Panggil Ibu Zombigaret

Jumat, 2 Mei 2014.

Dear Akmal, 

Hari ini kamu merayakan ulang tahunmu yang kedua. Ibu senang sekali melihat perkembanganmu dari hari ke hari. Ada saja tingkahmu yang membuat Ibu bahagia, tersenyum, bahkan menangis. Namun tidak ada yang lebih bahagia daripada melihatmu tumbuh dengan sehat dan kuat. Foto-fotomu yang Eyang unggah ke Facebook menunjukkan bahwa kamu begitu tegar.

Harusnya Ibu hari ini ada bersamamu. Menemanimu meniup lilin dan memotong kue ulang tahunmu yang berbentuk sepeda, seperti mainan favoritmu itu. 

Sayang,

Sudah berapa lama kita tak bertemu Nak? Ingatkah kamu dengan pertemuan kita terakhir di rumah Eyang? Itu sudah sebulan yang lalu Nak. Rasanya sudah lama sekali Ibu tak melihat sosokmu yang mengemaskan. Saat Ibu meninggalkanmu, kamu sedang asyik menaiki sepeda roda tiga hadiah ulang tahunmu yang pertama. Ibu ingin sekali menemanimu bermain dengan sepeda birumu itu, tapi apa daya, bahkan Ibu pun tidak sanggup meninggalkan sebuah kecupan hangat ketika kita berpisah dulu.

Bermain Sepeda

Bukan berarti Ibu tidak sayang. Jika kamu melihat kondisi Ibu, pasti kamu mengerti sebab tak bisa menciummu. Mulut Ibu membengkak dan ada perdarahan. Suara Ibu juga serak. Badan Ibu jadi kurus sekali, mulut Ibu rasanya nyeri, sehingga Ibu susah makan karena mulut Ibu tidak bisa dipakai untuk mengunyah dan menelan makanan. Bahkan Ibu harus berkomunikasi dengan bahasa isyarat karena Ibu mengalami kesulitan berbicara. 

Anakku,

Ibu rindu sekali. Ibu ingin menyusuimu lagi. Ibu terpaksa harus menyapihmu dini.

Bolak balik Ibu membuka akun Facebook Eyangmu hanya untuk melihat fotomu. Eyangmu tidak tahu jika Ibu setiap hari mengunjungi akunnya. Iya, Ibu menggunakan akun samaran dan foto orang lain demi mengobati kerinduan ini Nak. Cuma denganmu Ibu bocorkan rahasia ini. Siapa tau jika kelak kamu sudah bisa membuat akun Facebook, tolong tambahkan Ibu sebagai salah satu teman mayamu ya Nak. Ini akun Ibu: ZOMBIGARET. Pasti dengan mudah kamu bisa langsung menemukan akun Ibu.

Zombigaret. Teman-teman Ibu disini memanggil Ibu dengan nama itu. Nama yang mereka berikan karena sosok Ibu yang sekarang seperti monster yang mengerikan, jelek sekali. Ibu pun yakin, jika kamu menemui Ibu, pasti kamu tidak mengenali sosok Ibu lagi. Mungkin kamu akan lari menjauhi Ibu.

Jagoan Ibu, Ibu sedih sekali…

Ibu harus rela berpisah ribuan kilometer denganmu entah untuk berapa lama. Perpisahan menyedihkan ini adalah perpisahan kedua yang harus Ibu jalani setahun terakhir. Tahun lalu, Ayah dan Ibu bertengkar hebat sehingga kami harus berpisah. Ayahmu pergi tanpa meninggalkan kabar. Nafkah kita pun terlantar sehingga terpaksa Ibu harus memboyongmu ke rumah Eyang di Jogja.

Ibu malu dengan keadaan kita Nak. Keluarga kita tercerai berai, belum lagi omongan tetangga yang mengatakan Ibu sebagai janda muda genit. Kenyataan ini membawa Ibu kembali menyentuh barang haram yang dulu pernah Ibu tinggalkan. 

Akmal sholeh,

Ibu harap kamu tidak meneladani sifat buruk Ibu. Cukuplah Ibu yang menjadi korban keganasan rokok. Memang Ibu sempat berhenti merokok ketika menikah karena permintaan Ayahmu. Perlu kamu ketahui Nak, bahwa Ibu sewaktu kerja dulu adalah perokok perempuan yang aktif. Dalam sehari Ibu bisa menghabiskan sebungkus rokok. Apalagi jika Ibu sedang berkumpul dengan teman-teman sosialita Ibu, bisa dipastikan Ibu habis dua bungkus rokok.

Ketika bertemu Ayahmu yang non perokok, Ibu langsung jatuh cinta. Tak berapa lama kami menikah dengan syarat Ibu berhenti merokok. Susah sekali Nak, Ibu harus curi-curi kesempatan untuk merokok supaya tidak ketahuan oleh Ayahmu.

Jika Ibu tahu rokok akan membawa kita ke kesengsaraan ini, Ibu pasti akan meninggalkannya jauh-jauh hari. Telingga Ibu terlalu bebal, mata Ibu telah buta, hati Ibu mati, dan kanker mulut sudah menyerang Ibu dengan ganasnya. Panggil Ibu Zombigaret.

Melati Keraton

Peluk cium,

Ibu Zombigaret

Di tanah Papua Ibu menemukan banyak sarang semut yang Ibu yakini bisa menyembuhkan penyakit Ibu ini dan kesembuhan Ibu adalah hadiah teristimewa untukmu. Happy birthday sayang.

***

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba penulisan dalam rangka Hari Tembakau sedunia yang diselenggarakan oleh Zombigaret dan berkerja sama dengan Kementrian Kesehatan. Alhamdulillah tulisan ini masuk sebagai juara kedua. Terimakasih.

Juara 2 Zombigaret

Comments

  1. selamat ulang tahun buat akmal,,moga bisa jadi kebanggaan orang tua 🙂

    1. aamiin… makasih mba dwi.. btw ikutan lomba diary zombigaret yuk..

  2. Putri says:

    Armita….u’re great mom!! semangat!!

    1. Makasih putri 😉

  3. rodamemn says:

    bagus, tapi semoga ini cuma fiksi ya…serem ngebayanginnya, naudzubilah…sehat terus ya akhmal sayang juga bundanya

    1. Alhamdulillah semua baik kak.. iya rokok emang mengerikan ya.. jangan sampai kita menyentuhnya.. :/

      Btw makasih ya kak dame udah nyolek aku.. kalau gak dicolekin kak dame aku gak tau kalau menang hehehe

      1. rodamemn says:

        hehehe, sama2…alhamdulillah ya…selamat 🙂

  4. rohmat says:

    Karyanya bagus. Selamat ya ..

    1. Alhamdulillah makasih ya Mas

  5. rohmat says:

    Selamat

  6. dahsyat! ceritanya hidup dan keren banget!
    selamat ya udah jadi juara. ibu keren banget :))

    1. Alhamdulillah… makasih yaa..

  7. Hot Sata says:

    Super sekali bu.Selamat ultah buat si kecil dan semoga banyak yg share.

    1. makasih banyak y

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *