Cara Mudah Menjadi Ibu Cerdas dari Rumah

Adv. Sejak memulai karir sebagai ibu bekerja dari rumah, saya bisa bilang bahwa menjadi ibu yang bekerja sekaligus mengasuh anak itu perkara susah-susah gampang. Di satu sisi, saya harus memenuhi pesanan order untuk pembuatan nama bayi dan perusahaan maupun kerjaan terjemahan, namun di sisi lain ada anak-anak yang merengek-rengek minta diajakin main. Dua hal ini terus saya jaga agar bisa berjalan beriringan, pekerjaan tetap jalan dan anak tetap terurus.

Ohya, ada kalanya saya juga mengurusi dan berinteraksi dengan lingkungan dan tetangga, tidak melulu soal kerjaan dan keluarga. Misalnya berkebun sederhana di pekarangan rumah. Merawat bumi dan alam dengan cara yang saya bisa. Walaupun caranya sederhana, tapi semoga ada dampak baik bagi bumi kita yang semakin hari semakin tua.

Pernah denger istilah Ecomom sebelumnya? Kalau misalnya belum, saya jelasin bentar ya. Ini ada kaitannya dengan bumi, kita, dan masa depan. Ecomom adalah istilah untuk seorang ibu cerdas yang tidak hanya berpikir untuk kepentingan saat ini tetapi juga berpikir untuk kepentingan jangka panjang atau untuk masa depan. Cerdas di sini adalah tentang bagaimana kita merawat keluarga, mengurus rumah dan isinya, mengelola keuangan rumah tangga, serta pastinya merawat diri kita sendiri.

Pertanyaannya, apakah semua orang harus jadi ecomom? Menurut saya, iya. Sangat baik jika semua ibu di Indonesia ini jadi seorang ecomom, dengan begitu kita bisa bersama-sama meningkatkan kualitas hidup keluarga kita agar menjadi lebih baik. Untuk lebih jelasnya, saya akan jelaskan beberapa contoh tindakan yang bisa mendukung kita jadi ecomom.

Read moreCara Mudah Menjadi Ibu Cerdas dari Rumah

Madu untuk Anak

Grow n Health

Adv. Salah satu stok makanan/minuman yang selalu ada di rumah saya adalah madu. Kenapa madu? Ya karena selain kami percaya khasiat ampuhnya, kami sekeluarga juga suka mengonsumsi madu.

Manfaat madu itu banyak. Sebutlah ia untuk makanan dengan pemanis alami yang bisa digunakan sebagai obat untuk penyembuh, penjaga stamina tubuh, memberi tambahan energi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan manfaat-manfaat yang lain. Bahkan begitu spesialnya madu ini, sampai Allah menurunkan firmannya dalam Al Quran surat An-Nahl ayat 69 :

“Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkan.” [QS. An-Nahl : 69]

Biasanya, kami membeli madu di mini market langganan kami atau jika kebetulan ada teman dan saudara yang jual madu alami, kami beli madu di mereka. Sekalian nglarisi dagangan mereka. Seneng aja kalau beli di teman/saudara yang jual. Rasanya ada kepuasan sendiri bisa ikut membantu beli dagangan mereka. Hehe.

Nah kebetulan minggu kemarin kami mendapat kesempatan untuk mencoba madu untuk khusus anak dengan merek Grow n Health, sebuah produk madu suplemen pertumbuhan anak yang diproduksi oleh CV. Gilang Persada Nusantara dari Yogyakarta. Produknya memang masih baru banget, jadi kalau belum pernah ketemu produknya di pasaran harap maklum. Pelan-pelan sedang disebarkan produk madu anak ini. Tapi nanti di akhir blogpost ini akan saya tuliskan di mana kalau teman-teman mau beli produk ini, lengkap dengan nomor telepon dan juga bisa dapat diskon 10% kalau pakai kode tertentu. Baca sampai akhir ya.

Read moreMadu untuk Anak

Yuk Ikutan Kompetisi Bercerita Shop N Drive – #GSAstraDelivery

Saya mulai belajar menyetir mobil itu tahun 2007, pas banget mau selesai kuliah sarjana. Terus baru bisa menyetir mobil sendiri setahun kemudian dan Alhamdulillah dapat SIM A tahun 2008. Udah selesai kuliah dan lagi aktif bolak-balik pakai mobil pas udah mulai kerja. Waktu itu kudu bisa nyetir sendiri soalnya tuntutan kerja dan maksain patungan berdua sama temen buat beli mobil. Walaupun mobil bekas tapi Alhamdulillah bisa kebeli juga.

Ternyata karir menyetir saya dulu cuma sekitar setahun. Tahun 2009 karena saya dan teman kerja mau pindahan, jadi mobil pertama kami itu kami jual dan hasil uang penjualannya di bagi dua. Hehehe. Saya pindah kerja dan di kerjaan ini saya gak pakai mobil lagi, jadinya pakai motor. Kadang ngangkot, kadang ngojek, jalan bahkan naik bis.

Saat itu saya berhenti nyetir, gak nyetir sama sekali selama 5 tahun. Simply karena gak punya mobil dan takut kalau disuruh nyetir mobil orang. Wehehehe.

Tahun 2012 saya dan suami ada rezeki lebih dan Alhamdulillah bisa dipakai buat beli mobil. E tapi sayang mobilnya transmisinya manual, sementara saya bisanya yang matic. Gak jadi lagi nyetirnya. 

Read moreYuk Ikutan Kompetisi Bercerita Shop N Drive – #GSAstraDelivery