Serius Tapi Santai di Fun Blogging 6

Sabtu dan Minggu itu enaknya diisi dengan kegiatan santai setelah berlelah-lelah bekerja di hari Senin sampai Jumat. Caranya macam-macam. Bisa dengan istirahat saja di rumah, nonton TV, berkebun atau jalan pagi sehat mengelilingi komplek rumah. Bisa juga berkegiatan di luar rumah misalnya olahraga, jalan-jalan ke tempat wisata, mall, atau silaturahmi ke rumah kawan dan saudara. Apapun kegiatannya yang penting santai ya biar kita bisa kasih nafas sebentar ke jiwa raga dan membiarkan jiwa raga kita istirahat sejenak. Harapannya kita bisa kembali segar dalam menjalani kegiatan di minggu yang akan datang.

Begitulah biasanya hari Sabtu dan Mingguku, tidak jauh-jauh dari acara santai bersama keluarga. Tapi ada yang tidak biasa di akhir pekanku tiga minggu yang lalu. Sabtu 5 September 2015 menjadi hari Sabtu yang berbeda. Tidak ada istirahat di rumah. Aku malah justru sibuk  serius menghadiri sebuah kelas belajar yang sudah lama aku nanti-nantikan.

Saking semangatnya, aku langsung mendaftar begitu tau bahwa kelas belajar tersebut di buka untuk para blogger di wilayah Bandung dan sekitarnya. Sebelumnya, lima sesi kelas belajar yang diasuh oleh Mbak Shintaries, Mbak Haya Aliya Zaki dan Teh Ani Berta semuanya  dilakukan di Jakarta. Lalu aku pun sedih dan menangis di pojokan karena pengen ikutan tapi kalau di Jakarta kayaknya kejauhan deh. (lebih…)

Puding Green Tea Lezat dan Sehat

Puding Green Tea Lezat dan Sehat. Salah satu kebahagiaan yang aku syukuri sekarang ini adalah memiliki anak yang tumbuh dengan sehat. Nafsu makannya baik sehingga apapun jenis makanan yang kami sediakan bisa dilahapnya sampai habis. Kami hampir tidak pernah menemui kendala ketika mengajaknya makan. Pernah sih, satu atau dua kali, kami menemukan sang anak dalam kondisi GTM (Gerakan Tutup Mulut). Tapi itu tidak lama, paling sehari. Nafsu makannya akan kembali lagi dengan normal setelah itu.

Itulah mengapa kami perlu bersyukur karena beberapa kali aku mendengar keluhan Ibu-Ibu yang curhat tentang anak-anaknya yang susah sekali makan. Apapun yang disajikan oleh ibunya sia-sia. Sudah beragam menu disajikan dan sudah beragam cara dibujuknya sang anak supaya mau makan. Tapi tetap saja sang anak setia dengan mulut yang terkunci rapat. Aku bisa bayangkan bagaimana pusingnya orang tua yang menghadapi anak GTM berhari-hari, aku aja yang anaknya GTM seharian pernah sampai pusing. (lebih…)