Lagi Ya, Bu..

Satu Cukup. Akmal baru lahir

“Sudah ah, satu aja anaknya. Aku kasihan lihat kamu tadi meregang nyawa” ungkap suami beberapa hari setelah aku melahirkan anak pertama kami, Akmal.

Kalimat tersebut masih segar terngiang di telingaku tatkala suami menyodorkan proposal untuk menambah anak lagi. Katanya anaknya cukup satu saja, eh ini kenapa tiba tiba beliau mau punya anak lagi saat Akmal masih belajar tengkurap. Ternyata keinginan punya satu anak cuma bertahan 4 bulan saja.

Kalau aku hamil lagi, apakah rasa sayangmu akan bertambah berkali-kali lipat?” Tanyaku iseng.

Read moreLagi Ya, Bu..

Menyambut Kelahiran Anak Pertama – Bagian 1

ibu hamil

37 Minggu

Dulu saya selalu membayangkan bahwa proses melahirkan itu menyakitkan. Membayangkan kepala bayi yang besar keluar dari lubang super kecil itu sepertinya mustahil.

Ternyata saya berhasil membuktikan bahwa melahirkan itu tidaklah menyakitkan seperti orang luar sana katakan. Saya juga berhasil membuktikan bahwa lubang kecil itu berhasil di lewati oleh bayi mungil saya.

Proses itu dimulai ketika Mei 2011 saya dinyatakan positif oleh testpack.

Read moreMenyambut Kelahiran Anak Pertama – Bagian 1

‘Hadiah’ Setelah Melahirkan

Menemukan diri sendiri bahwa ternyata saya lebih takut sama ambien daripada melahirkan Akmal. Masa nangis ketemu ambien sih, la wong melahirkan Akmal aja gak pakai nangis kok? Wealah, akhirnya ambien berhasil mengKO-kan saya.

Ambien ini berawal sebulan yang lalu, pas saya melahirkan si bayi Akmal Albyaksa Hasan. Proses ngeden yang luar biasa nikmat meninggalkan ‘jejak’ di bagian vital saya. Baru kerasa pas sebulan setelah Akmal lahir. Pantesan kok susah kalau mau *ub. Biasanya saya lancar loh kebelakang, tiap hari pasti ‘keluar’. Nah ini kok jadi seret gini ya..

Read more‘Hadiah’ Setelah Melahirkan