Hai Mas Suami, Hadiahi Aku Ini


Tahun kemarin, saya dan suami punya sedikit rejeki lebih, yang kemudian kami gunakan untuk merenovasi halaman belakang rumah. Tidak luas sih, hanya sekitar 18 m2. Inginnya saya, separuh dibuatkan dapur dan yang separuhnya lagi dibikin taman. Nah di taman belakang ini, ada air terjun kecil dengan kolam ikan di bawahnya. Di bayangan, nanti saya bisa masak sambil dengar gemericik air dan ditemani ikan-ikan kecil hilir mudik di kolam sambil sesekali melirik ke taman belakang. Mata pasti segar, pikiran tentram, memasak jadi lancar, dan makanan pun enak disantap. So yummiee…

Anak saya, Akmal (sekarang umur 2 tahun) ternyata juga suka dengan ikan. Setiap kali lihat ikan, dia pasti minta berhenti dan nongkrong depan kolam untuk mengamati mereka. Kata-kata “wow”, “keren” sering terlontar dari mulut kecilnya ketika melihat ikan-ikan ini.

Proposal membangun dapur yang bersebelahan dengan kolam ikan dan taman saya sampaikan ke suami. Dapur oke disetujui, tapi kolam ikan? hmm.. sepertinya tidak bisa dikabulkan. Dia khawatir nanti Akmal (yang waktu itu masih belajar jalan) bisa tercebur ke kolam.

Tentu saya tidak menyerah begitu saja dengan penolakannya. Saya terus merayunya untuk minta dibuatkan kolam ikan dibelakang. Dia tetap tidak mengijinkan.

“Oke, bagaimana kalau di taman depan Mas?” tawar saya

No!” jawabnya

Oh tidak, kolam di taman belakang tak mau, di taman depan pun dia tak setuju. Saya tetap masih membayangkan seandainya punya kolam ikan, Akmal akan punya waktu ‘me time’nya bermain-main dengan ikan seperti terlihat saat dia asyik melihat ikan di RS Cicendo Bandung ini.

Akmal asyik lihat ikan di RS Cicendo Bandung
Akmal asyik lihat ikan di RS Cicendo Bandung

Saya tetap keukeuh pengen piara ikan. Tak habis akal, tahun lalu saya pun menawar minta dibikinkan AQUARIUM. Tak ada kolam ikan, aquarium pun boleh. Toh isinya sama-sama ikan, pikir saya. Hehe, daripada ribut, mending cari jalan tengahnya. Kan kalau aquarium, Akmal gak bakalan nyebur ke situ. Hehe. Suami setuju untuk menghadiahi saya sebuah aquarium sebagai ganti kolam ikan dan sekaligus sebagai kado ulang tahun saya tahun lalu. Alhamdulillah, lega… 🙂

Setahun berlalu, ini sudah mau bulan Februari lagi. Ulang tahun saya sudah di depan mata. Kira-kira nanti teman sekamar saya yang ganteng itu mau kasih apa ya?

Hmm… sebenarnya gak terlalu berharap lebih sih. La wong kado aquarium yang tahun kemarin saja belum datang-datang. Hiks 😦

Mumpung masih ada waktu sebulan lagi menjelang ulang tahun saya, kepada Mas Suami yang paling aku kasihi, melalui blog ini (dan pas banget Mami Ubii bikin GA), mana AQUARIUM saya? Tolong segera dilakukan pengiriman ke rumah ya. Istrimu ini sudah sangat menanti-nanti kedatangan ikan-ikan mungil itu.

Oke Mas Suami, tolong hadiahi aku AQUARIUM (di capslk dan bold biar jelas) ya… demi kelangsungan kesejahteraan rumah tangga kita. Nanti aku limpahimu dengan cinta berjuta-juta. Oke? Pleaaaseee… 

GA Mami Ubii

10 thoughts on “Hai Mas Suami, Hadiahi Aku Ini

  1. senang sih lihat ikan berenang, nenangin …
    katanya itu bisa jadi salah satu cara menghilangkan aneka stress.., didukung bangt deh … pak suami,

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s