Agar Anak Selalu Ceria Selama Perjalanan Liburan

Si bungsu tiba-tiba demam dan hari itu adalah dua hari menjelang keberangkatan kami pulang ke kampung halaman. Suami masih dinas di luar kota dan baru akan pulang esok harinya.

Terus terang saat itu saya panik. Di rumah sendirian, maksudnya sedang tidak ada orang dewasa selain saya di rumah. Sulung menemani, tapi ia pun masih balita yang sedang dalam masa aktifnya. Saya belum terlalu bisa mengandalkan sulung karena ia juga belum mandiri dan masih butuh bantuan dari saya. Sedangkan bungsu yang masih berumur 16 bulan sedang rewel karena demam. Maunya nempel minta ASI terus dan kemana-mana digendong. Saya packing sambil gendong, makan sambil gendong, bahkan ke kamar mandi pun harus gendong si bungsu.

Bagaimana ini si bungsu masih demam, padahal kami sebentar lagi mau mudik ke kampung suami di Subang yang berjarak sekitar 150 km dari tempat tinggal kami saat ini. Perjalanan rencana akan menggunakan mobil dan waktu tempuhnya sekitar 3 – 4 jam.

Mudik kali ini memang bukan mudik tahunan seperti lebaran tapi mudik bulanan yang biasa kami lakukan untuk menengok orang tua di kampung. Kami usahakan setiap bulan bisa pulang ke rumah mertua sambil silaturahmi sekaligus liburan keluarga.

Beberapa pesan lengkap dengan foto-foto saya kirimkan ke suami melalui WhatsApp mengabarkan bahwa si bungsu panas. Saya tidak bermaksud membuat suami ikut panik juga dan mengganggu konsentrasi bekerjanya. Tapi berharap dengan berbagi informasi tentang keadaan anak bungsu kami saat itu bisa sedikit mengurangi beban dan kepanikan saya.

Ditunggu beberapa menit, belum ada respon dari suami. Bahkan pesannya belum dibaca, tapi sudah sampai. Mungkin dia masih sibuk, pikir saya. Saya balik lagi menyusui dan mengelus-elus punggung si kecil, menciumi keningnya, dan berdoa agar ia cepat sembuh.

Dalam kondisi sendirian seperti ini, saya tau sebenarnya saya gak boleh panik. Akal sehat harus tetap bekerja dan berusaha semuanya ada dalam kendali. Tapi mungkin namanya anak lagi sakit, perasaan panik itu wajar.

Saat Anak Demam
Demam Jadi Mukanya Kuyu

Saya tarik nafas dalam-dalam, melepaskannya pelan-pelan dan berusaha menenangkan pikiran. Mengambil alih pikiran negatif, membuangnya jauh-jauh and turns it into positive thought. 

Sedikit lebih tenang, saya mengambil segelas air putih. Meminumnya perlahan sambil memikirkan langkah-langkah penanganan demam si bungsu.

  1. Langkah pertama yang saya lakukan saat itu adalah tetap menyusui si kecil. Saya yakin ASI adalah nutrisi terbaik untuknya. Memang saat demam seperti ini biasanya anak cenderung akan meminta ASI, akan menempel terus dengan Ibu dan tidak mau lepas dari ASI Ibu selama beberapa jam. Pegal sih, tapi gimana lagi anaknya maunya nempel ASI terus.
  2. Menganti baju. Saya ganti bajunya dengan baju yang lebih nyaman. Sengaja saya pilihkan baju yang berbahan katun agar ketika ia berkeringat nanti keringatnya akan diserap cepat oleh baju. Dalam keadaan demam seperti ini baju yang nyaman, tidak panas, adem, tidak terlalu sempit dan tidak terlalu kebesaran/longgar akan sangat membantu dalam menenangkan anak.
  3. Mengolesi punggung si bungsu dengan parutan bawang merah yang telah ditetesi dengan minyak kayu putih. Ini adalah resep tradisional yang diajarkan oleh Ibu saya, sudah turun temurun dari dulu dan dipercaya mampu menurunkan demam pada anak. Memang aromanya agak menyengat dan kurang sedap tapi demi kesembuhan si kecil gak papa deh bau-bau dikit.
  4. Memberinya minum air putih ketika si bungsu mau lepas dari ASI. Menyusui terus menerus membuat saya jadi pegal, jadi saya rayu dia untuk lepas menyusu. Saya kasih dia air putih sebanyak yang ia mau untuk membantunya menurunkan panas tubuhnya.
  5. Memberi obat penurun panas. Saya selalu sedia obat penurun panas  yang mengandung paracetamol di rumah untuk jaga-jaga ketika anak terserang demam.

Selesai menangani si kecil, saya sempatkan sebentar melihat ponsel saya dan terlihat sudah ada balasan dari suami. Responnya baik. Beliau bilang supaya saya terus pantau suhunya, kalau gak turun-turun segera bawa ke dokter. Kebetulan tetangga depan rumah kami adalah seorang dokter jadi jika nanti panas si kecil tidak turun-turun saya bisa langsung gendong si kecil dan periksakan dia.

Target saya si kecil sudah turun panasnya esok hari karena lusa kami akan melakukan perjalanan jauh ke kampung halaman. Saya inginnya ia sudah sembuh jadi selama perjalanan tidak rewel dan tentu kami nanti bisa menikmati sesi liburan di kampung halaman dengan lebih bahagia tanpa ada rengekan anak.

Malamnya, si bungsu bisa tidur walaupun masih agak rewel. Sedikit-sedikit bangun. Tidur seperti kurang nyenyak. Saya raba dahi dan punggungnya, memang masih agak panas. Saya sebetulnya punya termometer dan seharusnya saya cek suhunya dengan termometer agar lebih objektif bukan hanya berdasarkan rabaan di dahi dan punggung anak saja. Tapi naluri saya sebagai seorang Ibu berkata bahwa panas ini masih dalam batas normal dan si bungsu Insya Allah akan baik-baik saja.

Tapi saran saya, jika anak demam alangkah lebih baiknya periksa suhu anak dengan termometer ya supaya lebih terkontrol dan kita bisa tau perkembangannya lebih objektif apakah suhunya turun atau naik. Dikatakan demam apabila suhu badan lebih dari 37,5 derajat Celcius. Demam berpotensi berbahaya jika suhu tubuh mencapai 39° celcius atau lebih. Suhu tubuh yang sangat tinggi menandakan terjadinya infeksi yang serius di dalam tubuh.

Jadi malam itu saya bergadang sendirian, menjaga dua orang anak tidur. Sulung Alhamdulillah bisa tidur nyenyak dan sekali terbangun untuk minta air putih. Si bungsu beberapa kali bangun, mungkin badannya masih tidak nyaman.

Pagi harinya saat si kecil bangun panas tubuhnya memang sudah turun, tinggal sedikit panasnya. Alhamdulillah. Siangnya ia gak terlalu rewel dan bisa beraktivitas normal seperti biasa. Main sana sini. Ketika ayahnya pulang di sore hari, suhu badan sudah kembali normal. Alhamdulillah sudah sembuh. Saya pun bisa melanjutkan packing yang sempat tertunda.

Suami melontarkan pertanyaan jadi atau enggak kita pulang kampung, lebih baik ditunda dan menunggu si bungsu benar-benar sembuh atau bagaimana baiknya. Suami memang sedikit ragu karena takut kenapa-kenapa dengan si bungsu. Apalagi perjalanannya jauh. Saya yakinkan suami bahwa Insya Allah si bungsu sudah baik dan kami siap mudik beratus kilometer.

Kami sekeluarga malamnya bisa tidur lebih tenang dan sudah tidak sabar menunggu subuh karena rencananya selesai sholat subuh kami akan memulai perjalanan panjang kami. Mumpung masih pagi dan udara masih segar. Badan pun sudah bugar. Gak teralu macet juga kalau berangkat pagi-pagi.

