Oh, Begini Ya Rasanya Akupunktur

Pengalaman akupunktur kesehatan dan kecantikan di Bandung

Selama ini, saya gak pernah berani mencoba terapi akupunktur. Karena di bayangan saya, akupunktur itu sakit, nyeri dan menyeramkan. Ya gimana gak ngeri coba, bayangkan saja badan kita ditusuk-tusuk dengan sejumlah jarum. Ditusuk pakai satu jarum aja lumayan nyeri, apalagi ini ditusuk pakai banyak jarum. Sampai akhirnya saya mendapat kesempatan untuk mencoba terapi akupuntur di Bandung. Saya memberanikan diri untuk mau mencoba terapi akupunktur ini. Ternyata, rasanya…. Teman-teman, kali ini saya mau coba cerita pengalaman pertama saya ber-akupunktur ya. Semoga bermanfaat, siapa tahu ada teman-teman yang membutuhkan informasi seputar pengalaman terapi akupunktur dalam mengatasi masalah kesehatannya. Awal bulan Mei kemarin, …

Continue Reading

Mama dan Anyang-Anyangan

Penyebab Anyang Anyangan

Berbicara tentang anyang-anyangan, Mama saya adalah salah satu penderitanya. Beliau sering mengeluh sakit saat ia ingin buang air kecil tapi rasanya sulit sekali untuk mengeluarkan satu tetes air kencing. Rasanya nyeri dan perih. Selain itu, Mama juga jadi sering buang air kecil tapi volumenya hanya sedikit saja. Katanya, capek bolak-balik terus ke kamar mandi. Mama saya adalah salah satu dari sekian banyak wanita yang menderita anyang-anyangan. Sekitar 50% wanita mengalami anyang-anyangan ini. Saya kira anyang-anyangan yang diderita Mama itu akibat Mama kurang minum air putih dan sering menunda-nunda kencing. Tapi ternyata penyebabnya bukan hanya karena itu saja. Ada kemungkinan penyebab …

Continue Reading

Aman dan Nyaman Bermain Bersama Anak di Rumah dan Lingkungan Sekitarnya

Menjadi Ibu yang bekerja dari rumah ternyata menantang saya bagaimana agar kehadiran saya di rumah bermanfaat sepenuhnya sebagai teman bagi anak. Bisa menjadi madrasah pertama bagi anak yang bisa menemani masa-masa keemasan mereka. Sambil bekerja dari rumah, sambil juga bisa menjadi kawan asyik saat bermain bersama. Sedikit flash back perjalanan saya menjadi Ibu ya. Setelah menikah, saya tidak langsung hamil. Ada jeda waktu kosong sekitar 8 bulan. Baru pada bulan ke sembilan setelah pernikahan, Allah mempercayai hadirnya janin kecil di rahim saya. Janin yang kemudian tumbuh dan berkembang sempurna sesuai umur bulannya. Empat tahun lalu, saya dan suami akhirnya dikaruniai dengan anugerah …

Continue Reading