Awal Mula Menjadi Penerjemah

Sumber Gambar
Sumber Gambar

Tahun 2009-2010, saya bekerja sebagai seorang pegawai di sebuah lembaga konsultan lingkungan di kota Bogor. Dalam kurun waktu tersebut, saya ditugasi sebagai Koordinator Departemen Outreach dengan tugas menangani kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh perusahaan terkait dengan Corporate Social Responsibility, menangani dokumen perusahaan yang berbahasa Inggris, dan sejumlah tugas lain yang ditugaskan oleh perusahaan kepada saya.

Perusahaan tempat saya bekerja ini banyak menghasilkan laporan-laporan yang harus dituliskan dalam dua bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Dinilai memiliki kemampuan lebih dalam berbahasa Inggris, perusahaan kemudian mempercayai saya untuk menangani tugas ini. Sekali-kali, saya diberikan kesempatan untuk menerjemahkan dokumen perusahaan.

Tahun 2010, saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan saya ke tingkat Master di kota yang sama. Karena saya ingin fokus pada studi, kemudian saya memutuskan untuk resign dari perusahaan ini. Alhamdulillah, di sela-sela kegiatan saya menjadi mahasiswa, saya masih diberikan kepercayaan oleh perusahaan untuk menjadi research associate dan membantu menerjemahkan dokumen-dokumen perusahaan.

Berawal dari sini, saya kemudian mulai karir menjadi penerjemah dokumen khususnya dokumen lingkungan, pertanian, bisnis, manajemen, dan lain-lain. Selain perusahaan tempat saya bekerja dulu, ada juga beberapa perusahaan yang mulai menggunakan jasa saya. Tidak hanya perusahaan saja, namun ada juga perorangan. Misalnya, ada seorang kandidat master dan doktor yang membutuhkan bantuan untuk menerjemahkan tesis atau disertasi mereka.

Kira-kira sudah 4 tahun saya menjalaninya dan saya sangat menikmati profesi menjadi penerjemah.

Comments

  1. Maureen says:

    Wah seru ya Mak! Saya juga kadang suka bantu-bantu terjemahin dokumen dulu waktu masih kerja kantoran dan sekarang juga kadang nerima dari keluarga hahaha tapi saya belum berani jadi penterjemah ‘resmi’. Sukses ya Mak!

    1. iya seru banget mak. bisa sambil kerja dari rumah dan gak perlu ‘ngantor’. makasih ya mak doanya

  2. ophi ziadah says:

    Waah seru mak…sering terpikir bisa punya pekerjaan yg bs mengatur jadwal kerja sendiri spt ini dan tidak terpaku oleh jadwal harian. Pun bisa menjadi manager bagi diri sendiri tdk diatur2 orang terus hahaha.
    Aku punya bakat apa yaa???*tanya diri sendiri*

    1. iya alhamdulillahh… aku juga seneng banget mak mulai profesi jadi penerjemah ini. Yakin deh Mak Ophi pasti punya bakat juga..

  3. m_rifqi_s says:

    Kalau udah seneng sama pekerjaan pasti bawaannya enak terus 🙂

  4. dsismyname says:

    cerita saya agak mirip. dulu saya editor komik korea. setelah kontrak selesai, saya masih dipercaya untuk menerjemahkan atau menyunting komik-komik di kantor itu. sekarang juga lagi merintis jadi penerjemah selain komik dan bahasa korea. ^^ sukses selalu, mbak! ^^

    1. Rejeki emang gak kemana ya Mbak..

  5. Dian Rustya says:

    Wwwaaaahh pekerjaannya menyenangkan ya mbak ^_^

    1. Alhamdulillah Mba Dian. Semoga tetap bisa mempertahankan profesi ini ya.

  6. […] bahwa aku juga adalah seorang penerjemah dokumen untuk pasangan Bahasa Indonesia-Bahasa Inggris. Awal cerita menjadi penerjemah, pernah aku ceritakan di blog ini […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *