Freelancer, Ramadhan, dan Kopi


Freelancer, Ramadhan, dan Kopi. Assalamu’alaikum wrwb. Halo teman-teman, Alhamdulillah ya sekarang kita sudah sampai di pertengahan bulan Ramadhan. Gimana nih ibadah puasanya? lancar atau malah sudah bolong? Kalau saya Alhamdulillah masih penuh dan belum dapat jatah bulanan. Mungkin sebentar lagi si bulan akan datang. Weheheh. Ohya, semoga kita semua bisa sampai akhir Ramadhan nanti dan bisa menyambut hari Idul Fitri dengan penuh kemenangan ya.

Teman-teman, saya mau curhat sedikit ya tentang Ramadhan kali ini. Puasa Ramadhan kan sudah dua minggu berjalan ya. Ada salah satu hal di bulan Ramadhan yang tidak saya lakukan seperti di bulan-bulan lainnya. Itu adalah minum air seduhan kopi.

Biasanya, dalam sehari saya minum dua cangkir kopi. Satu cangkir di pagi hari dan satu cangkir lagi di sore/malam hari. Ini sudah seperti kebiasaan bagi saya. Semacam suntikan energi agar saya bisa lebih bertenaga.

Kopi juga yang menemani saya bekerja yang sehari-hari bekerja sebagai freelancer di depan komputer. Saya kan sering lembur kerja malam, memanfaatkan anak-anak yang sudah tidur, jadi saya mengerjakan terjemahan dokumen maupun membuat order pesanan nama bayi dan perusahaan. Karena semua orang sudah tidur, jadilah malam-malam saya ngopi biar gak ngantuk dan bisa menyelesaikan pekerjaan.

Saya bisa menikmati kopi instan sachet ataupun kopi hitam asli. Gak rewel sih. Apa aja bisa. Tapi saya masih menikmatinya dengan gula. Belum bisa tanpa gula. Kalau yang sudah freak biasanya menikmati kopi tanpa gula. Bahkan mereka beranggapan bahwa gula merusak cita rasa alami dari kopi.

Saking saya suka sama kopi, kopi luwak asli dari Lampung pun gak mempan. Tetap bikin saya ngantuk. Wakakak. Kebetulan suami dapat hadiah kopi Lampung. Kata teman saya Astri, kalau minum kopi luwak Lampung ini dijamin gak bisa tidur, mata akan melek terus. Eh ternyata malah gak ngaruh ke saya. Ngantuk mah tetap saja ngantuk. Habis minum kopi luwak malah tidur. -_-

menikmati kopi

Maka ketika Ramadhan tiba dan saya tidak meminum kopi, ini seperti mematahkan anggapan bahwa kopi adalah booster untuk mengawali hari yang bahagia. Bahkan tanpa kopi ternyata saya bisa kuat kok meskipun saya tidak tidur siang selama bulan Ramadhan ini. Ketika Ramadhan ini, saya sengaja malam hari gak bergadang mengerjakan pesanan nama maupun terjemahan. Saya berusaha semaksimal mungkin menuntaskan pekerjaan di siang hari sehingga malam saya bisa optimal istirahat dan ibadah Ramadhan. Dini hari juga jadi bisa bangun dan menyiapkan sahur untuk saya dan suami.

Alhamdulillah cara ini berhasil. Saya selalu bisa bangun jam 2 atau 3 pagi dengan lebih bugar. Sholat malam dan mengaji sebentar. Kadang juga buka komputer untuk cek email dan sosmed, intip-intip apa yang terjadi di luar sana. Saya memang lebih suka buka lewat komputer daripada via mobile.

Sebenarnya, saya tidak ada niat khusus untuk diet kopi di bulan Ramadhan ini. Ini karena tidak sempat saja membuat kopi baik di waktu sahur ataupun malam hari selepas berbuka puasa. Plus, saya dapat informasi bahwa ketika minum kopi saat sahur justru akan membuat semakin haus. Jadi pas sahur saya lebih memilih minum air putih yang banyak dan juga susu. Sedangkan pas malam hari, saya sudah mengantuk. Daripada meminum kopi untuk membuat mata terjaga, mendingan saya tidur, biar badan lebih segar dan fit untuk menjalankan ibadah di bulan Ramadhan.

Kalau ditanya apakah saya kangen sama kopi? Yess, banget! Sampai akhirnya tadi pagi saya cheating dan menyerah. Satu cangkir kopi berhasil menemani santap sahur saya. Ih ternyata saya cemen ya, cuma berhasil bertahan dua minggu saja tanpa kopi. Hihihi. Semoga cheatingnya cukup sampai di sini dan niat lagi ah no coffee selama dua minggu ke depan sampai akhir Ramadhan. Bisa kah? Harus bisa donk!

Teman-teman yang lain bagaimana? Apakah kopi begitu berarti bagi keberlangsungan hidup yang bahagia bagi teman-teman? atau malah teman-teman justru bukan penikmat kopi?

32 thoughts on “Freelancer, Ramadhan, dan Kopi

  1. Saya pecinta dan pecandu kopi Mbak.Bahkan saat hamil pun saya minum kopi.Ramadhan ini minum kopi tetapi nggak seperti biasa.Tiga hari sekali saya minum kopi.Saya selang seling antara buka dan sahur.Entahlaaah kapan saya bisa meninggalkan minuman satu ini.Hiks…

    Like

  2. Ga minum kopi pun aku susah tidur, Mita. Jam 11 ke atas gitu baru bisa merem. Hari biasa aku menghindar minum kopi di atas jam 3 sore karena bisa melek sampai jam 3 pagi. Itu minum kopi sachet kayak cappucino gitu. Bikin baper karena ga bisa tidur hehehehe. Alhamdulillah puasa ini belum mencicipi kopi. Bisa kacau jam tidurku di bulan puasa ini.

    Like

  3. Saya juga pecinta kopi. Di luar bulan Ramadhan saya selalu minum secangkir atau 2 cangkir kopi sehari. Tanpa kopi pasti kepala saya cenut-cenut. Dan ajaibnya ketika berpuasa,kepala saya baik-baik saja walaupun tanpa kopi. Kalaupun sesekali saya ngopi saat sahur hanya karena kangen saja sama si kopi.

    Like

  4. Samaaaa. Aku ramadhan juga jd puasa ngopi. Lagi gak punya stok kopi juga dan roastery langganan pada bukanya sore semua, sementara aku kalo ud ashar ke atas ud males pergi pergi. Jadilah libur ngopi dulu

    Like

  5. Samaa mba, duh kepengen toss jadinya. Saya selama puasa ini baru dua kali aja ngopi, pas awal-awal puasa, setelahnya malah ga sempet. Karena sibuk nyiapin buat sahur jadi kelupaan. Lupa membawa berkah juga sih ya 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s