Merawat Baju Anak Agar Awet dan Tahan Lama


MERAWAT-BAJU-ANAK-AGAR-AWET-DAN-TAHAN-LAMA

Merawat Baju Anak Agar Awet dan Tahan Lama. Iya, jadi gini, saya punya masalah sama baju anak-anak. Beberapa baju anak-anak saya itu ada yang gak awet dan gak tahan lama. Baru dipakai sebentar timbul masalah misalnya bajunya jadi molor ke sana ke mari, bentuknya tidak seperti ketika pertama kali beli, ada yang luntur, ada yang malah mengkeret setelah di cuci. Ada juga yang kancingnya cepat copot.

Beberapa baju anak saya juga ada yang bahannya  kurang bagus. Serat kainnya kasar dan gak lembut. Dipakai anak kerasa gerah. Terus ada baju yang benangnya mbrodoli (apa ini Bahasa Indonesianya?).

Baju-baju tersebut ada yang saya peroleh dari kado/dikasih orang lain ataupun beli online. Iya, beli online. Kalau dikasih sama orang lain kan saya gak boleh protes ya. Sudah dikasih aja Alhamdulillah, artinya dia perhatian, gak usah lah protes.

Beda lagi dengan kasus kalau saya beli online. Saya pernah loh beli kaos untuk anak saya di sebuah online shop di Facebook. Dari penampilannya fotonya oke sih. Harganya juga masih wajar menurut saya, tidak terlalu mahal. Tanpa banyak tanya, saya langsung deal. Beberapa hari kemudian barang sampai di rumah.

Pas saya buka, zonk!

Bahan bajunya agar kasar, panas, gak menyerap keringat dan tipis. Setelah beberapa kali cuci-pakai, seratnya bajunya mbrodoli. Sebel deh. Sejak itu, si onlineshop tersebut langsung saya unfriend.

Baca: Belanja Online

Gara-gara kejadian ini, saya pernah loh puasa beli baju secara online, baik untuk baju saya sendiri atau baju anak-anak. Saya lebih memilih beli baju langsung ke toko karena saya jadi bisa pegang barangnya, bisa langsung dicobain ke anak dan bisa menghindari zonk.

Tapi, ada kalanya saya gak sempat ke toko. Sementara baju anak-anak sudah pada mulai jelek, kesempitan, dan saatnya diganti. Godaan untuk beli baju online datang lagi. Apalagi foto-foto baju anak-anak di instagram itu menggoda sekali, semua baju tampak lucu-lucu.

Beli baju anak secara online itu emang gampang-gampang susah. Kitanya harus detail baca keterangan di gambar tersebut kalau gak mau dikecewakan dengan barang yang datang. Ohya kalau perlu juga sebelum deal bisa tanya-tanya dulu ke penjual supaya lebih jelas dengan barang yang kita inginkan.

Baca: Cara Memulai Bisnis Online Bagi Ibu Rumah Tangga

Kaos-Anak-Hoofla-1

Semua baju anak baik yang dibeli secara online maupun offline perlu diperlakukan dengan baik. Hihihi, maksud saya dengan diperlakukan dengan baik itu ya dirawat dengan penuh kasih sayang. Dari mulai pencucian, setrika, sampai penyimpanan semua harus dilakukan dengan penuh cinta.

Saya dulu pernah loh salah memperlakukan baju anak-anak. Gara-garanya saya lagi sibuk sama kerjaan terjemahan yang hampir mendekati tenggat waktunya. Stok baju anak yang bersih tinggal sedikit karena saya belum sempat nyuci. Biasanya, baju anak-anak itu selalu saya cuci dengan tangan alias dikucek manual. Gak pernah pakai mesin cuci. Tapi, karena saya lagi dikejar deadline, saya nekat nyuci baju anak pakai mesin cuci.

Hasilnya? kapok!

Saya gak akan lagi-lagi nyuci baju anak dengan mesin cuci. Baju mereka jadi melar. Bentuknya jadi jelek banget. Kerah bajunya juga jadi lebar dan ketika dipakai, pundak anak jadi kelihatan. Gak modis kan?

The Next Indonesian President
The Next Indonesian President

Nah, berdasarkan pengalaman saya yang baru punya dua anak ini (3 tahun dan 9 bulan), saya mau bagi-bagi tips tentang Cara Merawat Baju Anak Agar Awet dan Tahan Lama. Cara-caranya cukup mudah dan sederhana menurut saya. Kalau teman-teman punya cara lain yang beda dengan saya, bisa ditambahkan ya di kolom komentar. Ini cara saya:

  1. Baca label yang tertera di baju. Label ini biasanya menunjukkan jenis bahan baju dan cara merawatnya. Misalnya baju anak dengan merek Hoofla ini. Di labelnya tertera bahwa baju terbuat dari 100% katun, bisa dicuci dengan mesin cuci dan air hangat, jangan dikelantang/pakai pemutih baju dan bisa keringkan dengan kecepatan rendah. Patuhi aja petunjuknya, insya Allah aman 🙂

Kaos-Anak-Hoofla-med

Label-Baju-Anak-Hoofla

2. Pisahkan baju anak dengan baju dewasa. Saya selalu berusaha mencuci baju anak secara manual, dikucek pakai tangan. Kalau baju saya dan suami selalu pakai mesin cuci karena gak kuat kalau semuanya harus dicuci pakai tangan. Kecuali pakaian dalam dan beberapa baju khusus (kebaya, baju berbahan sutra, yang ada manik-maniknya) tetap saya cuci dengan tangan.

Pisahkan juga baju anak yang mudah luntur. Cuci secara terpisah supaya tidak melunturi pakaian lainnya.

Ohya, saya lebih suka mencuci baju anak dengan tangan soalnya lebih bersih (menurut saya). Soalnya, anak-anak itu kan aktivitasnya tinggi sekali, gerak sana gerak sini. Baju sebentar-sebentar ganti karena kotor, basah, kena noda makanan dan lain-lain. Nah dengan mencuci secara manual saya bisa memperhatikan dengan detail mana bagian yang lebih  kotor dan memerlukan perlakuan lebih. Mana yang perlu disikat mana yang tidak. Nyikatnya juga pakai sikat gigi, hihihi, biar awet lah.

3. Balik baju ketika akan mencuci. Kenapa? biar awet dan warna tidak luntur. Beberapa baju anak kan ada juga yang pakai sablon, nah dengan membalik baju juga bisa mempertahankan sablonannya lebih lama loh.

Kaos-Anak-Hoofla-3

4. Tutup resleting dan kancing di baju/celana supaya ketika dicuci baju tetap terjaga pada bentuk aslinya. Tidak melar ke mana-mana.

5. Gunakan sabun cuci baju yang berkualitas baik. Deterjen yang baik turut berperan loh menjaga kualitas baju anak misalnya warna jadi tidak cepat pudar dan seratnya juga tidak mbrodoli. Deterjen yang baik juga tidak panas di tangan. Ohya, sekarang sudah ada loh deterjen khusus untuk baju anak.

6. Rendam dalam waktu secukupnya. Merendam baju dalam waktu lama bisa merusak baju. Terus biasanya air rendamannya jadi bau gak enak.

7. Bilas sampai bersih ya. Usahakan tidak ada sisa-sisa deterjen yang tertinggal di baju.

8. Jemur baju sampai kering. Tidak perlu di bawah sinar matahari yang terik banget dan menyengat, tapi cukup jemur di tempat yang lumayan terkena sinar matahari. Pastikan bajunya kering baru diangkat ya soalnya kalau bajunya masih lembab bisa bau apek dan jadi sarang kuman deh. Saat menjemur juga baju dibalik ya, biar gak cepet mbladus bajunya.

Kaos-Anak-Hoofla-3a

9. Setrika baju sesuai dengan jenis baju. Ada beberapa baju yang cukup disetrika dengan panas medium, tapi ada pula yang butuh panas rendah atau jangan-jangan malah tidak perlu disetrika. Makanya, pastikan perhatikan keterangan yang ada di label bajunya ya.

Ohya, jangan menyetrika baju anak yang lembab ya. Meskipun sekarang sedang musim hujan dan baju anak susah keringnya, tapi jangan gunakan setrika untuk mengeringkan baju anak. Pakaian anak yang lembab bisa dikeringkan dengan dikering anginkan menggunakan kipas angin atau digantung aja. Lama-lama juga kering kok.

10. Simpan baju sesuai kategori. Misalnya celana dengan celana, baju kaos tidak dicampur kemeja, celana dalam di rak baju dalam dan sebagainya. Selain karena alasan kemudahan, menyimpan baju anak sesuai dengan kategori juga dapat menghindarkan dari acak-acakan.

Kaos-Anak-Hoofla-4
Born To Be Famous Rockstar

Begitulah kira-kira sepuluh cara yang biasa saya praktekan sehari-hari. Gampang dan no ribet. Baju anak-anak jadi lebih awet dan tahan lama, setidaknya sampai beberapa tahun. Hihii, iya sampai beberapa tahun, la wong bajunya sampai turun temurun kok alias bisa diwariskan.

Misalnya nih, baju-baju anak pertama saya bisa dipakai oleh anak adik saya. Nah di anak adik saya bajunya sudah tidak cukup lagi (tapi masih bagus) bajunya dibalikin lagi ke saya supaya dipakai lagi oleh anak saya yang kecil. Tuh kan lumayan bisa dipakai sampai tiga angkatan. Hehe. Kalau bajunya awet sampai bertahun-tahun kan lumayan ya kita bisa menghemat pengeluaran.

Ohya, ngomong-ngomong tentang mencuci baju, usahakan segera mencuci baju kotor anak ya. Jangan sampai menumpuk berhari-hari gak dicuci. Sebenarnya ini penyakit saya sih, apalagi kalau lagi ada deadline kerjaan, baju-baju suka terongok dipojokan minta dicuci. Kalau baju kotor lama dicuci, nodanya suka nempel gak hilang. Misalnya baju yang kena makanan anak. Ini saya akalin dengan segera mencuci baju yang kena noda tersebut, gak pakai ditunda-tunda lagi. Alhamdulillah noda jadi cepat hilang dan tidak berbekas.

Kaos-Anak-Hoofla-5

Kaos Anak Hoofla Kids - XS - 1 tahun

Tentang baju anak yang recommended, saya punya referensinya nih. Cobain deh baju anak merek Hoofla buatan orang Bandung. Hoofla adalah brand kaos anak yang lucu, edukatif, dan berkarakter seperti yang dipakai oleh anak-anak saya ini.

Saya sendiri punya tiga yaitu:

  1. Warna orange-hijau bertuliskan The Next Indonesian President,
  2. Warna hitam bertuliskan Born To Be Famous Rockstar,
  3. Warna abu-merah bertuliskan Main Bola, Minum Susu, Ngaji.

Baju yang pertama dipakai anak saya besar, Akmal. Baju yang kedua dan ketiga dipakai anak saya yang kecil, Azril. Sejauh ini saya suka sama kaos anak Hoofla ini karena:

  • Packingnya eksklusif. Satu baju satu plastik. Tapi dilain pihak ini bisa jadi isu strategis dikala kita sekarang lagi ramai-ramai diet plastik tapi produk Hoofla agak boros di plastik. Mungkin bisa dipertimbangkan 1 customer 1 packaging instead of 1 cloth 1 packaging.
  • Bahannya bagus, lembut, menyerap keringat dan adem
  • Cutingnya pas di anak-anak saya. Saya ambil dua size yang XS untuk Azril (1-2 tahun) dan S untuk Akmal (2-3 tahun)
  • Designnya kekinian, inspiratif dan menyemangati contohnya tulisan The Next Indonesian President. Design yang lain juga bagus misalnya untuk baju yang cewek ada tulisan Cantik, Shalehah, dan Berprestasi.
Kaos-Anak-Hoofla-6
Main Bola, Minum Susu, Ngaji

Minusnya apa ya, so far saya belum nemuin sih. Kalau teman yang lain ada yang bilang ukuran lehernya terlalu kecil sehingga kepala anak tidak bisa masuk karena ukuran kepala anaknya agak besar. Kalau di Azril, ukurannya leher bajunya pas dan baju bisa masuk melewati kepalanya. Namun karena ukuran kepala anak beda-beda mungkin bisa dipertimbangkan juga untuk memodifikasi cuting di bagian pundak dengan aplikasi kancing sehingga memudahkan orang tua ketika memakaikan baju ini ke sang anak.

Harganya gimana? Affordable kok. Range harga untuk kaos anak Hoofla ini berkisar Rp 60.000 – Rp 80.000 tergantung dari ukuran bajunya. Semakin besar ukurannya harganya semakin meningkat. Huehehe, wajar lah ya, di mana-mana juga gitu kok. Menurut saya dengan harga segitu pantas kok untuk mendapatkan baju anak dengan kualitas baik.

Recommended? Yes, sure!

Segini dulu ya sharing saya kali ini tentang Merawat Baju Anak Agar Awet dan Tahan Lama, semoga ke depan tetap bisa berbagi lagi mengenai masalah ibu dan anak. Barangkali ada yang mau menambahkan tips cara merawat baju anak supaya awet dan tahan lama boleh loh, monggo… atau ada yang mau sharing tentang kaos anak dari Hoofla boleh juga kok. Ditunggu yaa…

Baca juga: Tips Memandikan Anak dengan Air Dingin Sejak Bayi

 

Kaos-Anak-Hoofla-7

Capek main, akhirnya ketiduran. Tidur tetap nyaman dengan Kaos Anak Hoofla.

***

Fan Page Hoofla Kids

Instagram @bajuanakhoofla

13 thoughts on “Merawat Baju Anak Agar Awet dan Tahan Lama

  1. aiihh kerennya pake kaos hoofla, tambah kreen niy the next president ..
    iya mak, gampang2 susah yaa kalo nyuci baju anak kecil. Kadang udah tau di labelnya ga boleh pake mesin cuci, tapi tetep bandel akuuu maah 🙂 hahahhaa..

    Makasih sharing2 nya yaa

    Like

  2. Waduh saya banget, nih. Kalau nyuci baju anak di mesin cuci. Nggak kepegang soalnya kalau pakai tangan huhuhu. Maklum urus dua balita tanpa ART 😦

    Emang sih ada bbrp kaos ada yg melar, tapi yg kemeja2 katun sih bertahan hehe.

    Like

  3. Tahun lalu mencoba bisnis kaos anak muslim, alhamdulillah banyak respon juga. Sayangnya bahan mudah luntur dan molor. Terima kasih penjelasan di atas 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s