Cara mengkritik yang baik
Tips & Informasi

Kritik Budaya dan Sosial Melalui Komedi, Bisakah?

Kritik Budaya dan Sosial Melalui Komedi, Bisakah? Di Indonesia, kita memiliki banyak budaya. Baik berupa adat istiadat, bahasa, karya, seni, politik, dan bahkan sampai sistem agama.

Saking pluralnya masyarakat Indonesia, terbentuknya budaya ini dapat berbeda-beda dari satu tempat ke tempat lainnya. Budaya terbentuk dari berbagai unsur yang rumit. Bahkan ada yang menganggap bahwa budaya terkesan kuno, membosankan, komplek, dan berat. Padahal, tidak selamanya begitu.

Budaya itu merupakan cara masyarakat berkomunikasi dari sejak zaman dahulu bahkan sampai sekarang. Makanya, budaya itu kerap kali dianggap sebagai warisan.

Karena budaya itu erat kaitannya dengan hubungan antar manusia, lingkungan, alam, dan juga hewan ada kalanya muncul kritik berupa kritik sosial dan budaya.

merajut indonesia
Budaya Masyarakat Indonesia

Cara Menyampaikan Kritik

Nah kritik sosial merupakan sarana mengomunikasikan gagasan baru disamping gagasan lama dan berfungsi sebagai control terhadap jalannya sistem sosial. Tapi kadang kala, kritik tuh sering dianggap kecaman. Padahal ada juga kritik yang bersifat membangun.

Kritik sering ditujukan kepada masyarakat maupun pemerintah yang berkuasa.

Zaman dulu, kritik disampaikan dengan cara yang pedas, menyakitkan hati, dan mengintimidasi.

Cara menyampaikan kritik zaman dulu dilakukan secara vokal melalui media televisi, radio, koran maupun kaset. Contohnya Iwan Fals yang menyampaikan kritik melalui karya lagunya. Taufik Ismail melalui karya puisinya di media koran, majalah, maupun buku. Ada juga para akademisi dan praktisi yang menyampakain kritiknya di media televisi maupun radio.

Saat ini, cara mengkritisi seperti itu memang masih berjalan. Tapi, ada acara baru menyampaikan kritik yang lebih fun dan jauh dari kesan mengintimidasi.

Apakah itu?

Yaitu kritik sosial melalui komedi.

Sering dengar “Stand-up Comedy”? Yap, seperti itulah cara kritisi sosial dan budaya yang sekarang semakin berkembang dan berani dalam menyuarakan pendapat dan kritik terhadap hal-hal yang terjadi di masyarakat.

Salah satu stand-up comedian Indonesia yang terkenal dengan komedi cerdasnya adalah Abdur Arsyad, pemenang kedua Stand Up Comedy Indonesia musim ke empat tahun 2014.

Kritik Budaya dan Sosial Melalui Komedi
Bincang MIMDAN #6

Kritik Budaya dan Sosial Melalui Komedi

Seringkali, Abdur Arsyad mengangkat tema kritik sosial, keprihatinan, dan keresahannya akan fenomena yang terjadi di Indonesia. Ia sangat vocal menyuarakan isu sosial di daerah asalnya di Indonesia Timur secara cerdas.

Minggu lalu, tepatnya tanggal 21 April 2022, Abdur Arsyad bercerita mengenai pengalamannya menyampaikan kritik sosial di Indonesia secara live di akun Instagram @merajut_indonesia.

Acaranya bertemakan “Kritik Budaya dan Sosial Melalui Komedi” yang diselenggarakan oleh PANDI lewat program Merajut Indonesia Melalui Digitalisasi Aksara Nusantara(MIMDAN) seri ke 6 tanggal 21 April 2022 dengan host seorang penulis yaitu Evi Sri Rezeki.

PANDI adalah Pengelola Nama Domain Indonesia dengan programnya Merajut Indonesia. Tujuannya, berbagai Aksara di Indonesia akan dibuatkan versi digitalnya sehingga dapat digunakan di internet melalui perangkat pintar seperti komputer, telepon genggam, dan lainnya.

IG Live Bincang Mimdan #6

Tema dalam IG Live Bincang Mimdan #6 ini sengaja diangkat agar budaya Indonesia dapat bergaung di tingkat lokal, nasional, maupun global. Sebagai upaya penyaluran gagasan demi perubahan kebudayaan yang lebih baik.

Menyampaikan kritik sosial dan budaya memang tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada aturan, etika, dan ilmunya. Seperti yang disampaikan oleh Abdur Arsyad, bahwa ia tadinya hanya mengenal komedi dalam bentuk candaan di kelas, dan baru tahu bahwa komedi ada ilmunya sejak ia bergabung bersama SUCI.

Salah satu cara menyampaikan kritik sosial dan budaya melalui komedi bisa dibuat dengan membuat script terlebih dahulu. Agar apa yang disampaikan oleh komika tepat sasaran, ada sikap dan solusi atas apa yang dikritisi. Begitu yang disampaikan oleh Abdur Arsyad yang juga mengidolakan Andre Taulany sebagai salah satu komedian favoritnya.

Bicara Budaya dan Kritik Sosial Lewat Komedi
IG Live Bincang MIMDAN #6 “Bicara Budaya dan Kritik Sosial Lewat Komedi” bersama @abdurarsyad

Ada 3 hal yang membuat kritik sosial dan budaya dapat tersampaikan dengan baik.

  1. Pengetahuan
  2. Peduli
  3. Persona

Komika sebaiknya memiliki pengetahuan atas apa yang dikritisinya, ia peduli terhadap hal tersebut, dan juga sesuai dengan persona atau karakter pembawaannya. Apabila ia tahu tapi tidak peduli dan tidak sesuai dengan personanya, maka bisa saja kritik yang ia sampaikan justru tidak tepat sasaran.

Rahasia Menyampaikan Kritik Agar Tepat Sasaran

Komedi tidak hanya hadir sebagai tempat ketawa-ketiwi sesaat saja. Namun juga bisa sebagai wadah mengekspresikan pendapat dan pesan.

Komedi akan terus ada sampai kapanpun. Selama masih ada interaksi antar manusia, lingkungan, alam, dan juga hewan.

Oleh karenanya, kritik sosial dan budaya dapat terus dimanfaatkan untuk membangun dan membentuk perubahan sosial dan kebudayaan ke arah yang lebih baik.

Untuk teman-teman yang ingin mengawali karir menjadi komika khususnya bidang sosial dan budaya, Abdur Arsyad menyarankan agar teman-teman banyak memiliki referensi terutama dari buku bacaan. Karena kritik sosial dan budaya erat kaitannya dengan masyarakat. Dan masyarakat itu sendiri sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Kondisi masyarakat ini, biasanya tertuang dalam buku yang wajib dikulik oleh komika itu sendiri.

Terakhir, Abdur Arsyad menyampaikan bahwa untuk berani menyampaikan kritik sosial ke masyarakat, kita perlu memiliki rasa peduli, sharing, dan cinta kasih sehingga kita dan masyarakat bisa sama-sama merasakan suka dan duka.

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.