Hamil dengan Riwayat Varises Vagina


Hamil dengan Riwayat Varises Vagina

“Ceu, tolong infus donk, ini Bu Mita pendarahannya banyak” kata Ibu Bidan sambil tetap berkonsentrasi melanjutkan proses penjahitan karena robekan persalinan di area kewanitaan saya.

Wanita separuh baya yang dipanggil dengan Ceu (kakak perempuan dalam Bahasa Sunda) oleh Bu Bidan tersebut langsung sigap menyiapkan perlengkapan infus. Beberapa detik kemudian, jarum infus sudah masuk ke pembuluh darah di pergelangan tangan kanan saya. Sebuah labu berisi cairan infus terhubung melalui selang panjang infus tersebut. Tindakan medis tersebut kemudian diikuti dengan penyuntikkan sebuah cairan di paha kanan saya untuk menghentikan pendarahan.

Masih jelas dalam ingatan saya, bagaimana proses melahirkan anak pertama saya, Akmal Albyaksa Hasan (baca Menyambut Kelahiran Akmal 1 dan Menyambut Kelahiran Akmal 2). Saya sempat mengalami pendarahan sehingga saya kehilangan banyak darah. Menurut Ibu Bidan yang membantu persalinan saya, ada sekitar 500ml darah yang mengucur hilang. Ibu Bidan menyebutkan bahwa pendarahan ini dikarenakan saya memiliki varises di area kewanitaan yang dikenal dengan nama varises vagina. Untunglah Ibu Bidan dan asistennya sangat sigap dengan langsung menyuntikkan cairan infus dan suntik anti pendarahan sehingga saya masih tertolong. Jika tidak, entahlah apa yang terjadi. Ibu Bidan juga memberikan pengertian bahwa varises vagina yang saya alami cukup ringan sehingga tidak akan berakibat terlalu fatal.

Terus terang, saat persalinan pertama itulah saya baru pertama kali mendengar istilah varises vagina. Adalah kelalaian saya tidak banyak belajar dan menggali ilmu mengenai jenis-jenis penyakit yang mungkin dialami oleh ibu hamil. Termasuk juga tidak belajar mengenai varises vagina. Kenangan pendarahan dan varises vagina yang saya alami pada kehamilan pertama ini menyisakan sedikit trauma sehingga saya masih agak takut untuk hamil kembali.

Sebetulnya, kehamilan pertama saya nyaris sempurna. Tidak ada masalah yang berarti. Morning sickness pada trimester pertama tidak saya alami, saya hamil kebo (baca: Cerita Kehamilan Trimester 1). Pada trimester kedua pun saya masih bisa beraktivitas secara normal. Kepayahan pada trimester ketiga pun bisa tertangani dengan baik. Di kehamilan 37 minggu, saya sudah merasakan pembukaan 2, namun masih dalam kala 1, fase laten. Pembukaan 2 ini saya alami selama 2 minggu. Selengkapnya pernah saya ceritakan di tulisan Periksa Dalam di Kehamilan 37w. Masalah justru saya hadapi ketika proses persalinan yaitu adanya pendarahan yang disebabkan oleh varises vagina.

Hamil Anak Pertama
Hamil Anak Pertama

 Apa Itu Varises Vagina?

Varises adalah pembuluh darah balik di bawah kulit atau selaput lendir (mukosa) yang melebar dan berkelok/melingkar akibat kelainan katup dalam pembuluh darah balik tersebut. Biasanya varises terjadi pada tangan dan kaki, namun pada beberapa orang dapat terjadi di tempat-tempat lain seperti pada lambung, rectum (usus besar dekat anus), vagina, skrotum, dan vulva (bibir kemaluan). Varises vagina adalah pembuluh darah yang terlihat menggembung di dinding vagina atau terasa menggembung di dalam vagina itu sendiri [1].

Dimana Varises Vagina Terjadi?

Jika biasanya varises terjadi di kaki atau tangan, maka varises vagina terjadi di vagina, tepatnya terjadi di labia mayora, yaitu bagian terluar yang berbentuk dua bibir besar [2].

Kapan Varises Vagina Terjadi?

Varises vagina ini sering timbul saat hamil terutama ketika memasuki akhir masa kehamilan. Untungnya varises pada vagina jarang menimbulkan masalah serius pada ibu hamil dan tidak mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandungnya [2]. Seperti yang saya alami, varises vagina hanya timbul pada saat hamil dan hilang lagi ketika saya tidak hamil. Apabila ibu hamil lagi, pada umumnya varises akan datang kembali [1].

Siapa Saja yang Dapat Mengalami Varises Vagina?

Sekitar 20-30% ibu hamil mengalami varises [2] dan saya termasuk salah satu diantaranya.

Bagaimana Ciri-Ciri Varises Vagina?

Ciri-ciri varises pada vagina adalah permukaan labia mayora tampak tidak rata, ada tonjolan-tonjolan yang berkelok-kelok dan berwarna agak kebiruan. Kadang terlihat seperti sekumpulan urat [2]. Untungnya, saya tidak sampai mengalami gejala ini karena varises vagina pada kehamilan pertama cukup ringan. Saya tidak sampai merasakan adanya tonjolan urat. Penderita varises vagina biasanya juga sering mengeluhkan mengalami pegal-pegal di sekitar organ intim [2].

Apa Resiko yang Dialami Penderita Varises Vagina?

Varises vagina tidak membahayakan kehamilan namun pada proses persalinan ada kemungkinan pembuluh darah mengalami sobek yang kemudian dapat memicu terjadinya robekan pada vagina dan menyebabkan pendarahan [2]. Jika pendarahannya hebat dan tidak tertangani maka bisa berakibat pada kematian.

 Apa Saja Faktor yang Menyebabkan Varises Vagina?
Pada kasus saya, selama kehamilan pertama, saya terlalu banyak beraktivitas di belakang komputer yang menuntut saya harus banyak duduk. Pekerjaan saya sebagai penerjemah sering membuat saya harus duduk sampai larut malam. Salahnya, saya tidak terlalu banyak menyelinginya dengan aktivitas lain seperti olahraga ringan. Kalau sudah asyik bekerja di depan komputer, saya bisa betah duduk berjam-jam. Bahkan sampai 15 jam per hari. Kurangnya pergerakan tersebut rupanya menyebabkan otot sekitar pembuluh darah vena tidak mampu memompa darah secara maksimal.

Selain itu, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan adanya varises vagina, yaitu peningkatan hormon progesteron, tekanan uterus, ibu hamil yang mempunyai riwayat melahirkan banyak anak, faktor keturunan, merokok, kolesterol dan diabetes, dan juga wanita yang sering memakai sepatu hak tinggi [2].

Dalam kondisi hamil, saya tetap bekerja.
Hamil tua dan tetap bekerja

Bulan Agustus 2014 lalu, Allah SWT berkehendak dengan memberi kami sebuah kepercayaan baru lagi. Allah menitipkan seorang janin pada rahim saya. Janin yang harus saya jaga pertumbuhan dan perkembangannya selama 40 minggu. Baik tidaknya sang janin ada pada saya karena saya satu-satunya sumber nutrisinya. Antara percaya dan tidak, kehendak Allah ini datang lebih cepat dari apa yang kami rencanakan. Bayang-bayang proses persalinan pertama dengan kasus pendarahan akibat varises vagina pun terus menghantui saya pada masa-masa awal kehamilan.

Hamil dengan riwayat varises vagina tidaklah mudah bagi saya. Bagaimana jika selama hamil nanti varises vaginanya muncul lagi dan lebih parah. Apalagi wanita yang sudah pernah mengalami varises vagina berpotensi lebih tinggi menderita varises vagina lagi. Saya juga pernah mendengar apabila varises vagina yang diderita cukup berat, sang ibu tidak bisa melahirkan dengan proses normal. Dokter biasanya akan merekomendasikan untuk operasi caesar. Hmm.. saya masih takut kalau harus di operasi. Hiks. Saya khawatir pada persalinan kedua nanti saya mengalami pendarahan lagi. Saya takut mati karena kehilangan banyak darah. Nanti kalau saya mati, siapa yang akan menyusui anak saya, siapa yang akan merawat dan membesarkan kedua anak saya, bagaimana kehidupan keluarga saya nanti jika saya meninggal, apakah nanti suami saya bakal menikah lagi dan pertanyaan-pertanyaan lain.

Berkaca pada kasus kehamilan pertama, saya jadi banyak belajar dan memberdayakan diri lagi. Saya tidak mau kasus varises vagina muncul lagi pada kehamilan kedua. Saya menginginkan kehamilan kedua ini berjalan dengan tenang, bahagia, sehat, dan tidak ada bayang-bayang penyakit varises vagina.

Jalani Hamil dengan Suka Cita
Jalani Kehamilan Kedua dengan Suka Cita

Ada beberapa langkah yang saya lakukan selama kehamilan kedua yang lalu untuk mengurangi resiko terjadinya varises vagina. Mungkin tips sederhana ini bisa juga diterapkan oleh ibu-ibu yang saat ini sedang mengandung atau merencanakan kehamilan sehingga dapat terhindar dari varises vagina.

