Empal Gentong Mang Darma adalah salah satu kuliner terkenal di Cirebon yang sayang kalau dilewatkan.
Memang kenapa sih, apa istimewanya? Rasanya gimana? Berapa harganya, dan di mana bisa dibeli?
Tenang, karena semua pertanyaan kalian aku tulis lengkap di review makanan khas Cirebon ini.
Empal Gentong Mang Darma Cirebon
Masih dalam perjalanan dalam rangka misi mencari SMP untuk Akmal, pulang dari survei sekolah, kami merasa lapar.
Setelah diskusi berdua suami, beliau punya ide gimana kalau malam itu kami makan empal gentong terdekat saja.

Oke, aku setuju karena aku sendiri belum pernah makan empal gentong dan penasaran seperti apa rasanya.
Kenapa setiap orang yang aku tanya soal Cirebon, pasti langsung menjawab wajib banget nyobain kuliner ini.
Alamat

Dalam perjalanan pulang ke Bandung, sebenarnya kami bertemu beberapa penjual empal gentong.
Entah kenapa, suami langsung tertarik begitu melihat plang Empal Gentong Mang Darma Diponegoro di jalan Kuningan, Wanayasa, Kec. Beber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Mungkin karena restorannya terang, banyak lampu, cerah ceria warna kuning jadi cukup menarik perhatian calon pengunjung ya.
Hmm… trik marketing yang bagus.
Google Maps nya bisa dicek di bawah ini:
Menu
Ada banyak menu yang ditawarkan di sini.
Kebanyakan sih kuliner tradisional menu asli khas Indonesia.
Untuk lebih jelasnya, berikut menu empal gentong Mang Darma dan harganya:

Dari daftar menu tersebut di atas, kami sekeluarga pilih makanan yang beda-beda.
Suami pesan empal gentong, saya pesan empal asem, Akmal pesan sop iga, Azril pesan sate ayam, dan Hegar pesan coklat panas/hot chocolate saja.

Minumannya pesan es teh manis, teh tarik, dan es tjampolay.
Katanya Hegar sudah kenyang, jadi dia gak pesan apa-apa. Eh ternyata pas makananku datang, dia tertarik nyobain makan empal asem dikombinasi dengan sate kambing.
Review Empal Gentong Mang Darma
Sedikit review tentang pengalaman menikmati makanan khas Cirebon yaitu empal gentong.
Disebut sebagai empal gentong karena cara memasaknya menggunakan kuali atau periuk tanah liat atau juga sering disebut sebagai gentong.

Nah daging dan sayuran serta bumbu yang sudah dimasukkan ke dalam gentong tersebut kemudian dimasak di atas tungku api dengan bahan bakar kayu.
Istimewa pastinya karena ada cita rasa tradisional seperti zaman dulu. Rasanya pasti sedap karena ada aroma bakaran kayu. Favorit banget.
Empal gentong Cirebon terkenal merupakan sajian yang terdiri dari daging sapi, usus, dan babat.
Apa Bedanya Empal Gentong dan Empal Asem?
Di Resto Mang Darma, ada 2 jenis empal yang disajikan yaitu empal gentong dan empal asem.

Bedanya empal gentong dan empal asem adalah dibagian kuahnya.
Empal gentong menggunakan kuah santan sedangkan empal asem menggunakan kuah asam jawa dan belimbing wuluh sebagai kuahnya.
Namun keduanya sama-sama disajikan dalam sebuah kuali kecil. Bukan di mangkok atau piring. Unik ya penyajiannya.
Menurutku, rasa empal gentong Mang Darma gurih dan enak dimakan hangat-hangat.

Ada rempah-rempah unik yang rasanya tuh otentik di lidah. Sepertinya itu dari rasa kayu manis.
Dagingnya lembut dan gampang digigit, tidak alot.
Kalau empal gentong rasanya lebih gurih dan kental mungkin karena memakai kuah santan dalam penyajiannya dibandingkan dengan rasa empal asem.
Kalau aku pribadi lebih suka empal asem daripada empal gentong karena lebih segar dan harum.

Sate dan Sop Iga
Menu lainnya yang sempat kami cobain adalah sate ayam dan sop iga.
Sate ayamnya enak, potongannya besar-besar. Bumbu kacangnya dicampur kecap, rasanya gurih manis gitu.
Satu porsi habis sama Azril dan dibantu Hegar 1 tusuk. Porsi nasinya juga pas buat anak-anak.

Sop iga pun enak. Dagingnya empuk, chewy, potongan tomatnya bikin makin segar. Ditambah ada daun bawang makin lezat.
Akmal makannya habis tak bersisa dan bahkan masih minta top up nasi dari aku. Hahaha. Laper atau laper nih.
Fasilitas
Ternyata, tidak menyesal mencicipi makanan khas Cirebon di restoran Mang Darma ini.
Pas kami lewat sebenarnya sudah malam menjelang pukul 21.00 tapi ternyata masih buka.
Aku kurang tahu juga apakan empal gentong Cirebon 24 jam bukanya atau tidak. Perlu ditanyakan lebih lanjut.
Kesan pertama makan di sini, menyenangkan dan fasilitasnya lumayan lengkap.
Parkir lebar dan luas muat banyak mobil dengan penerangan yang sangat layak. Terang banget dan gak takut gelap.

Tempat makan luas dengan banyak kursi dan beberapa meja.
Pas kami datang ada beberapa keluarga lain yang juga sedang makan malam di sini.
Tempat cuci tangan ada beberapa titik lengkap dengan sabun dan washlap nya.
Toilet juga disediakan walau harus lewat ruang kasir dulu. Airnya cukup bersih dan melimpah.
Mushola kurang tahu karena kemarin tidak sholat di sini.
Kebetulan kami sudah sholat jamak magrib di gabung dengan isya.
Pelayannya cukup cekatan walau nunggu beberapa waktu untuk makanan bisa disajikan.
Harga
Daftar harga dan menu sudah saya cantumkan di foto di atas ya.
Teman-teman bisa scroll lagi ke atas kalau mau baca detailnya.
Saat makan malam di tempat makan keluarga di Cirebon ini, kami sekeluarga (5 orang) habis sekitar Rp 196.000+.
Rincian detailnya bisa dilihat di nota belanja berikut:

Berarti satu orangnya kena sekitar Rp 40.000/orang sudah termasuk makan dan minum.
Ya wajarnya harganya, tidak terlalu murah dan tidak terlalu mahal. Masih terjangkau.
Cobain Empal Gentong Mang Darma, Yuk!
Nah gimana teman-teman, kalian sudah pernah nyobain makan empal gentong Cirebon paling enak atau belum nih?
Kalau belum, yuk cobain menikmati kuliner khas nusantara ini.

Oke deh, sekian cerita singkat pengalaman kami mencicipi Empal Gentong Mang Darma.
Semoga bisa memberikan wacana buat kalian ya.
Sampai ketemu di tulisan berikutnya.
Sebagai tambahan, kalian juga bisa baca tulisan aku sebelumnya tentang oleh oleh khas Kuningan.
Diusahakan nanti aku akan tulis juga seputar oleh oleh khas Cirebon.
0 Komentar