Tergulung Mobil


Dari lima hari kerja, dalam  minggu ini suami saya cuma ngantor sehari doang. Bukan bolos, bukan malas, tapi sim.. sala bim… suami saya sedang dalam masa penyembuhan setelah hari Selasa yang lalu dapat musibah kegulung sama mobil..

Hagh?? Kok bisa??

Iya, bisa.. namanya juga musibah, bisa terjadi kapanpun, dimanapun, tanpa pandang bulu. Maka demi menjawab pertanyaan teman-teman di blog maupun teman-teman yang sebelumnya penasaran dengan kronologis cerita gimana suami saya bisa beraksi layaknya Limbad (amatir), ini cerita lengkapnya:

Musibah

**

Besok Minggu 19 Januari 2014, Akmal ulang tahun yang pertama. Sebagai bentuk hadiah kecil-kecilan, saya dan suami berencana mau membelikan baju-baju sebagai hadiah ulang tahunnya. Baju yang dipakai sekarang sudah terlalu kecil, terutama piyama dan baju rumahannya, jadi sekarang saatnya untuk belanja baju lagi. Assyyiikk.. blinji-blinjii.. Ibu rumah tangga mana yang gak senang diajak ke pasar dan jalan-jalan, selain bisa sambil belanja, ini juga saatnya keluar rumah liat pemandangan lain. Yaaah.. istilah kerennya mah “refreshing”.

Pasar Baru Bandung sudah kami bidik. Dari sebelum Akmal lahir, Pasar Baru memang tempat favorit kami untuk belanja perlengkapan bayi. Selain murah meriah, tentunya banyak pilihan. Selain bisa belanja perlengkapan Akmal, saya juga bisa sambil belanja perlengkapan pribadi (yang ini modus :p).

Nah, mumpung hari Selasa libur Maulid Nabi, suami bisa nganterin ke sana. Pagi-pagi, setelah selesai sarapan dan mandiin Akmal, masing-masing dari kami berbenah.

“Bu… Aku nyuci mobil dulu yaa… kamu siap-siap”.. teriak suami dari garasi mobil.

“Wookee”

Saya pun menuju dapur untuk mencuci piring bekas kami sarapan pagi tadi.

BRUUKK!!

Dentuman keras terdengar dari arah luar.. saya bertanya dalam hati.. suara apa itu ya sekeras itu, saya curiga itu suara kap belakang mobil..

“Bu….bu… bu…bu… tolooongg.. bu….”

Astagfirullaaahh… suami sudah terkapar ditengah jalan sambil memegang kakinya dan meringis kesakitan.. Saya panik lihat suami tergeletak disamping mobil, langsung saya ambil baju panjang dan kerudung dan berlari ke arahnya.

Benar saja, rupanya kakinya sobek tersayat dan berdarah-darah. Saya panik lari kesana kemari nyari obat-obatan, sementara Akmal yang juga ikutan panik langsung digendong dan diamankan tetangga. Dengan dibantu 3 orang tetangga laki-laki, suami digotong ke dalam rumah. Tetangga lain menawari untuk langsung membersihkan luka.

Melihat luka di tulang kering yang dalam mengangga, ini gak bisa ditangani sendirian. Ini mah kudu dibawa ke rumah sakit. Gak lama, ada tetangga yang berbaik hati menawarkan mobilnya mengantarkan suami ke IGD RS AMC. Di sepanjang jalan suami merintih-rintih.. “Bu.. sakit.. Bu… saa..kitt…” Saya cuma bisa menenangkan sambil terus mengajaknya istigfar & dzikir. Melihat ayahnya kesakitan, Akmal juga ikutan sedih. Sepanjang jalan ke rumah sakit, Akmal nangis gak berhenti-henti.. Miris..

Sampai di IGD, langsung suami dibawa pakai kursi roda, lalu dibaringkan diatas tempat tidur, dan dilakukan tindakan oleh perawat. Disini saya sudah mulai tenang, melihat lukanya dibersihkan dan dijahit, meskipun cuma bisa lihat dari luar. Saya gak diijinkan masuk ke IGD karena gendong Akmal, bayi dilarang masuk. Jadi selama di IGD, suami ditemani tetangga.

Syukurlah hasil pemeriksaan dokter jaga, suami tidak perlu rawat inap. Hasil rontgen juga gak ada tulang yang patah. Alhamdulillah. Setelah menebus obat dan bayar, kami boleh pulang.

Sepulang dari rumah sakit, suami baru bisa cerita apa yang terjadi sebenarnya. Jadi suami ceritanya mau nyuci mobil. Berhubung mobil parkirnya terlalu maju (mepet banget ke kamar), suami berniat untuk memundurkannya sedikit, sehingga ada ruang di depan yang bisa dia gunakan untuk lalu lalang. Masuklah dia ke dalam mobil, lepas rem tangan. Buka kap depan, eh malah yang kebuka kap belakang. Melihat mobil sudah di lepas rem tangan kok gak mundur-mundur, keluar lah suami dari dalam mobil. Dia dorong itu mobil sedikit, eh.. bukannya mundur sedikit.. malah mundur buuaaanyak.. Larilah suami mengejar mobil, dia tahan mobil supaya gak mundur, takutnya ada motor/sepeda/orang/mobil yang lewat. Begitu dia tahan mobilnya, kap belakang terbuka (kap tidak terkunci, karena tadi sempet dibuka kuncinya sama suami). Gak tertahan, suami ikutan terdorong tergulung oleh mobil. Tepat di belakang suami ada tempat sampah, pohon sukun, dan got yang menahan badan suami dan mobil. Sempat tergencet antara tempat sampah dan mobil, suami akhirnya bisa keluar dari gencetan mobil. Tapi kakinya terkena knalpot yang mengakibatkan luka menganga di tulang keringnya.

Astagfirullah… Bencana apalagi ini. Bencana yang rapi menjemput kami justru disaat hari libur dirumah. Bencana yang juga merupakan bentuk kasih sayang Allah yang memperingatkan kami agar terus mengingatNya. Mungkin kami lagi banyak dosa, jadi Allah menyentil kami dengan caraNya.

Untungnya, kecelakaannya pas hari libur, jadi lagi banyak orang di komplek. Ada yang bantuin ngangkat suami, ada yang bantuin nganterin ke RS, ada yang bantuin jagain Akmal. Gak kebayang kalau pas lagi pada gak ada di komplek, yang bantuin suami siapa?

Masya Allah.. takdir Allah memang sudah ditentukan.

**

Selamat Ulang Tahun Akmal, semoga kamu tumbuh menjadi anak yang sehat, kuat, dan bermanfaat. Rumah gak akan ramai tanpa kehadiranmu. Masih panjang perjalanan kita hidup bersama. Semoga hari-hari kita selanjutnya dipenuhi dengan kebahagiaan, rasa syukur, dan penuh cinta.

Ohya, hadiahnya nanti ya Nak, tunggu kami ada rejeki lagi. Kemarin uang yang rencananya akan dipakai untuk beli bajumu di Pasar Baru, sudah terlanjur Ibu pakai untuk membiayai biaya rumah sakit Ayahmu. Sabar ya…

Mohon doanya ya semoga suami saya lekas diberikan kesembuhan, bisa beraktivitas lagi seperti biasanya. Sampai hari ini hari keempat pasca kejadian, suami masih recovery di rumah aja. Belum bisa kerja. Menurut dokter, 2 minggu lagi baru boleh kerja, jahitannya baru bisa dilepas. Terimakasih, semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari kejadian ini untuk lebih berhati-hati.

11 thoughts on “Tergulung Mobil

  1. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, alhamdulillah ala kulli hal…allahuma jurnii fii musyibati wa akhaliflii khoiran minha…(Ya Allah berilah aku pahala dalam musibah yang menimpaku, dan berilah aku ganti yang lebih baik daripada musibah yang telah menimpa)…Semoga cepat diberi kesembuhan ya mak…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s