1. Mengurangi aktivitas duduk yang berlebihan.

Saya tidak mau mengulangi lagi kesalahan seperti yang terjadi pada kehamilan pertama, sehingga pada kehamilan kedua ini, saya tidak terlalu banyak menerima pekerjaan penerjemahan. Tidak banyak target terjemahan yang saya bidik. Semampunya saja. Toh saya punya kewajiban lain yang tidak kalah penting yaitu menjaga dan merawat anak pertama Akmal dan juga sang janin yang ada dalam perut saya. Biarlah suami yang fokus mencari nafkah untuk kami dan tugas saya hanya bantu-bantu saja. Memang sih, pemasukan jadi agak berkurang, tapi percayalah bahwa rejeki tidak akan pernah tertukar dan terus akan datang selama kita masih berusaha. Sebagai gantinya, saya lebih banyak bermain dengan si kecil baik mengajakknya bermain di dalam rumah, main ke tetangga, outdoor activities, apapun yang dia suka sambil quality time untuk memanfaatkan waktu sebelum adiknya lahir.

Bermain bersama si sulung Akmal. Foto diambil saat hamil 5 bulan.
Bermain bersama si sulung Akmal. Foto diambil saat hamil 5 bulan.

2. Mengenakan sepatu atau sandal tanpa hak.

Jika di kehamilan pertama saya masih suka curi-curi kesempatan untuk memakai sepatu atau sandal berhak, kali ini pada kehamilan kedua saya konsisten untuk memakai sepatu atau sandal flat. Selain untuk mengurangi resiko penyumbatan darah, sepatu atau sandal flat membuat aktivitas saya menjadi lebih nyaman. Apalagi saya juga punya anak pertama yang sedang aktif-aktifnya. Mengejar-ngejar Akmal akan menjadi sangat merepotkan jika saya memakai alas kaki berhak. Suami juga sering protes jika melihat saya berdiri di depan rak sepatu dan mengeluarkan sepatu atau sandal tinggi.

Curi-curi kesempatan pakai sendal hak tinggi di kehamilan pertama. :D :D
Curi-curi kesempatan pakai sendal hak tinggi di kehamilan pertama. 😀 😀

3. Menganjal kaki dengan bantal.

Selain karena alasan kenyamanan, kaki yang posisinya lebih tinggi dapat membantu melancarkan aliran darah sehingga dapat memperkecil kemungkinan munculnya varises vagina. Kaki biasanya suka saya ganjal dengan bantal ketika saya tidur. Saya juga menggunakan guling untuk dijepit diantara kaki ketika tidur dengan posisi miring. Tidur bisa menjadi lebih nyaman dan nyenyak.

4. Tetap aktif dan olahraga ringan.

Untungnya hamil dan masih punya anak balita yang sedang aktif-aktifnya adalah bisa sambil mengasuh dan olahraga ringan dalam waktu yang bersamaan. Sambil mengawasi Akmal yang bermain di halaman, saya bisa sambil jalan-jalan santai. Bahkan saya sempat loh berkuda ketika hamil 4 bulan, hehehe. Tentunya jenis aktivitas-aktivitas yang saya jalani tersebut masih terkontrol ya, tidak melebihi batas kemampuan saya, dan tidak memaksakan diri.

4 bulan kehamilan dan masih bisa berkuda
4 bulan kehamilan dan masih bisa berkuda

Senam hamil juga rajin saya praktekkan sejak kehamilan masuk 28 minggu. Jika tidak sempat ikut senam kehamilan bersama di rumah sakit, saya biasanya praktek sendiri di rumah. Mudah kok. Suami juga ikut bantuin loh dengan mengunduh video senam hamil dan yoga untuk kehamilan di Youtube dan memberikan hasil unduhannya tersebut ke saya. Alhamdulillah punya suami yang mau di ajak kerjasama.

Senam hamil sambil ditemani Akmal
Senam hamil sambil ditemani Akmal

5. Mengkonsumsi makanan sehat, bergizi dan berimbang.

Sejak tahu saya hamil, saya lebih mengatur makanan yang masuk ke dalam tubuh. Saya tidak lagi sembarangan mengkonsumsi makanan junkfood, lalapan, dan makanan setengah matang. You are what you eat. Jika makanan yang ibu hamil konsumsi sehat, bergizi dan berimbang maka ibu hamil menjadi lebih kuat dan sehat.

Cemilan sehat Ibu Hamil: roti dan segelas lemon hangat.
Cemilan sehat Ibu Hamil: roti dan segelas lemon hangat.

