Selamat Akmal, Ibu bangga padamu!

Sejak temenku Astri posting cerita di blognya tentang proses penyapihan Aleisha anaknya, aku seperti diingatkan bahwa aku pun harus sudah mulai menyapih Akmal. Hihihi, sebelumnya, aku masih males-malesan mau nyapih Akmal, antara gak tega sama sedih kehilangan momen menyusui.

Membaca tulisan Astri, aku jadi semangat (lagi) untuk menyapih Akmal. Sebenernya, pas adiknya Akmal mau lahir, dia sudah berhenti. Alhamdulillah aku sedikit lega setidaknya nanti pas si baby lahir aku gak perlu mengalami yang namanya tandem nursing. Di bayanganku, tandem nursing itu repot karena harus menyusui dua anak seperti menyusui bayi kembar. Pasti bakalan laper melulu dan kerjaanku nanti cuma nyusuin dua anak. Hahaha.

Read moreSelamat Akmal, Ibu bangga padamu!

Menyapih Anak dengan Cinta, Impian di Tahun 2015

Gambar Ibu dan Anak

Tubuhnya membiru. Nafasnya tidak teratur. Tidak ada satu jam setelah lahir, dia langsung di bawa ke rumah sakit (RS). Belum sempat aku menciuminya, suamiku sudah terlanjur mengendongnya untuk segera di bawa ke rumah sakit. Anakku, Akmal, harus segera dirujuk ke rumah sakit karena ada gangguan pernapasan.

Proses Inisiasi Menyusui Dini (IMD) yang aku idam-idamkan selama ini ternyata cuma bisa dilakukan tak lebih dari 15 menit. Sedih banget, soalnya kan aku menginginkan paling tidak bisa IMD selama 1 jam. Kenyataannya cuma 10 menitan.  Padahal menurut artikel-artikel yang aku baca, IMD bermanfaat untuk merangsang keluarnya Air Susu Ibu (ASI) sehingga bayi kelak bisa lebih berhasil menyusu secara ekslusif.

Read moreMenyapih Anak dengan Cinta, Impian di Tahun 2015