Jalan-Jalan ke Bukit Moko, Ayuk!

Saya adalah pendatang di Bandung. Baru sekitar 2 tahun menetap di kota yang ramai di datangi oleh pelancong dari Jakarta dan kota lain terutama di setiap akhir pekannya. Entah sekedar untuk berwisata alam, wisata sejarah, berbelanja, maupun bersilaturahmi ke sanak saudara.

Sebagai warga yang terbilang baru ber-KTP Bandung, saya sendiri justru jarang melancong mengelilingi kota yang sejuk ini. Bukan, bukan karena saya (sok) sibuk tapi karena malas menghadapi kemacetan Bandung tiap Sabtu-Minggu. Trus, yang nganterin juga gak ada. Ih, kasien banget yee guwe..

Hari Senin-Jumat saya ada ‘tugas’ dirumah, jadi gak bisa jalan-jalan. Paling enak kan kalau jalan-jalan sama keluarga ya di hari Sabtu atau Minggu kan ya, suami bebas tugas kantor jadi bisa antar kemana kita mau. Kadang kalau sudah weekend, suami capek, pinginnya istirahat di rumah. Kalau sudah seperti ini saya jadi gak tega kalau mengajaknya jalan ke kota.  Takutnya beliau malah tambah capek, apalagi Bandung makin macet.

Bandung sudah biasa dengan PVJ-nya, Trans Studio-nya, Gedung Sate-nya, Kawah Ratu-nya, Tangkuban Perahu-nya, Lembang-nya, Museum Asia Afrika-nya, Pasar Baru-nya, Braga-nya dan lain sebagainya. Namun ada satu icon kota Bandung yang sangat indah terletak di dataran tinggi kota Bandung. Cocok buat wisata siang hari dan malam hari. Murah meriah dan tidak jauh dari kota Bandung. Daann… yang paling asyik, kita bisa melihat kota Bandung secara keseluruhan. Adem, ayem, tentrem, dan pas banget buat ngelamun. Wow! Ini sempurna banget buat yang pengen one stop travelling kayak saya. Dalam satu tempat bisa berkunjung ke semuanya. Hahaha. Ujung Bandung dari kiri-kanan, atas bawah bisa kelihatan semua, bahkan Gunung Tangkuban Perahu pun nampak.

Tempat apakah itu?

Yap, namanya Bukit Moko.

Letaknya dimana?

Terletak di ketinggian sekitar 1500-1700 meter di atas permukaan laut, membuat hawa dingin sejuk begitu terasa di wilayah ini. Tepatnya, Bukit Moko terletak di Kampung Buntis, Desa Cimenyan, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Koordinat Google Mapsnya adalah -6.842174,107.676612.

Tidak banyak orang tau keberadaan si Bukit Moko ini, bahkan orang Bandung sekalipun, termasuk saya. Hihihi.. Saya baru tau keberadaannya ketika tak sengaja membaca sebuah lintas berita di internet yang menceritakan tentang romantisme senja sore di Bukit Moko. Sontak saya langsung googling cari-cari informasi tentang wisata murah meriah ini.

Kayak gimana sih, mana fotonya?

Penasaran kan kayak gimana si Bukit Moko. Ini hasil googling saya (sumber ada di bawah ya).

Bukit Moko di Siang Hari
Bukit Moko di Siang Hari 1)
warung daweung di bukit moko di siang hari 3)
warung daweung di bukit moko di siang hari 3)
Bukit Moko di Malam Hari 2)
Bukit Moko di Malam Hari 2)
Romantisme malam hari di Bandung 4)
Romantisme malam hari di Bandung 4)
Bandung malam hari 3)
Bandung malam hari 3)

Tuh… ngiler kan? Lap dulu ya.. hihihi.

Saya memang mengimpikan jalan-jalan ke luar pulau Jawa dan bahkan ke luar negeri sekalipun. Tapi tampaknya impian tersebut belum akan terwujud dalam waktu dekat. Impian jalan-jalan yang sederhana, lebih nyata, tidak muluk-muluk, dan istimewa adalah jalan-jalan ke Bukit Moko.

How to get there?

Kalau dari kota Bandung, ada 3 pilihan jalan yang dapat kita lewati:

  1. Lewat Bojong Koneng. Konon medannya menantang, tapi dari segi jarak, ini yang paling dekat
  2. Lewat Cimuncang. wow, kondisi jalannya berbatu dan berkelok-kelok tajam sehingga tidak direkomendasikan.
  3. Lewat Padasuka. Nah ini jalur yang paling mudah dan recommended, kenapa? karena kondisi jalannya paling bersahabat, bisa dilewati motor, mobil, angkot, ojek, bahkan pejalan kaki.
Jalan Jalan ke Bukit Moko
Road Map dari Rumah Cileunyi ke Bukit Moko

Dari tempat tinggal saya di daerah Cileunyi, ke Bukit Moko membutuhkan waktu tempuh kurang lebih satu jam, jaraknya mencapai 26 km. Tidak perlu menginap dan bisa ditempuh dengan menggunakan sepeda motor, gampang kan. Sepeda motor sengaja dipilih sebagai alat transportasi ke sana, karena konon kabarnya jalannya menanjak, menikung, meliak-meliuk, tajam, dan berbatu. Mobil sedan dan motor matic pun sebaiknya tidak digunakan. Selain dengan motor, mobil non sedan, ke Bukit Moko juga bisa di tempuh dengan jalan kaki. Kalau jalan, saya gak kuat boo… apalagi pakai acara gendong di kecil. Hihihi.

Dari rumah saya, paling enak lewatin jalan Cibiru – AH. Nasution – Padasuka (saya pilih jalur yang ketiga, via Jalan Padasuka) belok kanan.. (lihat peta disamping) … naiikk terus sampai ketemu Saung Udjo yang terkenal dengan kesenian angklungnya itu. Dari Saung Udjo masih aja nanjak ke atas, kira-kira berapa kilo meter ya? Ada mungkin 8 km. Nanti kalau sudah ketemu dengan Caringin Tilu dan Warung Daweung, berarti sudah dekat.

Jadi, kapan kesana?

Daripada lama terkungkung dalam impian, apalagi terkungkung di dalam rumah, kalau suatu saat saya ke sana, saya akan ajak suami dan anak (ya iyaa laaah), bekal makan minum, camera, alat sholat, dan sejuta takjub. Hasil baca-baca di internet, Bukit Moko ini paling menawan saat senja menghadang, so.. saya akan berangkat dari rumah sekitar jam 4 sore. Sampai sana jam 5, ada waktu sebentar untuk istirahat, minum kopi dan pesan cemilan di warung Daweung (warung tertinggi di Kota Bandung) dan pas senja datang, langsung action.. jeprat-jepret, asseeekk.

Ya Allah, saya sudah gak tahan untuk pergi ke sana. Doakan semoga suami saya weekend ini kosong dan bisa segera mengantar kami ke sana. Aamiin. Berkali-kali berencana pergi ke Bukit Moko ini gagal terus, kapan mau kesana? Semoga dalam waktu dekat segera terwujud.

Gampangnya, kalau jalan-jalan ke lokasi yang lebih dekat saja bisa terlaksana apalagi ke tempat nun jauh di sana. Yuk ah, cap cus!

Sumber Foto:

1) http://orinasalsabila1988.blogspot.com/2013/09/bukit-moko-let-refresh-this-complicated.html

2) http://www.deviantart.com/morelikethis/collections/150723000?view_mode=2

3) http://www.wiranurmansyah.com/sore-di-warung-daweung

4) http://novajourney.wordpress.com/2013/03/10/sparkling-night-at-moko-daweung-cimenyan-bandung/

Comments

  1. aqied says:

    Wow asik banget ya mb mita kayanyaa…
    Aku seumur hidup belom pernah ke bandung bahkan sekedar lewat puun.
    Sukses GA nyaa

    1. masa sih mba belum pernah lewat bandung? kebangetan ah… hihihihi

      ayo lah sini, ngopi (darat) ntar kitah.. 😛

      1. aqied says:

        Hihihi kayanya sih belom pernah ;d

        1. kapan atuh jadwalin ke sini… nanti mampir ke rumah akmal.. nginep sini juga bolleeehh 🙂

          1. aqied says: