Lipstik Purbasari Murah

Xiaomi: Smartphone Murah dan Berkualitas

Xiaomi: Smartphone Murah dan Berkualitas. Smartphone yang saya pakai sekarang sudah bersama saya sekitar setahun. Dapat dari suami, hadiah ulang tahun pernikahan setahun yang lalu.

Tahun lalu, suami nawarin pengen dibeliin apa buat hadiah ulang tahun. Hihihi, saya sih nyengir-nyengir girang aja dapat tawaran seperti ini. Saya langsung minta request untuk dibelikan HP baru. Kebetulan, HP saya yang sebelumnya matot alias mati total karena dilempar-lempar oleh Akmal, anak pertama saya. Dikiranya itu lempar lembing kali ya. Yang punya anak toddler pasti tau rasanya.

Gak sia-siain kesempatan, saya langsung googling sana sini nyari HP yang sesuai dengan spek yang saya butuhkan. Sempat nyari juga di beberapa marketplace. Oke, ketemu deh HPnya. Deal. Transfer. Tiga hari kemudian, HP nya sampai di rumah dengan sehat, selamat dan sentosa.

Setahun berlalu. HP saya mulai menunjukkan performa yang tidak sehebat ketika pertama kali datang. Mulai cepat panas dan baterai boros. Sebentar-sebentar saya harus ngecharge. Yang paling menyebalkan, HP saya ini kadang gak bisa baca kontak. Aneh kan, padahal saya perlu kontak-kontak tersebut ya untuk berbalas pesan atau keperluan telpon. Yang paling penting, saya butuh HP tersebut untuk menunjang pekerjaan saya sebagai konsultan nama, penerjemah dan blogger.



Kesal dengan performa HP tersebut, suami menyarankan untuk membeli HP baru lagi. Daripada menggerutu terus, mendingan coba cari lagi HP yang bagusan, performanya baik, batre gak boros, dan tidak cepat panas. (lebih…)

Produk Investasi Untuk Freelancer

Produk Investasi untuk Freelancer. Lima tahun lalu saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya di sebuah perusahaan konsultasi di bidang lingkungan yang baru saya rintis sekitar satu setengah tahun itu. Ya ampun, baru setengah tahun kerja aja belagu banget pakai resign segala.

Bukan tanpa sebab saya meninggalkan posisi saya sebagai penerjemah di kantor tersebut. Oktober 2010, saya diterima sebagai salah satu mahasiswa master di sebuah perguruan tinggi di Kota Bogor. Atas nama fokus kuliah, akhirnya saya memberanikan diri menghadap manager saya dan Alhamdulillah sang manager mengabulkan keinginan saya untuk fokus kuliah dan meninggalkan pekerjaan saya tersebut.

Belum sampai lulus kuliah, saya menikah. Tepatnya September 2011. Lulus kuliah akhir tahun 2012, setahun setelah menikah. Idealnya, setelah lulus kuliah, adalah bekerja (lagi) di perusahaan yang sudah saya incar sejak dulu. Kerja di ibukota negara dengan ritme yang lebih dinamis dan gaji yang cukup buat kipas-kipas.

Tapi itu ternyata cuma jadi bayangan yang tidak sempat menjadi nyata. Saya keburu hamil. Diamanahi anak adalah anugerah yang tidak bisa dikalahkan oleh keegoisan saya memburu karir di ibukota. Lagian, suami tidak meridhoi saya berkarir kantoran. Lagi, atas nama ketaatan kepada suami, saya menuruti sarannya untuk mulai usaha saja dari rumah.

Sejak itu, mulailah peran saya sebagai seorang ibu dan juga pekerja dengan virtual office. (lebih…)

Serius Tapi Santai di Fun Blogging 6

Sabtu dan Minggu itu enaknya diisi dengan kegiatan santai setelah berlelah-lelah bekerja di hari Senin sampai Jumat. Caranya macam-macam. Bisa dengan istirahat saja di rumah, nonton TV, berkebun atau jalan pagi sehat mengelilingi komplek rumah. Bisa juga berkegiatan di luar rumah misalnya olahraga, jalan-jalan ke tempat wisata, mall, atau silaturahmi ke rumah kawan dan saudara. Apapun kegiatannya yang penting santai ya biar kita bisa kasih nafas sebentar ke jiwa raga dan membiarkan jiwa raga kita istirahat sejenak. Harapannya kita bisa kembali segar dalam menjalani kegiatan di minggu yang akan datang.

Begitulah biasanya hari Sabtu dan Mingguku, tidak jauh-jauh dari acara santai bersama keluarga. Tapi ada yang tidak biasa di akhir pekanku tiga minggu yang lalu. Sabtu 5 September 2015 menjadi hari Sabtu yang berbeda. Tidak ada istirahat di rumah. Aku malah justru sibuk  serius menghadiri sebuah kelas belajar yang sudah lama aku nanti-nantikan.

Saking semangatnya, aku langsung mendaftar begitu tau bahwa kelas belajar tersebut di buka untuk para blogger di wilayah Bandung dan sekitarnya. Sebelumnya, lima sesi kelas belajar yang diasuh oleh Mbak Shintaries, Mbak Haya Aliya Zaki dan Teh Ani Berta semuanya  dilakukan di Jakarta. Lalu aku pun sedih dan menangis di pojokan karena pengen ikutan tapi kalau di Jakarta kayaknya kejauhan deh. (lebih…)

Puding Green Tea Lezat dan Sehat

Puding Green Tea Lezat dan Sehat. Salah satu kebahagiaan yang aku syukuri sekarang ini adalah memiliki anak yang tumbuh dengan sehat. Nafsu makannya baik sehingga apapun jenis makanan yang kami sediakan bisa dilahapnya sampai habis. Kami hampir tidak pernah menemui kendala ketika mengajaknya makan. Pernah sih, satu atau dua kali, kami menemukan sang anak dalam kondisi GTM (Gerakan Tutup Mulut). Tapi itu tidak lama, paling sehari. Nafsu makannya akan kembali lagi dengan normal setelah itu.

Itulah mengapa kami perlu bersyukur karena beberapa kali aku mendengar keluhan Ibu-Ibu yang curhat tentang anak-anaknya yang susah sekali makan. Apapun yang disajikan oleh ibunya sia-sia. Sudah beragam menu disajikan dan sudah beragam cara dibujuknya sang anak supaya mau makan. Tapi tetap saja sang anak setia dengan mulut yang terkunci rapat. Aku bisa bayangkan bagaimana pusingnya orang tua yang menghadapi anak GTM berhari-hari, aku aja yang anaknya GTM seharian pernah sampai pusing. (lebih…)