Melakukan perjalanan jauh seperti ini memang sudah biasa bagi kami sekeluarga. Setiap bulan selalu ada perjalanan ke luar kota baik itu untuk liburan, pulang kampung ataupun mudik sambil liburan. Iya, hihihi, liburan colongan saat pulang kampung. Mostly liburan kami menggunakan mobil karena moda transportasi inilah yang saat ini paling cocok buat kami berempat.

Membawa anak-anak liburan gampang-gampang susah ya. Terutama menghandle anak diperjalanannya karena bisa saja anak rewel di jalan kalau ia tidak menikmati. Nah biar anak lebih ceria dan tidak rewel di perjalanan liburan, saya punya beberapa tips yang biasa kami terapkan ketika kami melakukan perjalanan jauh dan juga persiapan-persiapannya.

1. Badan sehat dan tidak sakit

Melakukan perjalanan dalam keadaan sakit itu enggak enak banget. Makanya kemarin suami sempat was-was dan ragu pulang kampung melihat si bungsu demam dua hari sebelum berangkat. Tapi untunglah pas hari H si bungsu sudah sembuh dan kami jadi mudik.

Kita kan mau liburan, maunya senang-senang. Usahakan kondisi kesehatan sekeluarga sehat biar bisa hepi-hepi. Kalau ada satu saja anggota keluarga yang sakit dan tidak sanggup ikut liburan terpaksa liburannya di cancel atau ditunda sampai yang sakit ini sembuh.

2. Cek kondisi kendaraan

Memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima adalah salah satu langkah awal suksesnya perjalanan liburan. Gak lucu donk kalau tiba-tiba mobil mogok atau macet di jalan gara-gara mobil rusak dan harus diderek. Bukannya jadi liburan malah nongkrong di bengkel.

Seminggu sebelum hari H biasanya kami bawa mobil ke tempat service mobil langganan, cek segala rupa dan nanti pas hari H tinggal injak gas gak perlu pusing mikirin kondisi mobil.

Yuk Liburan
Kalau Mobil Sudah Prima, Siap Cuss Berangkat Liburan

3. Sounding

Sounding ini adalah memberi tau berkali-kali ke anak-anak bahwa kita akan melakukan perjalanan jauh dengan harapan mereka mengerti. Sounding ini seperti hipnotis, tapi bukan hipnotis yang gimana-gimana gitu ya. Tapi lebih ke mempersiapkan mental anak bahwa perjalanan jauh akan dimulai dan semoga anak-anak tetap manis dan tidak rewel selama perjalanan.

Saya percaya banget kekuatan sounding/hipnotis untuk anak-anak. Sounding bisa diberikan sebulan sebelum berangkat, tiap hari dibilangin dan intensitas soundingnya bisa ditingkatkan menjelang hari H.

Kata-katanya misalnya seperti ini “Nak, kita akan mudik ke rumah Abah besok hari Sabtu naik mobil ya. Jika kamu tenang dan tidak rewel selama di jalan, maka ibu akan senang dan sangat bangga padamu”. Katakan berulang kali sampai anak-anak mengerti.

4. Hindari macet

Orang dewasa saja pusing dan setres pas macet, apalagi anak-anak. Caranya kita bisa berangkat liburan pas low season, atau pas week days. Saat orang berlibur kita di rumah dan saat orang lain kerja kita liburan.

Bisa juga diakali dengan berangkat saat malam hari atau dini hari saat lalu lintas tidak terlalu ramai. Tapi kalau terpaksanya harus berangkat siang hari, kita bisa cek situasi terkini via Google Maps. Yang merah berarti macet, yang kuning ramai lancar, kalau hijau artinya jalanan sepi. Bisa juga pakai aplikasi Waze tinggal install di smartphone. 

Kalau perjalanannya sekitar Bandung, saya biasa cek kondisi jalan lewat Twitter karena Twitter itu masih merupakan media sosial yang bisa ngecek kondisi terbaru. Tinggak cek hestek #lalinbandung #lalinbdg #cuacabdg #infobandung. Atau kepoin akun macam @infobandung, @infobdg, @prfmnews banyak menginfokan kondisi lalu lintas terkini. Kayaknya mirip juga berlaku di kota lain ya.

5. Pakai car seat

Penggunaan car seat untuk bayi ini bermanfaat banget selama perjalanan. Karena anak jadi aman, suami lebih tenang ketika menyetir dan saya gak pegal karena harus gendong/pegang anak terus-terusan di dalam mobil.

Anak pakai sabuk di mobil
Sulung Duduk di Belakang Pakai Sabuk dan Bungsu Duduk Manis di Car Seat

Memakaikan car seat untuk anak memang harus dibiasakan sejak bayi. Alhamdulillah sekarang anak saya sudah hampir 1,5 tahun usianya kalau bepergian selalu anteng duduk manis di car seat. Kalau rewel minta keluar dari car seat saya diamkan saja sambil dibilangin kalau mobil lagi jalan maka dia harus duduk di car seat. Kebiasaan ini memudahkan saya ketika suami tidak ada dan saya harus menyetir sendirian sambil bawa anak.

Anak-anak yang lebih besar pun berhak selamat dan aman, maka usahakan untuk selalu disiplin memakaikan sabuk ke anak meskipun ia masih kecil. Kalau rewel gak mau pakai sabuk beri pengertian bahwa selama perjalanan setiap orang yang ada di dalam mobil harus pakai mobil. Konsisten dan beri contoh, Insya Allah anak mengerti.

6. Bawa bekal makanan dan minuman yang cukup

Memang enaknya liburan pakai mobil itu kita bisa berhenti semau kita dan jajan kapanpun kita mau. Tapi masa mau berhenti terus saat anak rewel dan minta makan/minum nanti gak sampai-sampai tujuan donk sementara kita kadang dikejar target harus sampai tujuan dalam waktu yang sudah ditentukan.

Makanya kita perlu bawa makanan dan minuman sendiri dari rumah. Secukupnya saja karena kita kan sudah tau kegemaran dan kapasitas makan anak-anak kita sendiri. Dia sukanya apa, bawain! Kalau anaknya masih ASI Ekslusif sebenarnya lebih gampang kalau pergi-pergi karena kita tinggal susuin aja kalau dia lapar. Tapi kalau anaknya sudah enam bulan ke atas dan sudah makan MPASI kita perlu siapkan dengan membawa makanan untuk dia dan juga perlengkapannya misalnya kotak makan, sendok, garpu, tisu, tempat minum, lap dsb.

MPASI Buah
Menikmati Jus Buah Naga yang Dibekal dari Rumah

Bawa makanan dari rumah juga lebih hemat, bersih, lebih irit dan tentunya sehat. Kita tau komposisi makanan yang kita sajikan untuk anak-anak. Kalau beli di jalan sudah pasti lebih mahal, belum tentu pengolahannya bersih dan sesuai dengan standard kita.

Makanan, minuman, dan mainan tidak perlu banyak karena bikin berat. Secukupnya. Sudah ribet bawa anak-anak dan perlengkapannya, gak usahlah ditambahin ribet dengan bawaan makanan dan minuman segambreng. Ini liburan ya, bukan pindahan rumah :mrgreen:

7. Bawa mainan kesayangan

Mainan ini gunanya pengalih perhatian anak dan penghibur dalam perjalanan. Anak-anak saya itu suka banget lihat pemandangan dan apa saja yang terjadi di luar mobil. Begitu mereka bosan dengan apa yang terjadi di luar, mereka akan cari bahan hiburan yang ada di dalam mobil. Nah kalau sudah seperti ini bekal mainan saatnya dikeluarkan.

Mainan favorit anak beda-beda, silahkan orang tua tinggal pilih saja apa yang menjadi kesukaan anak-anak. Buku bacaan atau gadget juga boleh dibawa. Saran saya selain bawa mainan favorit anak, bawa yang mainannya mudah yang gak banyak printilannya gitu. Namanya juga anak-anak suka berantakan ke sana ke mari. Sayang kalau printilan mainannya hilang dan gak ketemu. Apalagi mainan mahal. Hihihi. Makanya bawa yang murah-murah aja kalau lagi liburan, kalau misalnya hilang kan gak nyesek.

8. Santai dan nikmatilah perjalanan

Namanya liburan itu harus senang. Jangan sampai ada pertengkaran baik itu antara suami dan istri atau orang tua dan anak. Tekan ego masing-masing supaya santai.

Biasanya, di dalam mobil kami memutar musik dan bernyanyi lagu anak-anak. Cara termudah untuk menghibur anak-anak. Tepuk tangan, main ekspresi, dan pasang muka silly. Kadang main tebak-tebakan juga. Ketawa haha hihi yang penting enjoy dan bisa bikin anak-anak hepi.

Berhenti dan mampirlah ke rumah makan atau tempat rekreasi yang terlewati kalau misalnya sudah bosan di dalam mobil dan anak-anak sudah tidak tertangani lagi kerewelannya. Misalnya jika ketemu macet parah bisa istirahat sebentar, melipir ke pinggir jalan, cari tempat aman untuk parkir dan istirahat sebentar. Atau jika terlalu lelah dan gak sanggup melanjutkan perjalanan, bisa menginap di hotel.

Pemandangan Alam
Menikmati Pemandangan Seperti Ini Ketika Melewati Purwokerto

Alhamdulillah dengan sering mempraktekkan tip-tip di atas, anak-anak saya terbiasa melakukan perjalanan jauh tanpa banyak rewel dan tidak mabuk perjalanan. Memang, saya sudah membiasakan mereka untuk traveling sejak mereka baru lahir. Umur 2 bulan sudah kami ajak liburan ke kampung halaman. Hihi. Contohnya pas mudik lebaran tahun lalu, ketika si bungsu masih berusia 2 bulan, saya sudah membawanya untuk mudik dari Bandung ke Purworejo yang berjarak sekitar 350 km. Tahun lalu, jarak tersebut ditempuh selama 12 jam perjalanan dengan mobil pribadi. Alhamdulillah anak-anak sehat semua, tidak rewel, tidak mabuk, dan yang penting mereka ceria di perjalanan.

Itu aja sharing cerita dari keluarga kami ya. Semoga bisa diambil manfaatnya. Monggo kalau teman-teman punya tips atau cara lain agar anaknya tetap ceria dan enggak rewel kalau pas di ajak jalan-jalan, share ya pengalamannya, kita tukeran info. Oke? 🙂

Liburan di Kampung Halaman
Sampai di Kampung Halaman dan Siap Liburan
Liburan di Pantai
Ceria Main Air di Pantai

Keceriaan di perjalanan menentukan keceriaan liburan di lokasi tujuan. Entah itu di kampung halaman atau di tempat wisata. Jika anak senang orang tua pun tenang. Kalaupun anak sakit menjelang liburan, upayakan untuk kesembuhannya dulu. Baru kalau sudah benar-benar sembuh, ceria lagi dan siap jalan-jalan, yuk angkat koper dan cuss!

Happy Travelling ya!

Comments

  1. novaviolita says:

    pantainya cantik…. asyik mainin ombak.. kaya mandi busa sabun..he2

    1. Iya, yuk kita ke pantai Mbak 🙂

  2. Damar Aisyah says:

    Tips liburan khas ibu balita, patut diterapkan untuk next mudik lebaran 🙂

    1. Yuk kita terapkan sama-sama Mbak.

  3. Demam, memang bikin galau Mbak
    Apalagi kalau anak yang demam, jangankan mikirin liburan
    Mikirin biar enggak rewel saja sudah pusingg

    1. Iya bener, yang penting mah diturunin dulu ya demamnya, baru deh liburan 🙂

  4. ranirtyas says:

    Anakku kalau pas demam malah pada nggak mau lepas dari gendongan, bahkan dalam berkendaraanpun begitu.. hmm sehat terus ya sayang biar liburannya menyenangkan

    1. Iya Mbak, memang kalau lagi sakit gitu mintanya pada digendong semua ya..

  5. Uwien Budi says:

    Aku juga sama kalau lagi mudik kayak gituh

    1. Asyikkk tujuannya sama pula ya Teh

  6. Citra says:

    Ayok mas akmal dan adek azril kita jalan2 lagi…

    1. ayukkk… kapan yaa? 😀

  7. Citra says:

    Ayuuuk kpn kita jalan2 lagi…

  8. yeni says:

    Berkat Tempra kita bisa mengurangi rasa panik ya mbak dan liburan bisa ceria dan berkesan

    1. Iya benar, helps banget 🙂

  9. Ericka says:

    Jadi kangen liburan nih mbak baca tulisan ini, tapi memang karena masih belum ada anak, jadi belum banyak keribetan hehehe terima kasih ya mbak tipsnya, suatu saat pasti berguna

    1. Yuk liburan kita.. 🙂

  10. defisupri says:

    Mba armita, well noted. Buat bekel liburan *kapan2* sm andra..

    1. Ayo liburan yuk 🙂 Andra keren udah ke mana-mana jalan-jalannya 🙂

  11. Asti ap says:

    Trims tips tips nya bermanfaat bangett 🙂

    1. Sama-sama Asti, yuk jalan-jalan yuk..kita play date 🙂

  12. denikartika says:

    Hal penting yg sering diabaikan, car seat. Terbaik mbak Ita (y)

    1. Iya, car seat penting buat bepergian yang bawa mobil dan ada bayi 🙂 makasih ya sudah mampir.

  13. Lia says:

    Wah.. sangat bermanfaat banget tips nya, akan sy inget selalu dan akan saya terapkan tipsnya saat sy punya anak nanti.. emang kudu hrs prepare banyak hal ya ketika bawa balita bepergian… hehe.
    Makasih ya Mbak…

    1. Sama-sama, semoga bermanfaat ya…

  14. blm pernah bawa anak perjalanan jauh dengan mobil…maklum orang pulau..jd pake kapal kalo mau ke pulau lain hehehe…

    1. Anak saya malah belum pernah pergi pakai kapal Mbak, boleh kapan-kapan tertarik pengen nyobain.

  15. Lidha Maul says:

    Hum, biasanya anak selalu ceria mbak, karena mereka nggak bisa lihat pintu terbuka, hehe.
    Eh, giliran beneran dibawa jalan2 mulai dah ada rewelnya, ada capek, pulang2 bisa sakit. Nah, tipsnya ini berguna banget ya

    1. Iya Mbak, semoga tulisan ini bermanfaat. Makasih sudah mampir ya

  16. dipi says:

    Menurutku ya.. Ini tulisan bagus. Haluusss bgt penyampaiannya, jg persuasif, dan sarat tips dan informasi. Aku catet bbrp poinnya buat dede bayi klo udah lahir… Hehehe.

    1. Makasih Teh Diana, sehat selalu ya

  17. nyonyamalas says:

    Syukurah sembuh tepat pada waktunya ya mbaaa… Ga kebayang mudik pas anak sakit, pasti was was… 🙂 Semoga dedek sehat terus yaaa…

    1. Iya, Alhamdulillah Mbak.

  18. indri says:

    keluarga terutama anak-anak seneng banget kalau di ajak ke pantai, mungkin lihat banyak air gitu ya haha. tetep Tempra selalu di bawa untuk jaga-jaga siapa tahu pas lagi mainan air kelamaan terus anak demam 🙂

    1. Iya, mereka ketagihan ke pantai

  19. Adriana Mila says:

    Wahh Mba Mita, terima kasih banyak tipsnya ya, bagi saya yg saat ini sedang mengandung tips ini akan sangat bermanfaat bagi saya nantinya, 🙂

    1. Sehat terus ya Mba Mila buat Mbak Mila dan dede bayi

  20. Prita Hw says:

    Pikiran positif emang di atas segalanya ya mbak 🙂

  21. Prita Hw says:

    Liburan emang hrs dinikmati ya mbak, trutama tdk memaksakan ego ortu. Setuju~

  22. Prita Hw says:

    Tipsnya oke banget mbak, terutama buat yg pake kendaraan pribadi ya^^

  23. Fika says:

    Pengetahuan baru.

