Komitmen Itu..

Saya pernah menanyakan pada Mas Pupung via telpon, sebenernya apa sih “komitmen” itu? Panjang sekali jawaban dari dia dan sekarang saya lupa detailnya. Lupa lagi bagaimana kata-kata persisnya. Nanti akan saya desak dia supaya lebih menjelaskan arti komitmen itu dan menuliskannya disini. Karena ketika saya kembali menanyakan (untuk kedua kali) dia tidak menjawab. Jadi harus ada tulisan khusus yang nanti akan dibahas sama Mas Pupung mengenai hal ini (sebagai bentuk paksaan bahwa dia tidak mau menjawab pertanyaan saya, hehe). Damai ya Mas.. 😛 Kalau dari versi saya, komitmen itu adalah kesepakatan yang tetap atas apa yang telah disetujui di awal …

Continue Reading

Armita dan Ikan

Sabtu dan blog. Saturday, armita goes blog. Seharusnya hari ini adalah hari saya bekerja dan menyelesaikan tugas-tugas kuliah yang belum saya tuntaskan. Ada beberapa tugas yang deadline minggu depan. Semestinya saya selesaikan hari ini karena rencananya besok pagi saya akan mengikuti Jalan Pagi Sehat bersama alumni IPB dalam rangka kampanye “Gemari Buah Lokal” . Lah ini kok seharian saya malah asyik main-main di depan komputer, asyik ngeblog dan gambar. Berbicara tentang gambar dan kemampuan mengambar, saya sadar bahwa saya punya kemampuan nol dalam mengambar. hehe.. hari ini, iseng-iseng saya gambar ikan mas. Tidak ada yang spesial sih. Saya hanya ingin …

Continue Reading

Karena Dia Tidak Sempurna

Gambar Jika Istri Tidak Bisa Memasak

“sempurna“ Sebuah kata yang mudah untuk dituliskan dan diucapkan tapi sulit untuk direalisasikan. Sama halnya seperti mencari sebuah kesempurnaan dalam mendapatkan pekerjaan maupun pendamping hidup. Kalau saat ini kita sudah bekerja dan ternyata tempat kita bekerja tidak cocok dan tidak sesempurna seperti apa yang kita bayangkan, maka bisa saja kita keluar/resign dari tempat kerja tersebut. cocok-cocokan. Tapi bagaimana dengan kasus pilihan pasangan hidup? Apa bisa kita seenaknya “keluar” dari tempat kerja (baca: rumah tangga) yang telah disepakati untuk dibina? Saya yakin jawabannya: TIDAK. Lalu bagaimana? Mencari sebuah kesempurnaan adalah hal sia-sia. Nihil. Percuma saja melakukan hal itu. Sampai kita tua …

Continue Reading