Bubur Mutiara “Cinta Ibu”


Dua hari yang lalu, lihat anak saya, Akmal (2 tahun) lahap banget makan kolak pisang di rumah tetangga. Satu mangkok habis. Memang sih, saya jarang bikin kolak, soalnya gak kuat sama manisnya. Eh la kok ini Akmal malah doyan banget.

Lihat nafsu ngemil Akmal yang naik daun dengan makan kolak, saya jadi kepikiran untuk buatin dia kolak juga. Tapi e tapi, lihat stok di rumah gak ada bahan buat bikin kolak. Hahaha. Yang ada cuma santan dan bubur mutiara. Ya wes, eksekusi aja deh bubur mutiaranya. Mutiara ini terbuat dari sari pati sagu yang dibentuk bola-bola kecil.

Sagu adalah salah satu jenis makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia selain nasi, dikonsumsi terutama oleh masyarakat di daerah Indonesia bagian timur. Peran sagu hampir sama dengan nasi, jagung, umbi-umbian yaitu sebagai sumber karbohidrat dimana karbohidrat merupakan pemasok utama kebutuhan energi tubuh.

Okelah, jadi deh kemarin saya buatin camilan sehat untuk Akmal yaitu bubur mutiara ‘Cinta Ibu’. Hahaha. Namanya lebay banget ya. Biarin deh, buatnya dengan penuh cinta soalnya. Qiiqiiqii. Cara bikin Bubur Mutiara “Cinta Ibu” gampang banget. Saya yakin teman-teman juga pasti bisa kok.

Bubur Mutiara “Cinta Ibu”
Bubur Mutiara “Cinta Ibu”

Bahan :

  • 100 gram bubur sagu mutiara
  • 600 ml air
  • 50 gram gula pasir
  • 1/4 sendok teh garam
  • 2 lembar daun pandan
  • Santan rebus secukupnya

Cara membuat :

  1. Berdoa sebelum memasak agar nanti masakan kita jadi sedap, enak, dan mantap.
  2. Rendam sagu mutiara di air bersih. Saya rendam satu jam doang, soalnya Akmal udah teriak-teriak gak sabar pengen cepet dimasak.
  3. Rebus air hingga masak, masukkan daun pandan dan bubur mutiara yang sudah direndam tadi.
  4. Tambahkan gula dan aduk hingga mengental
  5. Di panci lain, rebus santan bersama daun pandan dan garam hingga mendidih.
  6. Sajikan bubur mutiara dengan siraman santan.
Akmal (2 tahun) lahap makan bubur mutiara
Akmal (2 tahun) lahap makan bubur mutiara

Bagaimana reaksi Akmal? Wah lahap sekali makannya. Rasanya campuran manis dan gurih. Nyam..nyam.. Ini kemarin dimakan buat camilan sehat sore sambil nunggu ayahnya pulang dari kantor. Satu mangkok besar habis berdua dengan saya, soalnya sayanya mupeng, ngiler pengen ikutan nyobain Bubur Mutiara “Cinta Ibu” juga. Hihihi. 😀

Garam dan Gula untuk Bayi

Bubur mutiara ini cocok untuk diberikan kepada anak yang berumur satu tahun lebih (1y+) karena mengandung garam, gula, dan santan. Pemberian gula dan garam untuk MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) sebaiknya dihindari untuk bayi yang berusia dibawah satu tahun. Sumber gula yang sehat dan alami bisa diperoleh oleh bayi dari sumber makanan segar seperti buah-buahan, sayur, nasi. Pemberian gula berlebih pada bayi di bawah satu tahun beresiko dapat menyebabkan kegemukan dan juga diabetes.

Sedangkan garam atau natrium dapat diperoleh dari makanan hewani dan susu serta hasil olahan susu seperti yogurt, keju. Pemberian garam pada bayi di bawah satu tahun sebaiknya tidak dilakukan karena bayi masih sangat sensitif terhadap garam sehingga tekanan darah bayi dapat melonjak tinggi. Bagi bayi yang berusia di bawah satu tahun, makanan alami yang beragam sudah cukup memberikan asupan gula dan natrium, tidak perlu tambahan dari gula pasir dan garam.

Untuk anak yang berusia di atas satu tahun, menu makanan sudah mengikuti menu keluarga. Hanya porsinya saja yang lebih kecil. Oleh karenanya, pemberian gula dan garam sudah diperbolehkan. Balita yang berusia 1-3 tahun membutuhkan garam tidak lebih dari 2 gram [1] sedangkan gula yang diberikan jumlahnya juga sedikit saja.

Tips:

Bubur mutiara bisa direndam selama 4-5 jam biar cepat empuk dan proses memasaknya jadi cepat deh.

dariperempuan

Sumber:

1. http://www.makananbayi-sehat.com/2013/07/penambahan-gula-dan-garam-pada-makanan.html#.VQNuI3yUeeY

Alhamdulillah mendapatkan hadiah hiburan dari Dari Perempuan dan NUK. Terimakasih.

31 thoughts on “Bubur Mutiara “Cinta Ibu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s