Perempuan Malu Mengungkapkan Perasaan

Perempuan yang direpresentasikan dalam judul itu adalah saya! ๐Ÿ˜› Hitungan hari menjelang hari H pernikahan, memantapkan saya bahwa saya harus berlatih untuk mengungkapkan perasaan, terutama kepada suami saya kelak. Saya yang selama ini cenderung malu ย dan lebih memilih untuk berlindung di balik sisi keperempuan saya, harus lebih memaksakan diri untuk menyatakan yang sebenarnya. Jujur, saya masih malu. Sepertinya masih belum terbiasa. Haha. Dan selama ini saya memang pelit membagi perasaan saya ke dia. Saya lebih senang menyimpannya untuk saya sendiri dan berencana menceritakannya kepada dia setelah hari pernikahan itu tiba. Cerita bahwa saya ternyata bahagia karena dia memilih saya untuk …

Continue Reading

Kerja Cinta

“mit, gimana rasanya mau nikah?” tanya senior saya “hehe, biasa aja mba.. belum ngerasain deg-degannya” jawab saya singkat. Pertanyaan tersebut diajukan oleh senior yang cukup dekat dengan saya beberapa hari yang lalu. Pertanyaan yang kemudian saya jawab sesuai dengan perasaan waktu itu. Mungkin bisa dibilang bahwa jawaban yang saya sampaikan adalah jawaban sekenanya. Tapi ya itu, memang perasaan saya waktu itu. Saya sudah siapin ini, itu, sudah beres ini dan itu, jadi saya merasa sedikit di posisi “aman”. Tinggal eksekusinya saja. Hari ini saya malah justru kelimpungan dan baru merasa deg-degan dan tidak biasa. Ternyata ada beberapa hal yang belum …

Continue Reading

Akhirnya Terdaftar

Melanjutkan dari tulisan sebelumnya mengenai bagaimana mempersiapkan surat pernikahan, saya akan meneruskan langkah-langkah yang harus dilakukan setelah seluruh surat-surat yang dibutuhkan telah siap. Surat-surat kelengkapan menikah dari calon mempelai pria dan wanita dibawa ke KUA terdekat. Untuk kasus saya, surat-surat tersebut telah dibawa oleh Bapak saya selaku wali dan seorang pamong desa sebagai pihak yang mewakili desa tempat tingga saya sekaligus saksi. Kedua orang ini yang menandatangani berkas-berkas pernikahan di KUA. Masih ingat kasus tentang surat numpang nikah yang kadaluarsa? sebagai tindak lanjut dari kekadaluarsaan tersebut, kami harus membuat surat numpang nikah yang baru dengan masa “aktif” selama 3 bulan. …

Continue Reading

Mempersiapkan Surat Pernikahan

Ada banyak hal yang memang banyak untuk dipersiapkan sebelum pernikahan. Tidak akan menjadi sesuatu yang merepotkan jika sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari dan dilakukan satu persatu. Tapi yang paling inti dari seluruh persiapan pernikahan adalah mendaftarkan diri ke KUA. Sama halnya jika kita mengerjakan tugas kuliah tapi tidak mengumpulkan tugas tersebut ke dosen, maka kita tidak akan mendapat nilai. Jadi daftarkan pernikahan ini ke lembaga yang memang kompeten, dalam hal ini KUA, sehingga kita akan mendapat “nilai”. Apa saja sih yang harus disiapkan jika kita akan mendaftarkan pernikahan di KUA? Di tulisan ini akan saya uraikan mengenai syarat-syarat dasar yang harus …

Continue Reading

Komitmen Itu..

Saya pernah menanyakan pada Mas Pupung via telpon, sebenernya apa sih “komitmen” itu? Panjang sekali jawaban dari dia dan sekarang saya lupa detailnya. Lupa lagi bagaimana kata-kata persisnya. Nanti akan saya desak dia supaya lebih menjelaskan arti komitmen itu dan menuliskannya disini. Karena ketika saya kembali menanyakan (untuk kedua kali) dia tidak menjawab. Jadi harus ada tulisan khusus yang nanti akan dibahas sama Mas Pupung mengenai hal ini (sebagai bentuk paksaan bahwa dia tidak mau menjawab pertanyaan saya, hehe). Damai ya Mas.. ๐Ÿ˜› Kalau dari versi saya, komitmen itu adalah kesepakatan yang tetap atas apa yang telah disetujui di awal …

Continue Reading

Armita dan Ikan

Sabtu dan blog. Saturday, armita goes blog. Seharusnya hari ini adalah hari saya bekerja dan menyelesaikan tugas-tugas kuliah yang belum saya tuntaskan. Ada beberapa tugas yang deadline minggu depan. Semestinya saya selesaikan hari ini karena rencananya besok pagi saya akan mengikuti Jalan Pagi Sehat bersama alumni IPB dalam rangka kampanye “Gemari Buah Lokal” . Lah ini kok seharian saya malah asyik main-main di depan komputer, asyik ngeblog dan gambar. Berbicara tentang gambar dan kemampuan mengambar, saya sadar bahwa saya punya kemampuan nol dalam mengambar. hehe.. hari ini, iseng-iseng saya gambar ikan mas. Tidak ada yang spesial sih. Saya hanya ingin …

Continue Reading

Karena dia tidak sempurna

“sempurna” Sebuah kata yang mudah untuk dituliskan dan diucapkan tapi sulit untuk direalisasikan. Sama halnya seperti mencari sebuah kesempurnaan dalam mendapatkan pekerjaan maupun pendamping hidup. Kalau saat ini kita sudah bekerja dan ternyata tempat kita bekerja tidak cocok dan tidak sesempurna seperti apa yang kita bayangkan, maka bisa saja kita keluar/resign dari tempat kerja tersebut. cocok-cocokan. Tapi bagaimana dengan kasus pilihan pasangan hidup? Apa bisa kita seenaknya “keluar” dari tempat kerja (baca: rumah tangga) yang telah disepakati untuk dibina? Saya yakin jawabannya: TIDAK. Lalu bagaimana? Mencari sebuah kesempurnaan adalah hal sia-sia. Nihil. Percuma saja melakukan hal itu. Sampai kita tua …

Continue Reading

Halo!

Halo dunia.. Berawal dari sebuah pembicaraan melalui telpon antara saya dan Mas Pupung, tiba-tiba terlintas di pikiran kami untuk menuliskan apa yang telah kami lalui di dunia maya. Yup, lewat blog. Akhirnya, siang harinya, sebuah blog yang kelak akan kami isi dengan apa yang telah dan akan terjadi pada kami menjadi sebuah kenyataan. Menara Hati… sebuah pilihan nama yang telah terpilih setelah melalui pemikiran dan survey sana sini yang lumayan menguras pikiran. Hehe. Karena kami tidak ingin sembarangan dalam memilih nama blog. Setidaknya kami berpikir bahwa nama blog kami adalah nama yang mudah diingat dan merepresentasikan harapan kami. Harapan-harapan yang …

Continue Reading