3 Jenis Kopi Sumatra yang Ada di Kopital

Kopi Sumatra adalah salah satu jenis kopi yang cukup laris di dunia. Sebagian besar kopi Sumatra diproses melalui metode kering (dry process) meskipun ada juga sebagian kecil yang menggunakan metode semi-washed. Berikut ini ada 3 jenis kopi Sumatra yang paling digemari dan bisa kamu coba di salah satu cafe Bandung murah, Kopital.

  1. Kopi Gayo

Kopi ini tumbuh di daerah Takengon pada ketinggian 1200-1700 meter di atas permukaan laut. Takengon merupakan tempat penyemaian kopi pertama yang ada di Pulau Sumatra. Di daerah ini, hampir seluruh penduduknya memiliki kebun kopi. Minimal satu keluarga memiliki kebun kopi dengan luas sekitar setengah hektar.

Kopi gayo memiliki aroma yang khas. Karakter kopi gayo ini cukup kompleks mulai dari body yang sedang, acidity yang seimbang dan aftertaste yang lama. Oleh karena itu, kopi gayo menjadi salah satu komoditas ekspor. Ekspor kopi gayo 80% dilakukan ke Amerika.

  1. Kopi Lampung

Kopi lampung dikenal memiliki kualitas aroma dan rasa terbaik. Ditanam pada ketinggian 400-700 meter di atas permukaan laut dengan temperatus sekitar 21-240C. Kopi lampung sebagian besar adalah robusta. Lampung adalah pemasok robusta terbesar di Indonesia. Jumlah produksi kopi ini rata-rata 10.000 ton per tahun dengan luas kebun kopi mencapai 163.837 hektar (lampung.antaranews.com).

Kopi lampung memiliki karakter aroma tropis dedaunan Indonesia. Tingkat keasamannya cenderung sederhana tapi memiliki aroma spicy yang cukup kuat hingga bisa membangkitkan semangat. Jika ingin mengonsumsi kopi ini, sebaiknya tidak dicampur dengan gula atau pemanis lainnya. Rasa kopi robusta lampung akan terasa lebih nikmat jika disajikan tanpa campuran apapun.

  1. Kopi Mandailing

Kopi ini berasal dari daerah Mandailing Natal, Sumatra Utara. Kopi ini tumbuh dengan baik di ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut. Kopi Mandailing sudah dikenal sejak tahun 1835 dan dipasarkan ke berbagai Negara, seperti Prancis, Belanda, dan Inggris.

Kopi ini menghasilkan cita rasa sweet dan acidity yang fine. Selain itu, kopi ini juga menghasilkan long lasting after taste. Sekarang, jenis kopi ini sudah mulai sulit diperoleh. Tapi jangan khawatir karena kamu masih bisa menikmati secangkir kopi mandailing yang mantap ini di Kopital.

Tertarik mau nyobain? Yuk ke Kopital aja!


Sponsored Post, Please Read Disclosure


Comments

  1. Kopi sumatera emang enak..

  2. Aku belum kesampaian aja nih pengen ke kopital. Liat i medsos lumayan lagi trending ya.

  3. thethy224 says:

    saya bukan pecinta kopi, jadi kurang tahu jenis – jenis kopi, tahunya cuma kopi arabika, robusta sama kopi luwak, hehehe..

  4. 3 kopi itu memang sudah melegenda ya, rasanya pas sesuai lidah

  5. Ahmad says:

    aku suka kopi gayo tu ….. tapi disini susah nggak ada yg jual

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *