Cara Nyaman Ibu Hamil Mudik Lebaran dengan Menggunakan Kereta Api

Naik kereta api tut tut tut.

Bukan hanya anak aja yang suka, tapi akupun sebagai orang dewasa yang sudah punya 3 anak, tetap suka naik kereta api.

Kalau kalian gimana nih teman-teman?

Suka juga, gak?

Mudik Naik Kereta Membawa Anak

Mudik ke Kampung Halaman

Btw, sebentar lagi kan kita mau masuk ke bulan suci ramadhan. Sekitar 3 minggu lagi.

Setelah itu, lebaran deh.

Salah satu tradisi kita sebagai orang Indonesia kalau menjelang lebaran adalah mudik.

Mudik berasal dari kata mulih + dhisik (Bahasa Jawa). Artinya pulang dulu.

Kebanyakan, orang di kita tuh merantau sejak lulus SMA ke kota besar.

Baik untuk kuliah ataupun kerja.

Nah lebaran ini dijadikan momen untuk para perantau pulang ke kampung halaman.

Entah untuk mengunjungi orang tua mereka, saudara, pengen kuliner makanan khas daerahnya, ataupun sekedar melepas rindu ke teman-temannya.

tiket kereta api
Naik kereta api tut tut tut

Pulang Kampung Ala Kami

Keluargaku, sekarang tinggal di Bandung, Jawa Barat.

Aku asli dari Purworejo Jawa Tengah, sedangkan keluarga suami dari Subang, Jawa Barat.

Setiap tahun, kami punya agenda mudik lebaran ke kampung halaman. Ganti-gantian.

Misalkan tahun ini kami mudiknya ke Purworejo. Maka tahun depan giliran mudik ke Subang.

Kalau ke mudik ke Subang, kami seringnya naik mobil dari Bandung karena jarak tempuh lebih dekat sekitar 160 km dan bisa ditempuh dalam 3 jam.

Foto stasiun kutoarjo
Stasiun Kutoarjo

Sedangkan ke Purworejo, jaraknya lebih jauh lagi. Sekitar 300 km. Waktu tempuh 9-12 jam kalau naik mobil. Kalau naik kereta sekitar 7 jam perjalanan.

Kadang kami mudik naik mobil, bus, atau kereta api. Tergantung kebutuhan dan budget.

Kalau lagi santai ya kami naik mobil pribadi. Tapi kalau lagi pengen cepat dan gak mau capek di jalan, alternatifnya pakai kereta api.

Pengalaman Mudik Naik Kereta Api Bersama Anak

Mudik naik kereta api adalah hal yang sangat ditunggu-tunggu. Terutama oleh anak-anak.

Meskipun mereka sudah sering naik kereta api, tapi tetap aja, pergi naik kereta tuh semacam momen yang sangat istimewa.

Mungkin karena kereta tuh bentuknya panjang seperti ular, gemesin, unik, besar, jadi anak-anak tuh senang lihat kereta.

Dari beberapa kali mudik naik kereta api bersama anak dan suami, aku bisa bagikan pengalaman ini buat teman-teman pembaca blog aku.

Barangkali bermanfaat dan bisa diterapkan untuk bekal mudik lebaran tahun 2023 ini.

Tips Liburan Naik Kereta Membawa Anak

Tips Terbaru Mudik Naik Kereta Api Jadi Makin Asyik

Sejak virus corona menyerang dunia di awal tahun 2020 lalu, banyak sekali perubahan di dunia ini.

Semua perjalanan wisata menjadi berbeda. Termasuk perjalanan dengan kereta api.

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi jika kita memilih menggunakan kereta api sebagai moda transportasi.

Kebetulan pas banget minggu lalu aku mudik bareng anak-anak ke Kutoarjo Purworejo, menengok Bapak yang lagi sakit.

Jadi aku bisa share ke teman-teman perihal prosedur terbaru naik kereta api.

Seru banget naik kereta api bareng 3 bocah

Sepertinya tata cara naik kereta api ini tidak akan berbeda jauh dengan prosedur untuk mudik lebaran bulan depan.

Tapi kalaupun nanti ada perubahan, akan aku sampaikan lagi informasi terbarunya biar tulisan ini tetap update.

