HOSH…HOSH… INI BEBEK MEMANG PALING JOSS


Saya kenal bebek pas jaman perawan, tahun 2009. Sebelum diiming-imingi teman, saya gak berani makan olahan bebek. Bukan karena kolesterolnya atau karena amisnya, tapi karena harganya yang aw-aw-aw.

Dulu, bayangan saya, makan bebek itu mahal. Uang yang seharusnya bisa buat makan dua kali, kalau makan pakai menu bebek, paling cuma bisa sekali makan. Maklum, dulu saya masih ngekos. Hidup harus diirit-irit, uang diatur biar bisa sampai akhir bulan. Kalau buat makan menu ala bebek, bisa-bisa akhir bulan saya minum obat magh terus-terusan. Hihihi.

Waktu itu, teman sekantor saya bercerita bahwa dia baru saja menyantap bebek sambel korek. Dia bercerita sambil meledak-ledak, semangat 45 bahwa bebek yang dia makan adalah bebek terlezat. Sambalnya ajib, pedas gila, dan bikin nagih. Ini patut dicoba, tambahnya.

cess… *tisu doonkk…

Ow-la-la. Makanan macam mana pula yang sampai bikin teman saya ini kelimpungan. Saya semakin penasaran, apalagi saya lihat bibirnya mekar, cuping hidungnya kembang kempis, dan napasnya naik turun.. hosh..hosh… Teman saya ini gak sopan ya, coba pulang ke kantor gak cuma bawa cerita, bungkusin kek itu bebeknya, biar kita-kita di kantor juga ikut ngerasain gimana enaknya.

Saking penasarannya, saya langsung ngacir ke resto yang diceritain teman saya itu. Daaaannn… memang betul jendral, bebeknya luar biasa! Jadi ini toh rasanya makan bebek, dagingnya enak, lembut, sambalnya mantaappp… paling top makannya ditemani segelas teh hangat. srruuppp… *tisu mana tisu, netes nih..

Sejak perkenalan pertama saya dengan si bebek, saya langsung jatuh cinta, pada kesan pertama, gak pakai kedua atau ketiga.

Ketika sudah tidak perawan lagi, kenikmatan menyantap makanan olahan bebek saya tularkan kepada suami. Ternyata sebelum menikah dengan saya, suami juga belum pernah menikmati santapan lezat ini. Jadi, momen pertama makan bebek adalah bersama saya *ceiilleeehh.. uhuk!

Ternyata suami begitu lahap, bahkan nasinya pun sampai dua porsi.. walah.. walah… ini kelaperan atau memang enak? Suapan demi suapan terus masuk ke mulutnya, konsentrasi tinggi, sampai-sampai saya terpesona.

Sejak saat itu, kami menetapkan bahwa bebek lah yang paling bisa meng-entertain kami. *tsaaahhh.. Karena.. kalau sedang tidak di rumah orang tua, kami selalu makan bebek di luar rumah. Sambil jalan-jalan, belanja groceries, refreshing, bonusnya makan bebek. Hasseeekk 🙂

Terus terang, saya tidak pernah memasak bebek sendiri dirumah. Saya paling males kalau disuruh nyabutin bulunya dan organ dalamnya. Geuleuh hii..

Bebek ala masakan rumahan seringnya kami santap ketika pulang kampung ke Purworejo. Di sana, bapak saya memelihara berbagai unggas, ada ayam, mentok, dan bebek. Kalau pas anaknya pulang, Bapak dengan sangat senang akan menyembelihkan salah satu hewan ternaknya. Tentu saja Bapak saya yang mengurusi urusan persembelihannya, ya mulai dari ngejar-ngejar ayam/bebek/mentok, sembelih, siram air panas, cabuti bulu, bersihin jeroan, sampai potong-potong jadi ukuran yang lebih kecil-kecil. Urusan masak? serahkan ke Ibu.. Beliau jagonya! Saya? terima matangnya aja deh, tinggal santap aja.. Hihihi..

Nikmatnya Makan Bebek
Menyantap bebek goreng sambil mengendong bayi 3 minggu
Bebek Sedap
Eh itu ada yang ngeces dipojokan

aah sedapnya.. mari ngeces bareng-bareng sama saya. Liat itu Akmal (12m) aya sampai ngintip-ngintip pengen juga kali ya.

Di Bandung, ada resto baru menu khusus bebek. Namanya Bebek Judes. Selain di Bandung, resto yang didominasi warna merah-orange-kuning ini juga tersedia di Bekasi, Tangerang, Cirebon, Semarang, dan Depok. Sayangnya sampai sekarang saya belum punya kesempatan untuk mencicipi makanan favorit keluarga kami ini. Hiks..

Dilihat dari namanya aja, saya penasaran. Kenapa dikasih nama Judes. Apa bebeknya itu judes-judes? Atau penjual/pelayannya yang judes dan gak ramah? Ah ternyata judes itu kependekan dari JUARA PEDES ternyata.. oalaahhh.. Berarti, pedasnya tidak diragukan. Yang suka pedas, wajib nyobain ini. Nih lihat aja daftar menunya, siapa yang gak ngiler? Yang gak ngiler gak normal berarti.. Hihihi..

menu bebek judes
menu bebek judes

Tuh yah ada menu bebek goreng, bebek bakar, bebek gejrot, bebek sambal ijo, dan bebek balado. Sambelnya bisa milih, mau pakai sambal judes, sambal mangga, atau sambal terasi. Enaknya bebek disini itu Empuk, Tidak Amis, dan Tidak Berbulu. Hosh..hosh.. joss tenan ini… Eits, ada yang istimewa dari resto Bebek Judes, yaitu Special Menunya adalah Bebek Perawan.

Cesss…liur membanjir.. Haduh haduh.. ini mah wajib nyobain kesana saya, gak pakai nawar. Perawan wajib nyobain! Wajib kesana karena harganya gak aw-aw-aw lagi.

Ngebayangin enaknya makan bebek judes yang joss
Ngebayangin enaknya makan bebek judes

“Tulisan Ini Diikutsertakan Pada Giveaway Sensasi Makan Bebek Pedas”,

10 thoughts on “HOSH…HOSH… INI BEBEK MEMANG PALING JOSS

  1. What?!! Masa sih mas pupung belom pernah makan bebek dulunya? Wkwkwkwkwkw
    Kalo aku makan bebek dan mentok ud dari keciil. Bapak punya bebek n mentok sampe 20-an lebih. Jd segala yg pke ayam2an diganti bebek

    Like

  2. Ngebayangin si bebek judes ini, jadi….#lap mana lap? Tisu nggak cukup maaak.
    Jadi ingat waktu kuliah punya beberapa teman laki-laki yg jagoan masak bebek. wuihhh kalau lagi ngumpul makannnya bebek olahan mereka. Mknyoss

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s