui dengan presentasi hasil penelitian saya dan dilanjutkan dengan 90 menit tanya jawab dengan penguji. 45 menit pertama menegangkan, saya banyak ditanya tentang metode penelitian, analisis statistik, dan jalannya penelitian.

Ada satu pertanyaan tentang statistik yang benar-benar saya ingat. Ingat betul soalnya gak bisa jawab. Pertanyaannya gini:

Ibu Euis: “Apakah kamu tau tentang Central Limit Theorem?”

Saya: rrrr…. diam sejenak sambil mikir: ini istilah statistik kayaknya saya baru dengar deh -__-. Hoo, tapi kan gak mungkin saya jawab begitu, jadilah saya jawab “Saya tidak tau Bu”

Ibu Euis: “Baiklah, namanya juga ujian ya, boleh tau boleh tidak, boleh lulus boleh tidak” — berkata dengan lembut

Saya: jegerrr…langsung ngebayangin kalau gak lulus gimana..

Berbekal rasa ingin tau, saya cari apa itu CLT. Ternyata, CLT dapat digunakan untuk menentukan limit distribusi suatu barisan variabel acak saudara-saudara. Ngerti gak? hehe… saya beri kesempatan kalian buat cari sendiri di google ya, la wong saya sendiri juga gak ngerti.. hahaa..

Sekitar 45 menit Ibu Euis menguji saya seputar tesis dimulai dari pendahuluan sampai lampiran. Semuanya dikupas tuntas sampai tak bersisa. Hebat ya para penguji itu tau dimana letak kesalahan saya, meskipun saya sendiri sudah 500 kali baca tesis saya tetap saja ada yang salah. Sayangnya (atau beruntungnya ya?) Bu Euis harus meninggalkan ruang ujian terlebih dahulu karena Beliau harus ke Jakarta karena sebuah urusan. Jadilah saya di ruangan berempat saya dengan 3 dosen penguji laki-laki lainnya. Proses ujian lanjutan ini berjalan dengan damai, lancar, aman dan sejahtera tanpa banyak bag big bug. Pak Dudi menyebutkan tesis saya sudah sesuai format terbaru penulisan tesis dan tidak banyak koreksi. Pak Sadikin mengkritisi abstrak, daftar isi + tabel + gambar + lampiran, dan hasil pembahasan. Pak Sri Hartoyo banyak memberi masukan dan jawaban atas pertanyaan yang sebelumnya diajukan oleh Bu Euis dan saya tidak mampu menjawab.

Akhirnya, ujian tesis selesai, saya kembali diminta keluar untuk ketiga kalinya. Disini para dosen berunding untuk menentukan apakah saya lulus ujian ini dan berhak meninggalkan MB IPB dengan gelar MM di belakang nama saya. Lima menit diluar, saya ngobrol dengan cheerleaders saya: ada Tata, Siska, Gita, Suci, dan tentu saja suami. Sambil menunggu panggilan masuk, saya banyak cerita apa saja yang terjadi selama 2 jam di dalam sana.

Dan panggilan itu pun datang…

Pak Dudi sebagai pemimpin sidang, memberikan sedikit intro di awal pengumuman ini dan akhirnya pun beliau menyebutkan bahwa:

“Anda dinyatakan… tidak… (deg! jantung berhenti, duh apa nih?! jangan-jangan?) … TIDAK PERLU UJIAN ULANG..”

Alhamdulillah, ternyata… oh.. ternyata.. saya lulus juga saudara-saudara.. Setelah perjuangan panjang dalam 2 tahun terakhir ini, saya berhasil juga menamatkan program master ini, walaupun saya sempat telat 3 bulan dan sudah dikenakan denda tiap bulannya.

Sebelum saya diperbolehkan keluar, para dosen memberikan wejangan dan pesan-pesan kepada saya diantaranya:

  • Tidak boleh sombong,
  • Saya harus mampu mengaplikasikan ilmu yang saya peroleh dengan baik di masyarakat,
  • Berhati-hati dalam bertindak karena sekali salah akan sulit untuk memperbaikinya. Mahasiswa boleh salah, tapi kalau sudah kerja, dituntut untuk zero kesalahan.
  • Semoga ilmunya bemanfaat, dan
  • Terus banggakan almamater.

Saya sebenarnya belum resmi lulus, karena masih ada perbaikan yang harus saya kejar dalam waktu 45 hari setelah ujian tesis ini. Kalau dalam waktu 45 hari tidak masuk perbaikannya, maka saya terancam ujian ulang.

Terimakasih ya untuk seluruh pihak yang sudah membantu saya menyelesaikan tesis ini:

  • Sujud syukurku untukMu Alloh SWT
  • Pihak Yayasan Bakti XYZ tempat dimana saya diijinkan melakukan penelitian untuk tesis saya
  • Dosen pembimbing Pak Sri dan Pak Sadikin atas segala bimbingan selama setahun terakhir ini. Maaf saya sempat menghilang 3 bulan karena sempat kerja, kena musibah kecelakaan, dan proses pengambilan data yang lumayan lama juga.
  • Suami saya, Pupung Puad Hasan, yang rela tak unyel-unyel diminta ngebantuin ngoreksi tulisan-tulisan saya dan sudah rela uang rumah tangga kesedot buat bayar kuliah, transport dan akomodasi saya Bandung-Bogor, dan juga kepake buat bayar denda.. hihihi.. nanti Insya Alloh diganti yaa.. *dengan baktiku 😛
  • Baby A yang sudah sangat well coordinated dengan ibunya dalam 5 bulan ini. Gak kebayang kalau kamu rewel di dalam perut, pasti Ibu gak bisa sambil ngerjain tesis. Paling-paling tepar di kasur, mual, dan muntah di kamar mandi. Alhamdulillah behave kamu super tenang dan baik sekali, tidak ngajakin Ibu mual + muntah, dan mau Ibu ajak bolak-balik Bogor Bandung tiap minggu. Kiss.. lanjutin lagi ya kerjasamanya, kita masih punya perbaikan tesis ya.
  • Bapak, Mama, adik dan mertua saya yang sudah mendoakan
  • Teman-teman R45 MB IPB, hosh hosh.. 2 tahun berjuang bareng… cepet yaa…bakalan kangen ngedemprok di kampus lagi.
  • dan semuanyaaa… yg sempet ngikutin perkembangan saya di blog. Peluk, ciuumm…

Yap yap.. semangat buat wisuda bulan Februari lagi ya.. setelah kuota Desember 2012 ini sudah habis. Masih ada 2 langkah lagi: perbaikan + wisuda. Wisuda sepertinya bakalan sambil gendong Baby A yang masih merah deh 🙂 🙂 Double surprise!

6 thoughts on “DONE – FINAL TEST. Cerita Di Balik Sidang Tesis

  1. Selamat.
    Smg perbaikannya lancar jaya, cpt wisuda n ilmunya berkah manfaat, meninggikan derajat (sesuai janji-Nya).
    Baby nya sehat 🙂
    Amin

    Like

    1. hahaaa… salam super!
      kamu gimana ta, udah dpt jadwal sidang belum? atau jangan-jangan udah sidang?
      *ketinggalan berita 😦

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s