Langsung aja ya aku bagi tips mudik naik kereta api bersama anak:

1. Vaksin Corona Dulu

Salah satu syarat melakukan perjalanan kereta api jarak jauh sejak zaman pandemi adalah sudah vaksin corona booster, minimal booster ketiga untuk orang dewasa usia lebih dari 18 tahun.

Kecuali bagi yang punya penyakit, bisa membawa surat keterangan dari dokter yang menyatakan tidak vaksin.

Anak usia di bawah 12 tahun boleh naik kereta jarak jauh. Usahakan sudah vaksin ya, 2x vaksin corona untuk anak-anak usia 6 – 17 tahun.

Dan untuk anak di bawah usia 6 tahun, tidak perlu vaksin. Tapi, anak-anak ini harus didampingi oleh orang tuanya/orang dewasa yang sudah divaksin.

Status sudah vaksin atau belum, status vaksin ke berapa, akan terlihat saat kita booking tiket kereta dan print out tiketnya.

Karena saat kita pesan tiket, kita akan diminta memasukkan nomor NIK/nomor induk kependudukan.

NIK ini pun terhubung dengan PeduliLindungi yang mencatat semua riwayat vaksin corona kita.

Apa akibatnya jika belum vaksin?

Mohon maaf, gak bisa naik kereta api jarak jauh.

Terpaksa harus balik kanan. Pulang.

Seperti yang pernah aku lihat ada kejadian seorang bapak yang tidak boleh masuk ke dalam stasiun untuk boarding karena beliau baru vaksin corona 2x.

Jadi teman-teman yang usianya di atas 18 tahun dan mau naik kereta jarak jauh, segera vaksin corona minimal naik kereta api harus booster ketiga ya.

2. Beli Tiket Kereta Lebaran Jauh-Jauh Hari

Tiket kereta lebaran biasanya dibuka 30 hari sebelum keberangkatan.

Kalau belum hafal, kita bisa cek jadwal kereta api nya dulu di website resmi Kereta Api Indonesia (KAI).

Misalnya sudah tau mau mudik tanggal berapa, tinggal siapkan saja uangnya.

Sekarang beli tiket kereta api juga lebih mudah. Bisa lewat aplikasi booking tiket kereta api, minimarket, atau mau beli langsung di stasiun juga bisa/go show.

Aku sih lebih prefer beli sendiri via aplikasi booking tiket. Sambil golar-goler di rumah udah bisa transaksi beli tiket.

Kenapa harus beli jauh-jauh hari?

Yap, karena yang beli tiket kereta bukan cuma kita doang. Ada banyak ribuan orang yang juga mau mudik.

Jumlah kursi kereta terbatas, tapi yang mau naik kereta banyak banget.

Dan kita statusnya rebutan dengan mereka. Siapa cepat dia dapat.

Siapkan jari-jarimu biar bisa menang rebutan tiket.

3. Patuhi Protokol Kesehatan Saat Naik Kereta Api

Walau sekarang sudah tidak terlalu terdengar ada yang kena virus corona, kita tetap saja harus waspada.

Selalu patuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker.

Kalau gak pakai masker, kita beneran gak boleh masuk loh.

Soalnya aku kemarin lupa gak bawa masker dari rumah.

Eh pas mau boarding masuk ke stasiun, gak diizinkan masuk ke dalam sampai aku pakai masker.

Untungnya di Stasiun Kutoarjo ada minimarket yang menjual masker.

Beberapa bulan lalu, waktu naik kereta api dari Stasiun Kutoarjo ke Stasiun Kiaracondong Bandung, petugas kereta api membagikan masker ke setiap penumpang.

Namun pas minggu lalu aku naik kereta yang sama, sudah tidak ada lagi pembagian masker.

Sekarang syarat naik kereta api terbaru sudah tidak perlu tes PCR atau antigen lagi. Tidak juga diperiksa suhu tubuh.

Dipastikan saja bahwa kondisi kita dan keluarga (terutama anak-anak) dalam kondisi sehat dan tidak sakit.

