Melek Gizi untuk Menghindari Bayi dengan BBLR


Aminah, demikian namanya. Saya mengenalnya beberapa bulan yang lalu saat kami sama-sama melahirkan anak kami. Saya akan melahirkan anak pertama sedangkan Mbak Aminah melahirkan anak ketiganya. Klinik Bidan Desa “Siti” menjadi saksi bisu perkenalan kami. Sambil menunggu pembukaan lengkap, saya mengisi waktu untuk berbincang-bincang dengannya. Saya memanggilnya Mbak Aminah, karena memang dia beberapa tahun lebih tua dari saya.

Tingginya kurang lebih 155 cm dengan berat badan saya taksir sekitar 48-50 kg. Menurut saya, Mbak Aminah masih terlalu ramping untuk seorang ibu hamil dengan umur kandungan 9 bulan. Matanya sayu dengan lingkar hitam dan kantung mata mengantung. Beberapa keriput mulai tampak di wajahnya, padahal usianya baru 30 tahun. Nampak lebih tua dari umur yang seharusnya. Kulit wajahnya juga menampakkan beberapa titik hitam, yang saya duga adalah dampak lanjut dari paparan sinar matahari. Dari hasil perbincangan kami, Mbak Aminah adalah seorang istri buruh petani cabai di dekat komplek perumahan tempat saya tinggal. Setiap hari Mbak Aminah membantu suaminya berkebun cabai di sepetak tanah yang mereka sewa. Ketika hamil pun, Mbak Aminah masih setia membantu suaminya bertani cabai.

Malam itu, saya melahirkan terlebih dahulu dan Mbak Aminah masih menunggu pembukaannya lengkap. Bayi saya lahir dengan sehat, selamat, tanpa kurang suatu apapun. Berat badan bayi saya 3.6 kg dengan panjang 51 cm. Puji syukur berulang kali kami panjatkan kepada Tuhan Sang Pemilik Kehidupan.

Bayi saya lahir sehat dan sempurna
Bayi saya lahir sehat dan sempurna

Tiga jam setelahnya, Mbak Aminah juga melahirkan. Saya dengar rintihan Mbak Aminah dari kamar pemulihan. Suami Mbak Aminah terus menemani istri tercintanya dan memberikan dorongan kekuatan. Tak berapa lama, bayi laki-laki mereka lahir. Namun berat badan bayi mereka hanya 2.1 kg. Ukuran yang kecil untuk berat badan bayi yang baru lahir padahal sudah cukup bulan.

Saya cukup prihatin mendengar kondisi bayi Mbak Aminah. Meskipun bayi mereka terlihat lengkap dan sempurna dari luar, tapi saya khawatir dengan pertumbuhannya kelak. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2.5 kg dan beresiko mengalami kematian 5 kali lebih tinggi daripada bayi dengan berat badan normal [1]. Resiko yang dapat terjadi pada bayi dengan BBLR adalah hipotermia, hipertermia; hipoglikemia, paru belum berkembang, gangguan pencernaan, mudah terkena infeksi, anemia, mudah kuning, perdarahan otak, gangguan jantung. Sedangkan dalam jangka panjang dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan, gangguan perkembangan, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran dan penyakit paru kronik [2].

Bidan yang membantu persalinan Mbak Aminah mengatakan bahwa Mbak Aminah mengalami malnutrisi selama kehamilannya sehingga berat badan bayi yang dilahirkannya berada di bawah garis normal. Tingkat pendidikan Mbak Aminah yang hanya SD saya duga juga menjadi penyebab mengapa dia kurang memiliki pengetahuan yang cukup akan pentingnya nutrisi selama kehamilan. Istilahnya, Mbak Aminah kurang melek gizi. Faktor ekonomi keluarganya yang pas-pasan pun turut menjadi salah satu faktor penentunya juga. Mbak Aminah jarang memeriksakan kondisi kandungannya karena keterbatasan uang, padahal hal ini penting untuk memantau perkembangan janinnya.

Kasus BBLR ini tidak hanya dialami oleh Mbak Aminah saja. Angka kejadian BBLR di Indonesia berkisar 9-30% bervariasi antara satu daerah dengan daerah lain [2]. Seandainya ibu-ibu hamil seperti Mbak Aminah dan yang lain tau bahwa kasus BBLR ini bisa dicegah dengan perbaikan nutrisi maka kasus ini diharapkan tidak semakin meninggi.

Mengkonsumsi makanan yang sehat dan seimbang sangat diperlukan selamat kehamilan untuk memaksimalkan pertumbuhan dan perkembangan janin. Ibu hamil harus meningkatkan asupan nutrisi dan gizinya karena untuk kebutuhan 2 orang yaitu dirinya dan juga janin yang ada dalam kandungannya. Beberapa zat gizi yang kebutuhannya meningkat selama kehamilan, antara lain karbohidrat, protein, kalsium, zat besi, asam folat, dan yodium. Jika ibu memiliki asupan gizi yang baik selama kehamilan, kesehatan ibu dapat ditingkatkan, dan bayi yang dilahirkan akan dapat terhindar dari BBLR, sehat dan sempurna.

