review car seat bayi

Berburu Car Seat Bayi

Car Seat Bayi. Waktu Akmal (sekarang hampir 2.5 tahun) masih bayi, saya gak berani pergi nyetir sendiri. Pertama, SIM A saya sudah kadaluarsa. Kedua, jenis mobilnya adalah mobil dengan transmisi manual. Saya lancarnya pakai yang matic. Bisa sih pakai manual, tapi ya gitu deh, belum pede-pede banget kalau bawa di jalanan ramai kayak di Bandung. Ketiga, gak punya car seat. Takut baby-nya kenapa-kenapa, jadi saya mending nungguin suami kalau perlu pergi-pergi yang pakai mobil.

Selama di dalam mobil, biasanya Akmal saya pangku. Kalau lagi pegal, ya saya taruh aja dia di jok dan disuruh duduk sendiri. Saya sendiri kadang duduk di bangku depan atau bangku belakang dengan memangku Akmal. Well, memang bahaya sih apalagi bayi gak diletakkan di car seat. Kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, bayi bisa celaka. Misalnya kejadian mengerem mendadak, kecelakaan dan lain sebagainya. Ada baiknya bayi diletakkan di car seat, bayi aman, Ibu nyaman, Ayah bisa menyetir dengan tenang. (lebih…)

Kain Tradisional Buton, Oleh-Oleh Khusus dari Suami Tercinta

Sore itu aku tengah duduk di depan layar komputer untuk mengerjakan tugas terjemahan yang sebentar lagi mencapai batas tenggat waktunya. Aktivitas ini biasa aku lakukan sambil menunggu kepulangan suami dari kantornya. Tepat pukul 17.00, seperti biasa suamiku sudah sampai rumah dan dengan muka yang tampak kelelahan dia langsung masuk ke rumah. Belumlah selesai aku membuatkan secangkir teh untuknya, dia menunjukkan selembar surat putih bertinta hitam kepadaku. Sontak aku kaget dan langsung bertanya apa maksud dari surat ini. (lebih…)

cita-cita gamers

Perempuan Bekerja dari Rumah, Mengapa Tidak

Hari ini adalah hari ke-33 saya mengungsi di rumah orang tua di Purworejo, Jawa Tengah. Tidak terasa sudah lebih dari sebulan saya meninggalkan rumah. Lusa akan tiba waktu bagi saya untuk kembali lagi ke rumah dan melanjutkan kehidupan keluarga kecil kami secara normal kembali. Tiket kereta Purworejo (Kutoarjo)-Bandung sudah dipesan dan saya siap meluncur bersama rombongan penumpang lain ke Kota Kembang.

Ini bukanlah momen pertama atau kedua kalinya saya meninggalkan rumah untuk mengungsi di rumah orang tua. Sejak menikah, hampir tiap sebulan atau dua bulan sekali, saya pasti pergi mengungsi ke rumah orang tua. Paling singkat selama seminggu dan yang terlama adalah lima minggu, seperti yang sekarang sedang saya jalani.



(lebih…)

#BeraniLebih Cinta Lingkungan dengan Membawa Kantong Kresek dan Tote Bag Sendiri

Salah satu perlengkapan yang tidak boleh ketinggalan ketika saya bepergian keluar rumah adalah tas besar. Kesannya repot banget deh pergi-pergi bawa tas besar. Justru tidak, tas besar malah banyak memberikan kemudahan bagi saya. Selain bisa digunakan untuk memuat barang-barang saya dan si kecil, tas besar saya tersebut juga biasanya sekalian buat naruh barang-barang lain misalnya belanjaan.

Ini gambaran isi tas saya. (lebih…)