Tips Agar Mudah Menikah

Tips Agar Mudah Menikah

Tips Agar Mudah Menikah. Memasuki umur 20 tahunan, mulai banyak yang menanyakan kapan aku akan menikah. Bukan pertanyaan yang mudah aku jawab karena aku bukan satu-satunya penentu kapan aku bisa menikah. Aku tidak bisa menikah sendiri, yang pasti harus ada mempelai prianya. Sementara waktu itu belum ada pria yang dengan berani melamarku. Sama seperti wanita lain, maka jika ada yang menanyakan kapan aku menikah, aku hanya bisa menjawab “Mohon doanya ya, semoga disesegerakan”.

Sambil terus meminta agar didoakan untuk dapat segera bertemu jodohku, aku pun memasang target kapan aku akan menikah. Target ini aku jadikan sumber motivasi bahwa aku tidak boleh melupakan kodratku sebagai wanita yang membutuhkan pria untuk melengkapi separuh hidupnya. Umur 25 tahun kalau bisa aku sudah menikah, itulah targetku. Kenapa 25? Sederhana saja, karena Ibuku menikah juga di umur 25 tahun.

25 tahun kurang 2 bulan. Aku belum juga menemukan jodohku. Galau mulai meracau. Gimana ini target menikah umur 25 tahun, mungkinkah terlaksana?! (lebih…)

Bubur Mutiara “Cinta Ibu”

Dua hari yang lalu, lihat anak saya, Akmal (2 tahun) lahap banget makan kolak pisang di rumah tetangga. Satu mangkok habis. Memang sih, saya jarang bikin kolak, soalnya gak kuat sama manisnya. Eh la kok ini Akmal malah doyan banget.

Lihat nafsu ngemil Akmal yang naik daun dengan makan kolak, saya jadi kepikiran untuk buatin dia kolak juga. Tapi e tapi, lihat stok di rumah gak ada bahan buat bikin kolak. Hahaha. Yang ada cuma santan dan bubur mutiara. Ya wes, eksekusi aja deh bubur mutiaranya. Mutiara ini terbuat dari sari pati sagu yang dibentuk bola-bola kecil.



Sagu adalah salah satu jenis makanan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia selain nasi, dikonsumsi terutama oleh masyarakat di daerah Indonesia bagian timur. Peran sagu hampir sama dengan nasi, jagung, umbi-umbian yaitu sebagai sumber karbohidrat dimana karbohidrat merupakan pemasok utama kebutuhan energi tubuh.

Okelah, jadi deh kemarin saya buatin camilan sehat untuk Akmal yaitu bubur mutiara ‘Cinta Ibu’. Hahaha. Namanya lebay banget ya. Biarin deh, buatnya dengan penuh cinta soalnya. Qiiqiiqii. Cara bikin Bubur Mutiara “Cinta Ibu” gampang banget. Saya yakin teman-teman juga pasti bisa kok.

Bubur Mutiara “Cinta Ibu”

(lebih…)

Tips Traveling ke Luar Negeri

Liburan Menyenangkan Bersama Pasangan di Jepang

Sekali-kalinya menginjakkan kaki di Jepang cuma di Bandar Udara Internasional Narita di Tokyo. Itupun cuma 3 jam. Waktu transit yang cuma sebentar tidak memungkinkan aku keluar dari bandara. Jadi selama 3 jam itu, aku cuma mondar-mandir di dalam bandara. Aku pergi ke bagian pemeriksaan, pindah gate, dan belanja mata lihat-lihat barang yang di pajang di toko-toko di bandara.

Waktu itu bulan Mei tahun 2008. Pesawat yang membawaku menuju Ohio, USA berhenti di Tokyo. Yap aku harus ganti pesawat di Tokyo dan melanjutkan perjalananku ke negeri Paman Sam.

Kesanku ketika menginjakkan kaki pertama kali di Jepang adalah orang Jepang ternyata mungil-mungil ya. Gak beda jauh dengan kebanyakan orang Indonesia. Ya iyalah, kan masih sama-sama orang Asia yang postur badannya gak segede orang Amerika. Walaupun begitu, mereka ramah dan sopan loh.

Suhu di Jepang juga gak terlalu panas. Wajar aja, soalnya aku ke sana pas bulan Mei. Sudah mulai masuk musim semi. Suhu rata-ratanya 19-23 derajat Celcius di Tokyo. Ya hampir sama dengan kondisi di Bandung tempat aku tinggal sekarang.

Kalau musim dingin di Jepang kayak gimana ya rasanya? Aku sering bertanya-tanya dalam hati.



(lebih…)