Kasus bayi dengan BBLR ini adalah tanggung jawab bersama antara peran keluarga, masyarakat, swasta dan pemerintah. Secara sinergi, keluarga, masyarakat, swasta dan pemerintah dapat bergerak bersama-sama untuk mengurangi resiko lahirnya bayi dengan BBLR.

Baru-baru ini, Sarihusada sebagai pihak swasta bersama berbagai komunitas peduli gizi mengadakan “Karnaval Ayo Melek Gizi” untuk mendukung peningkatan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan gizi seimbang dan pola makan sehat. Karnaval gizi ini diselenggarakan pada Minggu 25 Januari 2015, dan bersamaan dengan momentum Hari Gizi Nasional ini dibuka oleh Ibu Heppy Farida Djarot, istri Wakil Gubernir DKI Jakarta, serta Presiden Direktur Sarihusada Olivier Pierredon.

karnavalgizi
Serunya Acara #KarnavalGizi oleh Sarihusada (sumber: http://nutrisiuntukbangsa.org/karnaval-ayo-melek-gizi-sarihusada/)

Presiden Direktur Sarihusada Olivier Pierredon mengatakan bahwa Sarihusada memiliki komitmen untuk terus mendukung upaya-upaya perbaikan gizi di Indonesia melalui penyediaan produk nutrisi yang berkualitas dan terjangkau, serta inisiatif edukasi dan sosial untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi.

Karnaval Ayo Melek Gizi dikemas menjadi bentuk acara yang unik, menghibur dan tidak membosankan. Ada pertunjukan parade sepeda onthel yang dihias dengan bahan pangan sumber gizi, parade ondel-ondel berhias kostum gizi (buah dan sayur), parade kostum buah dan sayur. Ada juga parade musik tradisional. Parade ini melintasi rute Monas menuju Bundaran HI dan kembali lagi ke Monas.

Sarihusada juga menyelenggarakan demo cara-cara mengolah makanan sehat dan bergizi melalui demo masak makanan sehat oleh Chef Muto. Siapa yang tidak kenal dengan Chef Muto, beliau adalah host program televisi ‘KungFu Chef’.

Acara ini diselenggarakan dengan cukup meriah dan ramai sekali. Banyak masyarakat yang datang untuk melihat dan berpartisipasi dalam acara yang di dominasi berwarna merah ini, warna yang melambangkan semangat yang berkobar. Masyarakat juga bisa ikut program edukasi dan konsultasi gizi di lokasi acara. Ada juga acara pembagian susu sebanyak 2.015 box oleh Sarihusada sebagai donasi kepada anak-anak panti asuhan.

Terbayang kan ya bagaimana meriahnya. Lihat saja di video berikut ini:

Jika saja Mbak Aminah tahu ada event #KarnavalGizi seperti yang diselenggarakan oleh Sarihusada ini, dia pasti akan datang. Acara seperti ini sangat membantu orang seperti Mbak Aminah dan juga saya untuk lebih melek gizi. Sayang sekali kami gak bisa hadir di acara tersebut padahal banyak ilmu yang dapat diperoleh terutama terkait dengan perbaikan gizi. Pastinya banyak konsultan gizi di acara tersebut yang bisa di ajak diskusi mengenai pemenuhan gizi seimbang untuk ibu hamil agar terhindar dari BBLR.

Syukurlah sekarang ada media online yang bisa di akses untuk tetap mendapatkan informasi mengenai masalah gizi. Misalnya melalui website Nutrisi Untuk Bangsa yang beralamatkan di http://nutrisiuntukbangsa.org/. Tinggal bongkar-bongkar file yang ada di website ini, kita bisa mendapatkan informasi yang kita perlukan, termasuk informasi mengenai bagaimana agar melek gizi, informasi mengenai kehamilan, mal nutrisi, menyusui, dan lain-lain. Lengkap deh.

Pengetahuan akan pentingnya gizi terutama untuk ibu hamil sangat berperan terhadap kelahiran bayi yang sehat dan terhindar dari BBLR. Tentunya, bayi yang sehat adalah ujung tombak dari pembangunan sebuah bangsa. Semoga dengan semakin banyaknya pihak yang peduli dengan pentingnya pengetahuan gizi, status gizi masyarakat akan semakin meningkat sehingga kesejahteraan dan perekonomian pun semakin membaik.

Sumber:

[1] http://doktersehat.com/penyebab-bayi-lahir-dengan-berat-badan-rendah/

[2] http://www.anakku.net/meneropong-penyebab-bayi-berat-lahir-rendah.html

2 thoughts on “Melek Gizi untuk Menghindari Bayi dengan BBLR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s