Galendo adalah cemilan atau makanan ringan yang baru-baru ini akrab di lidahku.
Sebagai orang perantauan dari Jawa ke Sunda, makanan ini termasuk jenis kudapan yang baru bisa diterima. Padahal aku sudah hampir 12 tahun tinggal di Bandung.
Lalu, apakah yang pada akhirnya membuat snack ini bisa diterima oleh lidah Jawaku?
Baca terus ya sampai selesai.
Galendo Berasal dari Daerah?

Galendo adalah makanan khas Sunda khususnya dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Makanan khas Ciamis ini biasanya dihidangkan sebagai dessert / makanan penutup karena rasanya manis.
Dulu, Ciamis dikenal sebagai produsen kelapa terbesar di Jawa Barat.
Pada masa itu, kelapa banyak diolah menjadi minyak kelapa.
Nah kemudian masyarakat mengolah ampas kelapa yang banyak dihasilkan dari pembuatan minyak kelapa.
Daripada sayang dibuang, mubazir, lebih baik dioleh kembali. Lalu hadirlah Galendo ini.
Dan saat ini galendo merupakan salah satu oleh oleh khas Ciamis yang banyak dicari orang.
Kalau di Jawa/Yogyakarta, makanan ini dikenal dengan nama “Kethak”
Kethak termasuk kuliner cemilan yang mulai langka dan hampir punah.
Galendo Terbuat Dari?
Siapa yang penasaran dengan bahannya dan bagaimana cara membuatnya?

Bocoran info yang aku dapatkan dari suami, galendo terbuat dari ampas kelapa yang digoreng sampai padat lalu dibentuk dan ditambahkan dengan variasi rasa.
Cara Membuat
Galendo terbuat dari olahan kelapa parut dengan tahapan sebagai berikut:
- Kelapa utuh lalu diparut atau beli yang sudah diparut juga bisa
- Peras kelapa tersebut sampai sari patinya keluar berupa santan
- Tambahkan air sampai santannya keluar semua
- Saring sari pati kelapanya dan memisahkan ampasnya
- Masukkan santan ke dalam wajan panas dan tunggu sampai mendidih
- Pisahkan air dan sari pati kelapanya. Minyak ada di permukaan, ambil, dan masukkan ke dalam wadah
- Masak kembali biang minyak tersebut, aduk-aduk jangan sampai ada kerak dan pengendapan
- Tunggu biang minyak mengental selama beberapa waktu sampai berwarna kecoklatan tua
- Pisahkan minyak dan ampas kelapa tersebut menggunakan saringan
- Cetak dengan press sampai terbentuk dan siap dimakan.
Paling enak disantap sore-sore bersama teh tawar. Rasa di segelas air teh bisa menetralkan after taste setelah makan galendo yang tertinggal di lidah.
Manfaat Galendo
Galendo mengandung banyak manfaat seperti protein nabati dan lemak dari kelapa.

Kesan Saat Memakannya
Dulu, saya gak bisa makannya karena rasanya aneh dan bikin eneg.
Makan sedikit saja rasanya perut udah mau muntah.
Namun beberapa hari lalu, suami dapat oleh oleh khas Ciamis dari teman dan salah satu isinya ada panganan ini.
Pas pertama buka saya kira itu cokat batangan. Tapi setelah saya amati lagi eh ternyata galendo.
Dari packaging aja udah menarik banget.
Senang bisa melihat tampilan makanan tradisional ini jadi lebih menarik.
Bagus inovasinya melawan zaman dimana sekarang cemilan tuh macam-macam rupanya dengan penampilan yang cantik.
Saya coba gigit.
Kres.
Ternyata sekarang rasanya berbeda dengan galendo zaman dulu yang bikin eneg itu.
Galendo zaman now rasanya lebih light karena mungkin sudah disesuaikan perkembangan zaman, lebih moderen dengan berbagai cita rasa.
Ada berbagai variasi rasa yaitu: original, buah, kacang, dan susu.

Oke deh teman-teman.
Begitulah pengalamanku menikmati makanan khas Sunda Ciamis yang unik ini.
Nyentrik dan bahkan beberapa temanku saat aku update Instagram story, mereka baru tahu tentang cemilan ini.
Nah kalau kalian para pembaca blog aku, sudah pernah nyobain atau belum nih?
Kalian juga bisa memasukkan galendo ini sebagai oleh-oleh khas Ciamis untuk dibawa pulang buat keluarga.
0 Komentar