Perempuan Malu Mengungkapkan Perasaan

Perempuan yang direpresentasikan dalam judul itu adalah saya! 😛 Hitungan hari menjelang hari H pernikahan, memantapkan saya bahwa saya harus berlatih untuk mengungkapkan perasaan, terutama kepada suami saya kelak. Saya yang selama ini cenderung malu  dan lebih memilih untuk berlindung di balik sisi keperempuan saya, harus lebih memaksakan diri untuk menyatakan yang sebenarnya. Jujur, saya … Read morePerempuan Malu Mengungkapkan Perasaan

Kerja Cinta

“mit, gimana rasanya mau nikah?” tanya senior saya “hehe, biasa aja mba.. belum ngerasain deg-degannya” jawab saya singkat. Pertanyaan tersebut diajukan oleh senior yang cukup dekat dengan saya beberapa hari yang lalu. Pertanyaan yang kemudian saya jawab sesuai dengan perasaan waktu itu. Mungkin bisa dibilang bahwa jawaban yang saya sampaikan adalah jawaban sekenanya. Tapi ya … Read moreKerja Cinta

Akhirnya Terdaftar

Melanjutkan dari tulisan sebelumnya mengenai bagaimana mempersiapkan surat pernikahan, saya akan meneruskan langkah-langkah yang harus dilakukan setelah seluruh surat-surat yang dibutuhkan telah siap. Surat-surat kelengkapan menikah dari calon mempelai pria dan wanita dibawa ke KUA terdekat. Untuk kasus saya, surat-surat tersebut telah dibawa oleh Bapak saya selaku wali dan seorang pamong desa sebagai pihak yang … Read moreAkhirnya Terdaftar