• Gambar Jika Istri Tidak Bisa Memasak
    Dapur dan Makanan

    Keluarga Sehat Dimulai Dari Dapur Sehat

      “Masakan kamu enak kok, tapi kalau pakai penyedap kayaknya tambah enak deh” Gleg. Itulah komentar suami ketika mencoba masakan pertama saya. Komentar pertama menyenangkan, tapi ekornya itu loh.. yang bikin saya gimanaaa gitu.. Saya memang kalau jajan diluar jarang beli yang pakai penyedap rasa. Beli bakso pun minta baksonya gak pakai fetsin atau orang biasanya menyebutnya dengan nama Sasa, sebuah merek fetsin terkenal dan menguasai pangsa pasar industri penyedap rasa di Indonesia. “Bang, beli bakso kosongan ya, gak usah pakai mie dan sayur. Cukup baksonya aja, plus kuah. Oh ya, gak usah pakai fetsin ya. Pake mangkok juga Bang ya!”  Seloroh saya ketika saya beli bakso. Si abang bakso tersenyum…

  • Family,  Uncategorized

    INILAH ALASAN SAYA CINTA JUMAT

    Senin. Selasa. Rabu. Kamis. Jumat. Sabtu. Minggu. Saya *dulu* tidak terlalu peduli dengan adanya beda hari. Matahari mau terbit hari Senin atau Selasa tidak ada bedanya. Kemudian tenggelam setiap sore juga hal biasa yang menurut saya hal lumrah untuk diamati. Asalkan masih terbit dari timur dan tenggelam di sebelah barat, bagi saya hari – hari masih berjalan normal. Pada waktu saya SD sampai SMA, hari Senin adalah hari upacara. Berarti saya harus bangun lebih pagi. Hooaaahmm.. malasnya. Bangun jam 05.00, sholat, mandi, dan jam 6 sudah harus beres sarapan. Berangkat ke sekolah naik sepeda, kemudian sepeda di titip di tempat penitipan sepeda di Batoh, sebuah tempat saya menunggu angkot yang…

  • Family,  Uncategorized

    Berpisah Sebentar

    Suatu pagi.. Bandung – Bogor via telpon ******** Mas:  “Lagi ngapain de’?”  Saya: “Lagi mau bikin minuman Mas” Mas:  “Kopi buat Mas mana?” Saya: “Hmmm… nanti ya di rapel” Mas:  “Nanti kopinya tujuh gelas donk..” Saya: “Kopinya cukup segelas saja Mas… tapi cinta dalam segelas kopi tersebut serasa tujuh kali lipat” ******** Saya: “Sudah sarapan Mas?” Mas: “Belum de’ ” Saya: “Loh, kenapa?” Mas: “Mas mau sarapan apa toh de’, la wong kamunya aja gak di rumah” ******** Sedih rasanya kalau mengingat bahwa saya belum bisa menemani suami saya pagi-pagi di rumah. Belum bisa menyeterikakan baju kerja dia, menyiapkan sarapan dan minuman penghangat badan, mencium tangan ketika dia pergi kerja, dan menjawab…

  • Kucing,  Uncategorized

    Kangen sama Beng-beng?

    Sudah lama saya tidak mengupload foto Beng-beng. Mohon di maklumi beberapa waktu yang lalu saya *sok* sibuk mempersiapkan hari pernikahan saya. Setelah selesai menikah, saya juga *tambah* sibuk berbulan madu dengan Mas Kakung. Hehe.. Untuk Beng-beng, saya selaku your mommy minta maaf kalau ternyata Mas Kakung saat ini lebih menggoda dari kamu Beng. Hehe. 😉 Yang sudah kenal sama Beng-beng, ini saya upload kan foto Beng-beng terbaru di usia 18 bulannya. Lumayan buat mengobati rasa kangen kalian ke Beng-beng yang cakep dan gagah ini. Malam-malam juga masih suka kencan dengan kucing tetangga, masih suka tidur dan makan. Kerjanya makan – tidur – kencan, makan – tidur – kencan. Agh, dasar kucing. Berat…

  • Family,  Uncategorized

    Memaknai “25” hari usia pernikahan

    29 September 2011, tak terasa  dua puluh lima hari sudah kami melalui hari- hari di September ini sebagai pasangan suami istri,  masih pendek memang untuk ukuran sebuah pernikahan, bisa dikatakan masih seumur benih jagung , namun dari dua puluh lima hari itu, ada banyak  pelajaran yang bisa kami petik dari perjalanan pernikahan kami, dan memang tidak mudah untuk membangun keluarga seperti yang kita ingin capai dengan waktu sependek itu. Dinamikanya  mungkin tidak bisa di bayangkan sebelumnya, namun bagaimanapun kami bersyukur karena kami bisa terus belajar dari apa yang telah kami kami lalui, belajar memahami dari apa yang telah terjadi dan apa- apa yang ada pada diri kami berdua. Semoga ke depan…

  • Family,  Uncategorized

    Kejutan dari Ibu Laundry

    “Maaf Mbak Armita.. Ibu ndak bisa ngasih apa-apa..” Kata Ibu pemilik laundry tempat saya biasanya mencucikan baju-baju kotor saya dengan nada medhog jawa-nya. “Wah Ibu repot-repot sekali mencarikan kado buat saya, saya surprised sekali dengan ini” Jawab saya “Iya, ndak apa-apa, la wong pelanggan, masa pelanggan nikah, Ibu ndak ngasih apa-apa..” Sahut si Ibu, yang sampai sekarang saya justru belum tau nama asli Ibu pemilik jasa pencucian baju tersebut. (poor me 🙁 ) Sore tadi, seperti biasa saya mengambil baju kotor saya yang empat hari lalu saya titipkan di sebuah laundry di Darmaga, Bogor. Alhamdulillah baju sekarang sudah bersih, wangi, dan rapi. Saya tidak perlu lagi capek-capek mencuci dengan tangan…