    1. Semoga bermanfaat ya

  24. Riski Ringan says:

    Kata adikku, kalau anak sakit dan masih menyusu memang harus lebih sering lagi menyusuinya ya Mba.. ^^

    1. Iya, pasti nempel terus pengen nyusu 🙂

  25. niaharyanto says:

    Alhamdulillah… Anak-anak saya juga cocok dengan Tempra. Cuma 2-3 kali minum, demam biasanya langsung turun. Sehat-sehat selalu, dek biar bisa traveling…

    1. Tempra rata-rata pada cocok ya Teh

  26. Bawang merah sm kayu putih itu kebiasaan alm mamah ku dulu teh, waktu anak pertama masih kecil kalo pas ada mamah pasti dibikinin racikan itu dan alhamdulillah sembuh, dikira cuma kebiasaan ortuku ajh itu ternyata sama ya 🙂

    1. Sudah turun temurun ya Teh 🙂

  27. Amy says:

    Kirain saya doang yang masih ngasih baluran parut bawang merah pas anak panas, hehehe. Belom pernah pake carseat buat khalif, kata papahnya mending digendong aja. Tapi suka pegeeel :((

    1. Ayo pakai car seat, lebih aman dan anti pegel 😀

  28. duniabiza says:

    Untung demam si dedek segera turun ya mba. Kalau tidak kan kasian perjalanan mudiknya.. senangnya punya mama yang care….

    1. Iya Alhamdulillah gak lama demamnya Mbak

  29. Levina says:

    Saat liburan kalau anak ceria, liburan juga terasa menyenangkan dan mengasyikan ya Mbak.
    Persiapan untuk pulang kampung harus lengkap, terutama obat-obatan..

    1. Iya, gak enak kalau liburan tapi anak sakit Mbak

      1. Levina says:

        Yup betul. Ngga menikmati banget yaaak…

  30. Berkah says:

    jadi anak yang sholeh ya nakk, hanya ini bisa ku berikan padanya mbak.

    1. Terima kasih doanya 🙂

  31. Lengkap banget teh, suka deh bacanya.
    Dan demam bagi anak bagi saya selalu membuat perasaan tak menentu, untung ada tempra ya.
    Sehat selalu adeee ….

    1. Tempra bantu banget nih 🙂

  32. Emang rempong ya, Mit, kalau mau pergi-pergi jauh eh anak malah sakit.
    Apalagi perjalanannya udah direncanakan jauh-jauh hari. 😀

    1. Iya Teh, gak enak jalan-jalan kalau anaknya sakit 🙁 disembuhin dulu baru deh jalan-jalan 😀

  33. Keren mbak tipsnya!

    1. Semoga bermanfaat ya 🙂

  34. Maria Soraya says:

    klo anakku demamnya masih dibawah 38, pake bawang merah juga… tapi klo > 3 hari demam, langsung pakai tempra, ampuh

    1. Wah sama juga ya Mbak pakai bawang merah juga 🙂

  35. Iya Pen.. nuhun ya udah mampir 🙂

  36. Betul Mbak, kayaknya kok kalau lagi sendirian di rumah gampang panik ya..

  37. Kalau saya mah kalau pergi ke kampung halaman itu suka risau bu karena anak yang rewel dan mudah sakit, karena ketidak tahuan bagaimana cara mengatasinya jadi risau deh.

    1. oh gitu, kampungnya jauh dari tempat tinggal sekarang Kang?

      1. Iya mbak tapi satu provinsi namun meskipun begitu saya suka merasa kasihan juga sih bu.

  38. Lagu says:

    Wah tempra nya mungkin rekomendasi buat adikku kalo kenapa2 saat perjalanan nih mbak..

    1. Yuk direkomendasiin

      1. nunik utami says:

        Ikutan nyatat tipsnya, ahhh 🙂

        1. Boleh silahkan Mbak 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *