Rencana DIA Lebih Indah


Euforia pendaftaran CPNS begitu membahana selama 3 bulan terakhir ini. Dimulai dari pengumuman formasi, heboh cari SKCK, persiapan persyaratan, pendaftaran online, pengumuman lolos pemberkasan, sampai ujian tertulis. Milis rame, grup whatsapp ribut, timeline penuh, berita tivi berdenging, semua cerita tentang CPNS.

Tadinya saya gak diijinkan ikut tes CPNS satupun sama si suami. Apalagi kalau kerjanya di Jakarta, big no! harus ninggalin anak, suami gak keurus, capek bolak balik Bandung-Jakarta dan berbagai keribetan-keributan yang menyertainya. Pokoknya harus tinggal dirumah, kerja dari rumah, ngurusin anak & suami. Titik.

Kalau mau kerja diluar rumah, pilihannya cuma satu: Dosen.

Eh tapi kira-kira September akhir kemarin dia menawarkan kepada saya untuk coba ikutan daftar dosen UNPAD. Ada lowongan dosen Kemendiknas, katanya. Tak mau ketinggalan, saya pun kemudian jadi ikut-ikutan ngramein pendaftaran CPNS 2013 ini. Bukan karena selama ini saya kurang aktivitas atau kurang sibuk, apalagi kurang materi. Saya cuma ingin bertemu dengan orang lain, berinteraksi sebanyak-banyaknya dan membuka wawasan.

Berbekal ijazah S1 & S2, nekad saya daftar dosen di Unpad untuk formasi Ekonomi Pertanian (EP).

  1. Pertama, karena S1 saya jurusannya Agronomi & Hortikultura (AGH) dan S2 Manajemen Bisnis (MM). Meskipun gak linier-linier amat, eh sapa tau masih bisa ditarik garik lurus antara AGH-MM-EP.
  2. Kedua, yang milihin jurusan suami. Ridho suami kan surganya istri. Kali aja kalau yang nyuruh dia urusan pendaftaran ini bisa lancar jaya dan saya bisa nongkrong di jajaran dosen Unpad.

Saya kepengen banget ya keterima disini. Letak kampus Unpad Jatinangor nih dekat banget dengan tempat tinggal kami sekarang. Paling cuma sekitar 5 km lah, 2 kali koprol juga sampai, hehe. Apalagi nanti kalau kerja bisa berangkat bareng sama suami, soalnya searah. Sudah sempat ngebanyangin nanti kalau keterima, Akmal bakalan tak titipin di Daycare yang ada di Unpad.

Iya, saya mikirnya sampai sejauh itu. Lah trus keterima gak?

Tanggal 18 Okt kemarin, pengumuman siapa saja yang lolos pemberkasan dan siap-siap untuk ujian. Dan saya… jeng… jeng…

|

|

|

|

Gak lolos dooonnnkkk…

Kecewa? iya.. Pupus? sedikit..

Tahun ini dadah-baibai dosen… Tahun depan coba lagi.

Maka demi mengobati kekecewaan tersebut, saya buka-buka HP. Ada 1 email & 1 SMS dari orang yg tidak saya kenal. Sebut saja dia Pak X, yang lantas kemudian saya ketahui beliau ini menawarkan sebuah tawaran pekerjaan sebagai Project Coordinator untuk kerjaan di bidang lingkungan di tanah sebrang kerjasama dengan perusahaan minyak dan gas internasional.

Wow? banget.. excited? super..

Siapa yang gak mau dapat tawaran seperti ini. Kerjanya kebanyakan di Bandung, sekali-kali terbang ke tanah sebrang, tawaran karir, gaji, sosialisasi (yang selama ini jarang aku dapatkan karena utak atik di rumah terus), jalan-jalan, silaturahmi dsb..dsb.. Apalagi, bocoran langsung dari owner-nya, saya berada di top candidate untuk mengisi posisi ini. Merasa di atas angin, kege-eran pun timbul. Sekali sabet, saya pasti bisa langsung dapat posisi ini.

