Resign and Blogging

Blogging

“Mit, aku mau resign!” Suatu malam, aku dapat chat dari seorang teman kuliahku. Tiba-tiba saja dia mengirimiku chat personal yang aku sendiri cukup kaget dengan isi pembicaraannya. Sudah lama kami tidak ngobrol intim. Hanya sapa-sapaan biasa di grup. Keinginannya untuk resign sepertinya sudah di puncak. Alasannya dia sering sekali ditugaskan oleh kantornya keluar kota bahkan … Read moreResign and Blogging

Game Sebagai Hobi, Pendidikan dan Pekerjaan

cita-cita gamers

Game tentunya sudah tidak asing bagi kita, siapa saja pasti pernah bermain game terutama di waktu kecil. Permainan yang dilakukan zaman dahulu adalah permainan fisik yang membutuhkan sekelompok anak untuk bermain bersama, seperti kasti, go back door to door (gobak sodor), bekel, congklak (orang jawa menyebutnya dakon) dan masih banyak lagi. Perkembangan selanjutnya adalah menggunakan alat elektronik seperti game watch, dan terus berkembang hingga saat ini menjadi permainan PC, baik offline maupun online. Perkembangan game ini menggerakkan institut luar negeri untuk membuat sebuah program studi ilmu game computing and development yang bernaung pada jurusan teknik komputer. Begitu pula di Indonesia sudah ada beberapa kampus yang menawarkan program studi ini, salah satunya adalah Kalbis Institute atau biasa disebut kampus Kalbe.

Dibukanya minat game computing ini berdasarkan dari banyaknya penikmat game mulai dari anak-anak hingga dewasa. Tahun lalu, saat saya mengikuti program Kelas Inspirasi di salah satu sekolah dasar di Bandung, saya beberapa kali menanyakan cita-cita anak-anak. Kalau besar nanti, mereka ingin menjadi apa. Dan… taukah teman-teman, kalau banyak (lebih dari 5 anak dalam satu kelas) yang bercita-cita menjadi gamers! Cita-cita zaman anak sekarang ya. 

Read moreGame Sebagai Hobi, Pendidikan dan Pekerjaan

Wishlist, Peralatan Pelengkap Perjalanan yang Ingin Dimiliki, Tripod Kamera Excell Salah Satunya

“Perjalanan banyak membuka mata saya dan membawa saya ke dunia baru”

Tahun ini, Azril masuk usia dua tahun. Artinya, dia sudah menjadi lebih besar dan mulai bisa saya tinggalkan untuk berbagai keperluan. Yap, saya memang 4 tahun terakhir ini tidak bisa pergi jauh-jauh meninggalkan rumah karena ada anak-anak yang masih kecil-kecil. Kalau pun saya pergi sendiri, itu masih yang dalam kota saja. Kalau keluar kota, satu rombongan keluarga harus saya bawa.

Sedikit demi sedikit, saya mulai latihan pergi-pergi jauh dengan membawa anak. Iya, traveling with kids. Belum sampai lintas pulau sih, masih sebatas lintas kota/kabupaten dan provinsi. Misalnya bulan lalu, kami membawa anak-anak jalan-jalan lintas kota dalam 5 hari. Rutenya yang dekat-dekat saja dulu, dari Bandung – Sukabumi – Depok – Tangerang – Bandung. Kalau perjalanan lintas provinsi yang paling sering ya mudik ke kampung halaman di Purworejo.

Baca: Senja di Pantai Jetis Purworejo

Dalam perjalanan-perjalanan tersebut, seringkali saya butuh tools untuk mengabadikan moment. Paling gampang pakai smartphone. Atau bisa suka pakai kamera DSLR. Tapi karena berat dan besar, kamera DSLR saya ini sering ditinggal di rumah. Sebagai gantinya, saya sekarang lebih prefer membawa kamera mirrorless yang saya dapatkan dari hasil memenangi lomba blog Pregnancy Educational Journey bersama Prenagen tahun lalu.

Baca: Program Edukasi Terlengkap Bersama Prenagen Pregnancy Educational Journey 2016

Mulai tahun ini, saya ingin melakukan banyak perjalanan-perjalanan lagi. Untuk mendukung perjalanan ini, saya memerlukan beberapa alat pendukung perjalanan. Saya coba list ya apa saja yang saya perlukan di bawah ini. Kesemuanya memang saya belum punya. Saya tulis di sini untuk menyemangati supaya saya bisa membelinya, mudah-mudahan ada rezekinya ya. Tolong doakan ya teman-teman, semoga bisa kebeli ya barang-barang ini.

Read moreWishlist, Peralatan Pelengkap Perjalanan yang Ingin Dimiliki, Tripod Kamera Excell Salah Satunya