Gunung Papandayan Garut Jawa Barat adalah salah satu gunung favorit para pendaki.

Keindahan alamnya yang memukau, mulai dari kawah aktif hingga padang edelweis yang luas, membuat gunung ini menjadi destinasi yang wajib dikunjungi.

Kenapa?

Berikut pengalaman kami sekeluarga mendaki Gunung Papandayan.

Baca sampai akhir ya dan kalian akan menemukan kenapa gunung ini menjadi favorit para pendaki terutama pendaki pemula.

TWA Gunung Papandayan
Tampak Gunung Papandayan Garut di Belakang

Waktu libur akhir tahun kemarin, suami ngajakin anak-anak dan keponakan untuk menjelajah ke Gunung Papandayan.

Karena mereka belum pernah mendaki gunung ini.

Sebelumnya mereka pernah ke Gunung Manglayang dan Gunung Kerenceng Bandung.

Jadi pengalaman mendaki Gunung Papandayan ini bakal jadi pengalaman pertama dan harapannya sih bisa memberikan kesan yang menyenangkan bagi mereka dan tidak terlupakan.

Wisata Gunung Papandayan atau juga dikenal sebagai Taman Wisata Alam/TWA Gunung Papandayan berlokasi di Kabupaten Garut Jawa Barat.

Tepatnya di  Desa Simajaya dan Desa Keramat Wangi, Kecamatan Cisurupan, serta Desa Neglawangi, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Garut.

Kalau dari Bandung, lokasi Gunung Papandayan ini sekitar 2 jam perjalanan darat naik mobil pribadi.

Naik motor mungkin sekitar 2,5 – 3 jam perjalanan.

Gunung Papandayan berapa mdpl?

Berada di ketinggian 2.665 mdpl, Gn Papandayang merupakan salah satu gunung berapi yang aktif.

Sebelum memulai perjalanan, kami mempersiapkan perlengkapan dengan matang.

Rencananya mau one day trip ke Gunung Papandayan alias pergi tek tok an gak pakai nginep karena bawa keponakan yang belum pernah naik gunung dan dia ada penyakit asma.

Agak khawatir juga kalau diajakin camping di Papandayan.

Jadilah kami bolak-balik aja tripnya.

Karena mau pulang pergi, jadi tidak banyak yang kami bawa.

Hanya bawa perlengkapan seperti jaket, topi, baju ganti, air minum, bekal makanan, dan baju renang karena rencananya kami akan berendam di kolam air panasnya.

Sayang banget trekking pole nya ketinggalan padahal udah rencana mau dibawa.

Untungnya medan perjalanannya gak terlalu tajam jadi masih aman mendaki gunung tanpa trekking pole.

Sebelum berangkat dari rumah di Bandung, kami memastikan kondisi fisik semuanya dalam keadaan prima karena mendaki memerlukan stamina yang baik.

Berapa tiket masuk ke Papandayan?

Harga tiket masuk Gunung Papandayan Garut berbeda-beda tergantung hari kedatangan dan aktivitas yang dilakukan.

Harga tiket di hari kerja/weekday lebih murah dibandingkan harga tiket masuk saat akhir pekan/weekend.

Berikut detail harga masuk ke Papandayan 2025.

Berapa tiket masuk ke Papandayan?
Daftar Harga Tiket Masuk Gunung Papandayan

Waktu kami terakhir ke sana di awal tahun 2025, total tiket yang harus kami bayar adalah Rp 185.000 dengan rincian sebagai berikut:

  • Tiket dewasa 4 orang Rp 100.000 (@Rp 25.000)
  • Tiket anak dihitung 2 orang saja padahal aslinya ada 5 anak (@Rp 25.000)
  • Tiket mobil Rp 35.000

Seneng banget pas dapat harga diskon untuk anak karena ternyata hanya anak-anak yang besar saja yang dihitung yaitu Azril usia 9 tahun dan Akmal usia 11 tahun.

Sedangkan adik-adiknya 3 anak usia 5 tahun, tiket masuknya tidak dihitung.

Alhamdulillah banget bisa ngirit Rp 75.000.

Ohya, harga tiket ini sudah termasuk asuransi ya. Jadi simpan baik-baik tiketnya.

Misalnya selama pendakian ada hal yang tidak diinginkan/musibah, sudah ada asuransinya.

Di Gunung Papandayan juga disediakan ambulance, sekiranya ada musibah pihak pengelola gercep kok bawa pasien ke Puskesmas/klinik terdekat.

Pendakian dimulai dengan jalur yang cukup landai menuju Kawah Papandayan.

Aroma belerang mulai tercium ketika kami mendekati kawah.

Pemandangan di sini benar-benar luar biasa.

Asap putih mengepul dari celah-celah tanah, dari jauh kelihatan seperti awan padahal kalau dideketin aslinya merupakan asap.

Jalur pendakian sudah dikelola dengan baik dengan trekking yang lumayan landai dan jalannya sudah diaspal, sebagian berupa batu-batu.

Seneng banget sih karena gak perlu becek-becekkan dan kotor sepatu kena tanah.

Selain itu, jalur pendakian juga dipisah antara pejalan kaki dan jalur ojek.

Nyaman banget tanpa perlu rebutan jalur karena masing-masing sudah ada jalurnya.

Buat kalian yang malas jalan sampai puncak, ada mang-mang ojek yang siap antar sampai tujuan.

Tarif ojek Papandayan tergantung tujuan, dengan detail harga sebagai berikut:

  • Tujuan pos 6/area kawah Rp 20.000/trip atau Rp 40.000 pp
  • Tujuan pos 7 Rp 70.000/trip atau Rp 140.000 pp
  • Tujuan pos 9/10 Rp 150.000/trip atau Rp 300.000 pp

Motor tukang ojeknya pakai jenis motor trail gitu jadi Insya Allah aman untuk jalur pendakian yang menanjak dan berbatu.

Selain ojek, ada juga porter yang siap bawain barang bawaan kalian.

Siapa tahu ada yang mau camping di Gunung Papandayan dan banyak barangnya, bisa memanfaatkan jasa porter ini.

Harga porter di Papandayan yaitu Rp 300.000 PP atau Rp 350.000 PP (include jasa pasang tenda)

Gunung Papandayan memiliki beberapa pos pendakian utama yang membantu para pendaki dalam perjalanan menuju puncak atau area camping.

Jumlah pos yang dilewati bisa bervariasi tergantung rute yang diambil dan tujuan pendakian.

Jika ingin mendaki hingga ke puncak atau lokasi tertentu, penting bagi kita untuk memahami rute dan waktu tempuh di tiap pos.

Gunung Papandayan terkenal ramah untuk pendaki pemula, sehingga pos-pos ini mudah diakses.

Berikut ini pos-pos utama yang biasanya dilewati pendaki di Gunung Papandayan:

1. Area Parkir

Pos ini adalah titik awal pendakian.

Di sini, kita akan dicek dan diminta membayar tiket masuk dan tiket kendaraan.

Setelah parkir mobil, kita bisa mulai ngecek barang-barang yang mau dibawa naik, atau bisa beli-beli barang yang sekiranya kurang seperti cemilan, minuman, atau syal.

Cuaca cukup dingin di Gunung Papandayan, jadi pastikan bawa jaket, tutup kepala, topi, dan kenakan sepatu gunung.

Kemarin kami sempat kedinginan di sini karena gak expect bahwa cuaca akan sendigin ini.

Apalagi anginnya besar.

Baru keluar mobil aja udah kedinginan.

Suhu mencapai 17 celcius dan anginnya membuat cuaca serasa makin dingin.

Brrrr….

Ohya, di area ini, ada fasilitas seperti warung, toilet, masjid, menara pandang, dan tempat parkir luas untuk mobil dan motor.

2. Kawah

Setelah memulai pendakian, kita akan tiba di area kawah yang menjadi salah satu ciri khas Gunung Papandayan.

Kawah ini terdiri dari beberapa titik dengan aktivitas fumarol yang menghasilkan asap belerang.

Nah kami mendaki sampai sini aja karena keponakan udah mulai lelah.

Padahal aslinya kami masih pengen lanjut sampai ke puncak.

Tapi apalah daya karena trip kali ini bawa bocils, jadilah balik dulu.

Lain kali masih pengen nyobain nerusin perjalanan sampai puncak dan camping di Gunung Papandayan Garut.

3. Pondok Saladah

Pos ini sering dijadikan area camping karena medannya yang luas dan datar.

Lokasi Pondok Saladah berada di tengah jalur pendakian, dengan fasilitas alami seperti sumber air dan lingkungan yang cukup aman untuk berkemah.

4. Hutan Mati

jalur pendakian gunung papandayan
Akhirnya Sampai di Hutan Mati Gunung Papandayan

Setelah melewati kawah, kita melanjutkan perjalanan menuju area yang paling ikonik dari Gunung Papandayan, yaitu Hutan Mati.

Pohon-pohon yang hangus akibat letusan gunung menciptakan pemandangan yang unik dan dramatis.

Walaupun tidak dianggap pos resmi, Hutan Mati menjadi salah satu pemberhentian utama karena daya tarik visualnya.

Tempat ini menjadi spot favorit para pendaki untuk berfoto.

Banyak pendaki berhenti di sini untuk berfoto atau istirahat singkat.

5. Tegal Alun

Tidak jauh dari Hutan Mati, kami tiba di Tegal Alun, padang edelweis yang luas, cantik, dan indah.

Bunga-bunga edelweis yang berjajar rapi memberikan kesan seperti berada di dunia lain.

Angin sepoi-sepoi menambah suasana damai di tempat ini.

Biasanya, para pendaki menghabiskan waktu cukup lama di Tegal Alun sambil menikmati keindahan alam dan beristirahat.

Pendaki sering menjadikannya tujuan akhir jika tidak ingin mendaki lebih tinggi ke puncak.

Tegal Alun memiki pemandangan yang spektakuler dengan udara yang sejuk.

Berkemah di Gunung Papandayan bisa banget ya.

Kami sempat lihat beberapa spot lokasi kemah di sana.

Meskipun kemarin kami belum sempat camping di Gunung Papandayan Garut, rencana kami akan mengulang lagi trip ke sana dan nanti harus nyobain camping di sana biar gak penasaran.

Apakah bisa sewa tenda di Gunung Papandayan?

Bisa dong.

Tersedia tempat sewa tenda dan perlengkapan camping di dekat tempat parkir.

Harga sewa tenda dan perlengkapan di Papandayang cukup terjangkau.

Dari informasi yang aku peroleh, harga sewa sleeping bag Rp 25.000, harga sewa kompor dan gas Rp 20.000

kolam air panas di garut
Pemandian Air Panas Garut Papandayan

Mendaki Gunung Papandayan adalah pengalaman yang sangat berharga.

Gunung ini cocok untuk pendaki pemula karena jalurnya yang tidak terlalu sulit.

Selain itu, keindahan alamnya benar-benar memanjakan mata dan menenangkan jiwa.

Jika teman-teman mencari destinasi pendakian yang menawarkan keindahan dan kenyamanan, Gunung Papandayan adalah pilihan yang tepat.

Tonton video keseruan kami di bawah ini:

Gunung Papandayan Garut dan segala informasi lengkapnya sudah dituliskan.

Semoga bermanfaat buat teman-teman yang berencana untuk mendaki atau camping di sana.

Pulangnya jangan lupa borong Oleh-Oleh Khas Garut untuk keluarga tercinta, teman, atau tetangga.

Sekian tulisan pengalaman mendaki gunung untuk pemula di Jawa Barat khususnya di TWA Gunung Papandayan.

Sampai ketemu di tulisan berikutnya.

Kategori: Garut

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses