Belajar dan Bergembira dengan Sepeda

“Akmal, kalau besar, nanti mau jadi tentara?”

Iseng kulayangkan pertanyaan itu kepada Akmal anak saya yang kini menginjak umur 29 bulan. Pertanyaan tersebut disambutnya dengan jawaban “Nggak!”. Jawabannya yang selalu lantang, keras, dan tegas. Tidak hanya sekali atau dua kali, hampir tiap hari saya mencoba menanyakan hal tersebut dan jawabannya masih sama.

Lain lagi jika saya bertanya seperti ini “Akmal, kamu mau gowes?” dengan semangat menggelora bak pejuang 45 dia akan menjawab “Mau! ayo Bu”. Diraih sepeda jingganya dan segera digowes pedal sepeda menggelilingi rumah. Tak jarang dia mengajak bersepeda berkeliling komplek perumahan. (lebih…)

BAKMI GM SOLUSI PENGGANTI NASI

Makan nasi tiap hari

Namanya juga orang Indonesia, kalau makan gak pakai nasi berarti belum makan. Saya juga begitu. Dalam sehari, kalau perut belum berisi nasi kok sepertinya perut menjerit-jerit terus ya. Minta bolak-balik diisi. Sepertinya ini masalah kebiasaan aja ya. Tuh nyatanya orang bule gak makan nasi tiap hari tetep bisa kok.

Saya sejak bayi ceprol makannya aja udah makanan berbahan dasar beras. Beras dimasak dengan air yang banyak, namanya bubur. Beras dimasak digulung-gulung pakai daun pisang namanya lontong. Pas lebaran ada makanan dari beras namanya ketupat. Dan lain-lain. Masih banyak lagi jenis makanan berbahan dasar beras yang bisa kita temui sehari-hari. Coba kamu sebutin lagi selain bubur, lontong, dan ketupat, pasti masih ada kan yang lainnya. (lebih…)

yoga untuk ibu hamil

Hamil dengan Riwayat Varises Vagina

“Ceu, tolong infus donk, ini Bu Mita pendarahannya banyak” kata Ibu Bidan sambil tetap berkonsentrasi melanjutkan proses penjahitan karena robekan persalinan di area kewanitaan saya.

Wanita separuh baya yang dipanggil dengan Ceu (kakak perempuan dalam Bahasa Sunda) oleh Bu Bidan tersebut langsung sigap menyiapkan perlengkapan infus. Beberapa detik kemudian, jarum infus sudah masuk ke pembuluh darah di pergelangan tangan kanan saya. Sebuah labu berisi cairan infus terhubung melalui selang panjang infus tersebut. Tindakan medis tersebut kemudian diikuti dengan penyuntikkan sebuah cairan di paha kanan saya untuk menghentikan pendarahan. (lebih…)

review car seat bayi

Berburu Car Seat Bayi

Car Seat Bayi. Waktu Akmal (sekarang hampir 2.5 tahun) masih bayi, saya gak berani pergi nyetir sendiri. Pertama, SIM A saya sudah kadaluarsa. Kedua, jenis mobilnya adalah mobil dengan transmisi manual. Saya lancarnya pakai yang matic. Bisa sih pakai manual, tapi ya gitu deh, belum pede-pede banget kalau bawa di jalanan ramai kayak di Bandung. Ketiga, gak punya car seat. Takut baby-nya kenapa-kenapa, jadi saya mending nungguin suami kalau perlu pergi-pergi yang pakai mobil.

Selama di dalam mobil, biasanya Akmal saya pangku. Kalau lagi pegal, ya saya taruh aja dia di jok dan disuruh duduk sendiri. Saya sendiri kadang duduk di bangku depan atau bangku belakang dengan memangku Akmal. Well, memang bahaya sih apalagi bayi gak diletakkan di car seat. Kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, bayi bisa celaka. Misalnya kejadian mengerem mendadak, kecelakaan dan lain sebagainya. Ada baiknya bayi diletakkan di car seat, bayi aman, Ibu nyaman, Ayah bisa menyetir dengan tenang. (lebih…)