5. Rajin memeriksakan kandungan.

Hamil dengan riwayat varises vagina ini membuat saya jadi lebih mawas diri. Hampir setiap bulan pada trimester 1 dan 2, saya selalu pergi ke dokter untuk memeriksakan kondisi saya dan sang janin. Pada trimester 3, setiap 2 minggu sekali saya pasti ke dokter dan setiap minggu sejak kehamilan memasuki 37 minggu. Tidak lupa saya ceritakan kondisi kehamilan pertama saya bahwa saya pernah mengalami varises vagina sehingga dokter mengetahui riwayat saya dan kelak bisa melakukan tindakan yang tepat apabila terjadi sesuatu.

Hamil Anak Kedua
Sehari sebelum melahirkan anak kedua. Itu perut sudah di bawah banget, adik janin sudah siap lahir.

Konsisten melakukan keenam langkah tersebut di atas membuat kehamilan kedua saya yang lalu menjadi lebih sehat dan terbukti bahwa varises vagina tidak saya alami lagi. Alhamdulillah. Saya sempat menanyakan kepada dokter tentang kemungkinan saya melahirkan dengan normal dan dokter dengan yakin menjawab bahwa saya bisa melahirkan secara normal. Ibu Bidan yang membantu persalinan pertama saya juga mendukung bahwa meskipun saya memiliki riwayat varises vagina, namun saya tetap bisa melahirkan dengan normal karena pada kehamilan kedua ini varises vagina tidak muncul.

Dua minggu yang lalu tepatnya 12 Mei 2015, lahirlah putra kedua kami, Azril Adhiatqa Hasan dengan persalinan normal. Adik Azril lahir dengan sehat, selamat dan sempurna. Persalinan berjalan dengan sangat lancar dan proses yang cepat. Tidak ada pendarahan karena varises vagina seperti yang pernah saya khawatirkan dulu. Alhamdulillah.

Terimakasih ya semuanya yang sudah membantu dan mendoakan agar kehamilan dan persalinan saya berjalan dengan sehat, lancar, dan selamat. Semoga Allah SWT membalas kebaikan rekan-rekan semua.

Si sulung dan bungsu, semogaselalu akur dan saling menyayangi terus.
Si sulung dan bungsu, semogaselalu akur dan saling menyayangi terus.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Pregnancy Story Writing Competition oleh NUK Indonesia dan Alhamdulillah tercatat sebagai salah satu pemenangnya.

NUK

sumber:

[1] http://www.bidankita.com/varises-vagina/

[2] http://panduanlengkapuntukibuhamil.blogspot.com/2014/01/varises-vagina-pada-ibu-hamil.html

54 thoughts on “Hamil dengan Riwayat Varises Vagina

  1. berarti yang saya alami sekarang ini, termasuk ciri-ciri varises vagina ya, mbak. persoalannya sama, terlalu lama duduk depan pc, olahraga ringan juga belum maksimal, dan di area vagina saya kadang terasa linu, bahkan sampai nggak bisa buat jalan/bangun.. 😦

    tapi semoga persalinanku bulan depan bisa normal dan lancar. amin.. *jadi takut*

    Like

  2. Langsingnyaaaaaa :D. Padahal saya sudah geer kalau hamil langsing, eh ternyata Mak Armita lebih-lebih singset lagi hihihi *tutupMuka*. Btw, saya baru nyadar saya waktu hamil 1&2 belum terlalu tergila-gila ngeblog. Sekarang nih jadi sering duduk mantengin laptop huhuhu. Harus diimbangi dengan banyak gerak berarti, ya. Thanks for sharing, Mak <3.

    Like

    1. Hihihi… kurus aku masuknya Mak.. hamil pertama dulu agak berisi walau pun naiknya sama sama 11kg selama kehamilan. Ayo Mak Jihan rajin gerak biar gak ngalamin varises vagina seperti saya. Sehat sehat juga ya Mak kehamilan ketiganya. 🙂 peluk jauh.

      Like

  3. Saya pernah baca infonya di tabloid Nakita, tapi kok baca yang mengalaminya langsung jadi ngilu-ngilu ya? Soalnya di Nakita cuma bahas teorinya aja soal varises vagina ini. Selamat ya Mak atas kelahiran putra keduanya.

    Like

  4. semoga lancar ya mbak. ibu dan bayi sehat wal afiat sampai selesai persalinan nanti 🙂 terima kasih sudah berbagi info salah satu jenis penyakit ibu hamil. Nambah pengetahuan saya, meskipun saya belum menikah. Tapi semoga gaya hidup sehat bisa saya terapkan sejak sekarang. Soalnya saya juga berkativitas lebih banyak di depan laptop.

    Like

  5. Mbaaa aku dah baca cerita ngelahirin akmal, duhh hikin merinding disko…pjuangannya hwebat,, ternyata bidan juga ada fasilitas waterbirth yaaaa
    klo adeknya lebi santai kayaknya ya mb…
    e itu jadinya ganti nama??

    Like

  6. Selamaaaaattt..yeayyy…selmat y mak atas kelahiran putra keduanya…
    Baru tau jg nih soal vagina yg bs ngalamin varises jg n tengkiukiu bgd..terdampar di sini jd banyak dpet ilmu..:)

    Like

  7. ALhamdulillah, kehamilan kedua bisa lancar ya Mak.

    Saya juga pengalami varises vagina, Mak — di kehamilan ketiga. Tapi pendarahan yang saya alami adalah pendarahan dalam, darahnya tidak keluar. Pembuluhnya pecah tapi berdarahnya di dalam, gak keluar. Suakitnya minta ampun, jauuuh lebih sakit daripada melahirkan normal 3 kali 🙂

    Untungnya hanya sekitar 20% saja perempuan yang mengalami varises vagina ya …

    Selamat sudah menang lomba ini ya Mak

    Like

  8. Makasih bun udah kasih info yang bagus.
    Saya lagi galau ni hamil anak ke dua dengan riwayat melahirkan anak pertama pendarahan karena varises di vagina juga.
    tipsnya oke, boleh dicoba ^_^

    Like

  9. Mbak.mksh tulisannya menginspirasi sy.kasus sy hampir sama dgn mbak.sy jd didiagnosa mmpunyai varises vagina PD persalinan pertama.anak sy lahir dgn bb 4 kg.tp sy tdk mengalami pendarahan.cumn PD saat bidan mnjhit khitan krna sy diepistomi.mrka mnytakn kl ada varises d vagina sy.ktka anak prtma usia 1.3 ghn,sy hamil lagi.dan mlhirkan scra normal thun kmren.sy mnglami pndrhan.tp kt bidan krna stosel yg msh tertinggal di rahim.jd sy tdk mndgr ttg varises vagina.mslhnya saat ini sy ingin hamil lagi.tp msh trauma dgn varises vagina saya.yahhh.mksh tulisannya nmbh pngthuan sy.kl bleh tahu.jrak putra pertama n keduanya brp thun mbak? Mksh

    Like

  10. Terimakasih sudah berbagi, saya mahasiswa keperawatan yang sedang menempuh blok kardiologi, saya punya tugas buat majalah tentang varises, boleh saya share cerita ibu ini ke majalah saya, majalahnya cuma untuk memenuhi tugas saja bu, terimaksih, saya harap ibu cepat menanggapi, terimakasih sekali lagi 🙂

    Like

  11. Mba, saya hamil anak ke 2. Memasuki usia kehamilan 5 bulan saya merasakan ada tonjolan didaerah vagina. Setelah berkonsultasi ke dokter kandungan dokter memberitahu kalo itu varises sejak tau itu saya jadi khawatir. Sebelun muncul varises diarea tersebut dikaki kiri saya juga ada varises. Apakah masih memungkinkan yah untuj lahiran normal. Kalo boleh tau mba mengetahui kalo ada varises dikehamilan pertama pada bulan ke berapa?

    Like

  12. Mba, saya hamil anak ke 2. Memasuki usia kehamilan 5 bulan saya merasakan ada tonjolan didaerah vagina. Setelah berkonsultasi ke dokter kandungan dokter memberitahu kalo itu varises sejak tau itu saya jadi khawatir. Sebelun muncul varises diarea tersebut dikaki kiri saya juga ada varises. Apakah masih memungkinkan yah untuk lahiran normal. Kalo boleh tau mba mengetahui kalo ada varises dikehamilan pertama pada bulan ke berapa ataupas saat lahiran banget? Makasih sebelumnya mba.

    Like

    1. Ketauannya pas melahirkan Mbak.

      Kalau kemungkinan bisa atau enggaknya melahirkan normal, coba konsultasikan dengan dokter dan bidan langganan Ibu ya, kalau dari pengalaman saya ya seperti yang saya ceritakan di blog ini 🙂 Semoga membantu 🙂

      Like

  13. Saya juga saat kehamilan pertama varises vagina alhamdulillah dilakukan operasi cesar dan pengalami banyak pendarahan karena banyaknya pecah pembuluh darah sampai dipasang tampon😭 dan sekarang saya sedang hamil kedua, senang dan takut karena dr menjelaskan pada saat melahirkan pertama varises dan pendarahan bisa lebih parah😭semoga Allah selalu melindungi kami dan kita semua, aamiin

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s