Terbayang-bayang lagi karir yang kemarin sempat hilang. Asyik-asyik bisa kerja diluar rumah, ketemu banyak orang, dan manfaatin ilmu yang kemarin di dapat pas kuliah.

Lagi enak-enaknya nglamun.. eh si Akmal datang.. ak.. uk.. ak.. uk.. nempel-nempelin badannya, sambil gigit-gigitin pundak saya, sepertinya merajuk minta gendong..mengangguku yang sedang ‘me time‘ dengan angan-angan.

“Kenapa nak, kamu protes, gak senang ya Ibumu mau kerja diluar rumah? “

Maka demi menghormati sang suami sebagai pemimpin rumah tangga, saya pun mengkonsultasikan tawaran yang begitu menggiurkan ini. Tentu saja, jawaban suami bisa ditebak.

“Akmal mau dikemanain? sama siapa?”

Lagi.. dadah-baibai project coordinator..

**

“Dear Pak X, saya mengucapkan terimakasih atas kesempatan yang ditawarkan oleh Pak X dan sangat mengapresiasi tawaran pekerjaan tersebut. Namun karena saya masih ada bayi yang belum bisa ditinggalkan, saya harus banyak tinggal dirumah untuk merawat dan membesarkannya. Mungkin dilain waktu, kita dapat bekerja sama kembali.

Sebagai informasi, saya saat ini juga menerima order penerjemahan dokumen baik dokumen lingkungan maupun hasil penelitian lainnya. Jika Pak X membutuhkan jasa penerjemahan tulisan Bahasa Inggris-Indonesia (dan sebaliknya), Insya Allah saya siap untuk bekerja sama dengan Bapak.
Demikian dan terimakasih untuk perhatiannya.
Salam,
Armita Fibriyanti”

Email terkirim.

Alhamdulillah dapat sambutan baik dari Pak X ini, bahwa dia akan menghubungi saya jika nanti membutuhkan translator untuk laporan lingkungannya karena kebanyakan laporan lingkungan harus dwibahasa (Inggris dan Indonesia).

Bismillah, semoga ini jalan saya untuk tetap dapat merawat Akmal dari rumah, jalan saya untuk menuruti kata suami, dan jalan saya menuju surgaNya. Percaya bahwa rencana Allah jauh lebih indah dari apa yang saya bayangkan.

Dan kemudian saya pun kembali buka lapak: jualan nama & translate dokumen.

19 thoughts on “Rencana DIA Lebih Indah

      1. bis baca blog mbak mita aku jd pengen bikin, tapi punyaku masih acak acakan, soalnya ga pinter ngrangkai kata hehehe. wahhhh kyknya udah banyak media yg wawancara ni, hihihiii..makin bersinar atuhh

        Like

      2. santai aja gus.. aku jg dl acak-acakan.. tapi gaya nulis kamu bagus kok gus, kerasa banget karakter anak mudanya ^^

        alhamdulillah gus, besok nongol lagi di Majalah Elshinta.. punya temen wartawan media lain gak? siapa tau ada yg tertarik sama aku.. hehee

        Like

      3. mbk mitaaaa….aduhh maaf banget ni, aku telat kasi info, karena aku jg baru dimassage sama orang yg belum aku kenal lwat fb, nanyain mbak mita n name for u (dia kirim massagenya dari bulan april, eh aku baru taunya barusan) katanya wartawan cek ricek, hemm begini bunyinya, kalau mbk mita mau kontak,
        hai Gustyanita.. maaf ya ganggu. Saya ceppy, dari tabloid Cek&Ricek. Saya boleh minta kontaknya Armita Fibriyanti (yang punya Name For You) ? Trimakasih ya..

        Hubungi/sms saya di nomor dibawah ini. Aku tunggu ya..

        Ceppy Febrinika Bachtiar 0857.1171.5148 Email: ceppyfebrinikabachtiar@yahoo.co.id

        Like

  1. saya malah pengen di rumah mbak,, bingung gimana mau resign nya,, secara ortu seneng banget anak perempuannya bisa kerja,, tapi ternyata bukan dunia kerja yg membuat saya hidup tenang,, 🙂 #eh malah curhat dimari 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s