Tempat Family Time di Bandung


Tempat Family Time di Bandung. Halo teman-teman. Sudah dua minggu sejak libur Lebaran, saya baru hari ini sempat balik lagi menyentuh blog. Kemarin-kemarin masih mager dan males banget mau move on dari libur Lebaran yang menyenangkan itu. Wuehehe.

Cerita sedikit tentang libur Lebaran saya kemarin ngapain aja ya. Seminggu libur Lebaran di awal bulan Juli ini, saya dan keluarga mudik ke kampung halaman suami, tepatnya di Subang. Dari tempat tinggal saya saat ini di Bandung, ke Subang itu gak lama. Waktu tempuhnya cuma 2,5 jam dengan mobil. Alhamdulillah perjalanan mudik kami lancar, selancar-lancarnya. Tidak kena macet sama sekali. Malah kami pikir ini lebih sepi dari hari biasa. Wah rezeki banget nih. Di saat pemudik lain harus kena macet-macetan, Alhamdulillah perjalanan kami dilancarkan.

Seminggu di kampung, saya puas-puasin main dan silaturahmi dengan keluarga dari pihak suami. Sepedaan, jalan-jalan, bahkan sampai ikut-ikutan lihat orang main petasan dalam rangka meramaikan malam takbiran. Saya sih lihat aja, gak ikutan main, rada takut juga sih. Haha, cemen 😛 Ohya, ada takbir keliling juga di kampung. Ramai dan seru.

Saat libur Lebaran usai, mau tidak mau kami sekeluarga harus kembali lagi ke Bandung karena suami harus kerja. Btw, dia kerjanya kantoran. Saya sih fleksibel la wong kerjanya gak terikat oleh waktu. Namanya juga freelancher, kerja bisa di mana aja dan kapan aja, tinggal pintar-pintar atur waktu.

Sampai di Bandung, kok rasanya masih rada males gitu ya. Masih pengen liburan, tapi harus kerja. Kayaknya seru ya kalau misalnya kami sekeluarga melakukan refreshing sejenak menjelang masuk kerja untuk meregangkan otot-otot yang kaku, menyegarkan fisik dan juga jiwa yang lelah (aih apa sih :D) setelah libur panjang, warming up sebelum digeber kerjaan di minggu-minggu ke depannya. Intinya, kami butuh booster.

Sempat kepikiran ngajak anak-anak piknik sebentar di tempat wisata di sekitaran Bandung. Mumpung ayahnya libur dan belum masuk kerja. Tapi lihat berita tempat-tempat wisata di Bandung kemarin pas libur setelah lebaran penuhnya minta ampun. Kayaknya semua orang pada pergi ke tempat wisata deh. Ngelihat kerumunan lautan orang-orang seperti di Ciater, Tangkuban Perahu, Farm House, Kawah Putih, De Ranch dan tempat wisata lain di Bandung, kami memutuskan untuk gak jadi piknik di tempat wisata mainstream yang sering didatangi orang-orang.

Mikir-mikir bolak-balik diskusi sama suami, enaknya kita kemana ya, Yah. Kami maunya liburan dan family time yang tenang, gak macet-macetan, gak banyak orang, menikmati waktu kebersamaan keluarga dengan lebih intim, tapi pulang-pulang dari tempat tersebut gak kecapekan. Maunya lebih segar. Apalagi suami yang nanti akan kerja kantoran lagi. Anak-anak perlu banget penyegaran karena di kampung kemarin mereka papanasan dan libur gak sempat mampir objek wisata.

Di tengah-tengah diskusi kami, saya nyeplos gimana kalau kita ke DF Clinic aja. Kebetulan Daily Cream saya sudah mau habis, perlu lagi yang baru. Sekalian aja ajak suami facial dan microdermabrasi (MD) supaya wajahnya lebih segar dan kinclong. Suami langsung setuju, apalagi dia selama hidupnya belum pernah tuh yang namanya ngrasain facial dan MD. Gak papalah sekali-kali diajak.

“Ayo Yah, cobain facial dan MD! Nanti aku yang traktir deh!” celetuk saya.

Yuuukkk… dan kami sekeluarga akhirnya cuss ke DF Clinic di Jalan Lemah Neundeut nomor 10, Bandung. Dari rumah kami, menuju DF Clinic itu gampang banget. Masuk tol Cileunyi dan keluar tol Pasteur ikutin Jalan Surya Sumantri sampai ketemu Jalan Lemah Neundeut. Kalau masih bingung, patokannya ada pom bensin di pojokan sebelum belokan Jalan Lemah Neundeut, dan lokasi DF Clinic ada di kanan jalan hanya beberapa meter (palingan sekitar 20 meter) dari pom bensin ini.

Lokasinya yang mudah dijangkau dari rumah kami, membuat DF Clinic menjadi salah satu tempat on the top list for our family time. Tempatnya tenang dan gak kemriyek seperti lokasi family time yang lain. Yang paling penting, DF Clinic cocok banget buat keluarga yang mau penyegaran. Ada tempat perawatan untuk pria, wanita, dan juga anak-anak. Pas lah ya buat keluarga kami.

Ohya, untuk yang belum tau apa DF Clinic itu, DF Clinic adalah tempat pelayanan kesehatan umum, pelayanan kesehatan spesialis, pelayanan kecantikan medis, Anti Aging Medic, Estetika Gigi, Sliming, Stroke, rehabilitasi fisik dll. Enaknya di DF Clinic itu, penanganan kesehatan dan masalahnya menyeluruh. Tidak hanya di luarnya saja, tapi dideteksi sampai ke akar-akar permasalahannya.

Tips-Merawat-Kulit-Kering-Armita
Lobi di DF Clinic yang nyaman, tradisional dan moderen bertemu dengan apiknya.

Kebetulan bulan lalu saya pernah ke sini dengan beberapa member Blogger Bandung. Waktu itu, saya berkonsultasi tentang permasalahan kulit kering dan sensitif saya. Yang gak cocok pakai produk kosmetik sembarangan. Yang suka timbul bercak-bercak putih di wajah ketika alergi terhadap produk kosmetik tertentu. Yang suka gatal dan kering jika alergi terus melanda. Huaaa…

Baca: Problema Wanita dengan Kulit Kering

Konsultasi pertama dengan dr. David Budi dari DF Clinic tentang kulit wajah saya menghasilkan solusi bahwa saya tidak boleh lagi sembarangan coba-coba produk kosmetik. Kalau sudah cocok sama satu produk, ya pakai produk itu aja terus. Oke, dok! siap laksanakan!

Selain konsultasi dengan dr. David Budi, saya juga melakukan perawatan meliputi facial dan MD. Di akhir, saya dibekali dengan krim dan produk perawatan (daily whitening, sun screen, dan facial wash) yang bisa digunakan untuk membantu perawatan dari rumah. Hasilnya memuaskan dan Alhamdulillah saya cocok. Wajah lebih mulus, tidak alergi, dan nampak lebih glowing. Kebetulan waktu itu mau Lebaran, cocoklah ya buat persiapan menyambut Lebaran untuk silaturahmi dengan sanak saudara.

Baca: Rahasia Kulit Tampak Glowing Saat Lebaran

Tips-Merawat-Kulit-Kering-DF-Clinic
Bersama Akmal yang ikut mengantar saya dan suami perawatan di DF Clinic

Kedatangan kali ini ke DF Clinic berarti kedatangan kali kedua bagi saya dan anak-anak dan yang pertama bagi suami. Kesan pertama menurut suami, tempatnya enakeun, rapi, bersih, luas dan lega. Alhamdulillah, dia suka.

Ohya, sehari sebelum kedatangan, saya sempatkan telepon DF Clinic dulu untuk reservasi konsultasi ke dr. David Budi dan meyakinkan apakah DF Clinic sudah buka atau belum. Kebetulan hari itu DF Clinic baru buka lagi setelah libur Lebaran. Saya reservasi untuk hari Kamis pukul 13.00 siang.

Kami tiba di DF Clinic pukul 12.30 dan saat baru datang di DF Clinic, kami disambut oleh petugas resepsionis. Saya bilang sudah reservasi untuk hari itu. Untuk suami, karena ini baru pengalaman pertamanya ke DF Clinic dan dia mau ikutan perawatan juga, jadi dia harus isi data dan formulir dulu. Siapin juga KTP atau identitas lain in case diperlukan. Nanti Teteh resepsionisnya akan menyediakan semacam buku medis gitu yang akan digunakan untuk mencatat riwayat kesehatan kita selama periksa di DF Clinic.

Selesai mengisi formulir, saya, suami dan anak-anak diminta menunggu di atas di lantai dua karena ruang periksa dokter dan perawatan dewasa ada di lantai dua. Kebetulan dr. David-nya sedang keluar dan kami menunggu sebentar sampai dr. Davidnya datang.

Tips-Merawat-Kulit-Kering-Wanita
Ruang Tunggu Pasien yang Nyaman di Lantai 2 DF Clinic

Sambil menunggu dr. David datang, kami turun lagi ke bawah menuju mushola. Kebetulan pas kami datang, kami belum sholat dzuhur. Jadi kami manfaatkan waktu tunggu untuk sholat berjamaah empat rokaat dulu.

Pas selesai sholat, pas dr. Davidnya datang. Langsung saja kami naik lagi ke lantai dua menuju ruang konsultasi dr. David.

Di konsultasi kedua ini, saya relatif tidak ada banyak masalah. Hanya melanjutkan perawatan dari bulan sebelumnya yaitu perawatan kulit wajah saya yang sensitif. Treatment yang diberikan adalah facial dan MD lagi.

Sebenarnya saya ada masalah di wajah yang sempat ditanyakan oleh dr. David, yaitu munculnya semacam kutil-kutil kecil di wajah yang berwarna hitam (kayak tahi lalat) dan ada juga yang berwarna putih, semacam komedo putih. dr. David mengatakan bahwa kutil-kutil tersebut hanya bisa dihilangkan dengan dibakar/cara laser.

Uhm, iya sih. Dulu perasaan waktu saya masih muda (ceileeeh) wajah saya masih mulus dan tidak ada kutil-kutil atau tahi lalat kecil-kecil di wajah. Makin ke sini, makin menua, dan ada muncul bercak hitam di wajah.

Tapi karena belum terlalu urgent sepertinya, jadi treatment menghilangkan kutil hitam ini ditunda dulu. Mungkin untuk perawatan bulan depan. Jadi untuk bulan ini, perawatan saya adalah melanjutkan program bulan lalu yaitu mencerahkan dan menyegarkan kulit dengan facial dan MD untuk kulit kering sensitif.

Menurut dr. David, kulit saya itu tergolong kulit kering yang tingkat produksi minyaknya rendah. Saya harus membantu kulit saya agar tetap bisa terhidrasi dengan baik dengan cara banyak minum air putih, minimal 2,5 liter per hari. Oke, ini PR besar buat saya yang kadang masih minum air putih kalau lagi inget aja. Dugh! 😀

Untuk suami, tipe kulit dia berbeda banget sama saya. Jika kulit saya cenderung kering, suami memiliki kulit yang berminyak. Perawatan di DF Clinicnya dia ambil facial dan MD untuk masculine treatment for sensitive. Krim yang dibekali oleh dr. David adalah facial wash for oily skin dan krim malam. dr. David memang sengaja membekali suami dengan satu macam krim saja karena memang biasanya kan para pria itu sukanya yang praktis dan anti ribet. Mereka malas kalau harus pakai krim ini dan itu untuk perawatan wajahnya.

Tips-Merawat-Kulit-Kering
Ruang Perawatan di DF Clinic

Selesai konsultasi dengan dr. David, kami menuju ruang perawatan yang letaknya bersebelahan dengan ruangan dr. David. Suami melakukan perawatan wajah terlebih dahulu. Rencananya memang bergantian karena ada anak-anak yang harus dijaga. Anak-anak memang sebaiknya ada di luar ruang perawatan karena takut menganggu pasien lain yang sedang perawatan juga. Hihihi, anak-anak saya kan pada aktif-aktif semua tuh, makanya kami gantian perawatan, biar masing-masing tetap bisa menikmati sesi perawatannya dan tidak menggangu pasien lain.

Kata suami yang baru pertama kali ngerasain facial dan MD, secara umum sih enak. Wajah dipijat-pijat lembut, diuap wajahnya, diolesi masker yang dingin, diangkat sel kulit matinya. Wajah segar dan kenyal. Tapi kata dia ada gak enaknya, pas diambil komedonya berasa sakitnya. Perih. Hihihi. Maklumlah dia baru pertama kali, jadi ya kerasa sakitnya. 😀

Sekitar 1,5 jam suami di dalam ruang perawatan, saya dan anak-anak di luar menunggu sambil bermain-main. Anak-anak paling suka lihat koleksi ikan di aquarium besar yang tersedia di lantai dua. Mereka bisa berdiri lama mengamati tingkah laku ikan berenang ke sana ke mari.

Sebenarnya sambil nunggu suami perawatan, saya bisa juga ajak anak-anak spa di lantai 4 DF Clinic seperti pengalaman kami sebelumnya. Tapi karena kemarin takut dan khawatir waktu tunggunya gak cukup, jadi saya memutuskan untuk mengajak anak bermain di lantai dua saja. Bermain dengan apa yang ada, menjadikan apa yang kami temui di lantai dua sebagai bahan obrolan dan permainan. Alhamdulillah anak-anak betah sampai suami keluar dari ruang perawatan.

Baca: Kids dan Baby Spa di DF Clinic

Akhirnya sesi perawatan suami selesai dan sekarang giliran saya masuk ke ruang perawatan. Facial treatment dan MD kali ini rasanya masih sama dengan yang sebelumnya. Yang sedikit berbeda adalah jumlah komedo saya yang lebih banyak karena sisa libur lebaran kemarin. Huhuhu dan diangkat komedonya itu sakit sis!

Tips dari saya supaya rasa sakit pas diangkat komedonya itu gak terlalu berasa adalah gunakan kekuatan pikiran. Sugestikan ke pikiran bahwa diangkat komedo itu rasanya nikmat dan ini demi kesehatan dan kecantikan. Nikmat, sehat, dan cantik. Ucapkan dalam hati, bawa ke pikiran bawah sadar, dan ulangi terus menerus selama sesi pengangkatan komedo itu berjalan. Syukurlah dengan cara ini, pengangkatan komedo jadi gak terlalu berasa sakit banget.

Saya juga sama di ruangan perawatan sekitar 1,5 jam. Lumayan buat penyegaran. Keluar dari ruang perawatan dengan penuh percaya diri, lempar senyum ke suami dan yess wajah saya berasa lebih kencang, cerah, dan kenyal.

Saya setelah perawatan di DF Clinic, wajah lebih segar dan terasa ringan. Komedo hilang. Cukup pakai lipstik aja biar tampak lebih segar.
DF Clinic
Sempetin wefie dulu sebelum pulang 🙂

Buat teman-teman yang bingung nyari tempat family time yang nyaman di Bandung, bisa cobain mampir ke DF Clinic ya. Bisa perawatan untuk ayah, ibu dan anak-anak. Lengkap!


DF CLINIC
Jl. Leumah Neundeut No.10 Bandung 40164
Telp. (62-22) 2010593 Hunting
Pin BB. 2290FF6F | e-mail. dfclinic@yahoo.com

13 thoughts on “Tempat Family Time di Bandung

  1. Wah, DF Clinic ternyata nyaman banget, ya. Bisa sambil bawa anak2 kalo kita mau perawatan. Semoga bisa berkesempatan ke sana juga…

    Like

  2. Hadeeuh asiknya yang family time di df, ga pake macet2 yaaa…
    Boleh juga tuh idenya, pengen family time tapi pas pulang fresh…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s