Ohya, menunjukkan aplikasi PeduliLindungi juga sudah tidak perlu lagi karena informasi vaksin kita sudah tertera langsung di tiket kereta api kita.

4. Sounding ke Anak tentang Rencana Perjalanan

Sounding adalah memperdengarkan atau menceritakan hal yang sama secara berulang-ulang.

Tujuannya supaya kita bisa menyampaikan informasi dan bisa dimengerti dengan baik.

Aku sudah membuktikan kekuatan sounding ini ketika akan melakukan perjalanan jarak jauh.

Dari beberapa hari sebelum berangkat, aku akan cerita ke anak-anak bahwa kita nanti akan pergi pulang ke rumah Mbah Kakung dan Mbah Uti di Jawa naik kereta api.

Aku ceritain serunya naik kereta api, gimana kondisi keretanya, apa yang perlu dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan selama di kereta, dan lain-lain.

Sampai mereka benar-benar mengerti.

Dengan sounding ini anak-anak jadi lebih nurut ke kita sebagai orang tua, terutama di perjalanan saat mereka ketemu dengan beragam tipe manusia.

Kalau anak sudah nurut ke orang tua, maka mereka jadi lebih mudah diatur.

5. Siapkan Kartu Identitas Bisa Berupa KTP atau Kartu Keluarga

Untuk naik kereta jarak jauh, kita perlu menunjukkan kartu identitas kita ke petugas penjaga pintu masuk.

Kartu identitasnya bisa berupa KTP atau KIA/Kartu Identitas Anak yang warna merah itu.

Jika anak belum punya KIA, maka bisa bawa foto kopi Kartu Keluarga/KK.

Kalau foto kopi KK gak ada, bisa pakai foto/hasil scan KK yang ditunjukkan pakai HP. Praktis.

Bagi orang dewasa, tetap perlu menunjukkan KTP nya ya.

6. Bawa Barang Secukupnya

Namanya pergi sama anak-anak, kebayang kan riweuhnya gimana.

Mereka pasti aktif jalan ke sana ke mari, tengak-tengok kanan kiri, dan sibuk tanya ini itu.

Karena sudah sibuk dengan anak-anak, kita kalau mudik gak usah bawa banyak barang.

Di perjalanan kita pasti banyak melayani mereka. Misalnya membuatkan susu, menyuapi, menjawab berbagai pertanyaan mereka, mengantar ke toilet, memesankan jajanan di restoran kereta, dan lain-lain.

Solusinya, kita bawa yang sesuai kebutuhan saja.

Barang-barang lain misalnya mau bawa oleh-oleh buat orang rumah, bisa dipaketin aja.

Toh sekarang banyak ekspedisi pengiriman yang bisa sehari sampai.

Apalagi jika ada ibu hamil naik kereta api, cukup bawa diri aja dan perlengkapan sederhana biar gak ribet.

Boleh bawa mainan ke dalam kereta, biar anak gak bosen di dalam kereta.

Pilih mainan yang paling mereka sukai.

Kalau misalnya mereka bosan, ajak jalan-jalan aja keliling gerbong. Mampir ke resto makan. Pasti seru deh. Dijamin hilang bosannya.

6. Nikmati Perjalanan

Macet-macet dikit wajar. Berdesakan dengan banyak orang gak papa. Namanya juga perjalanan saat lebaran pas peak season begini.

Tarik nafas dan ingat kalau sudah sampai kita akan senang karena ketemu orang tua, saudara, dan teman.

Nikmati perjalanan, jangan dibawa ngedumel. Sesekali selfie biar ada kenang-kenangan naik kereta bersama anak..

Karena kalau ngedumel, energi negatifnya menular. Itu bisa bikin bete seharian.

Takutnya, anak-anak jadi cranky, malah ngrepotin orang tua dan menganggu penumpang lain.

Lihat pemandangan yang ada di balik jendela.

Bisa dengarkan musik, atau baca buku cerita bersama anak.

Makan cemilan atau makan bekal yang dibawa dari rumah juga boleh. Tidak ada larangan.

Atau bisa beli makanan di dalam kereta.

Sekarang kereta sudah dilengkapi dengan petugas yang menjajakan makanan dan minuman dengan troli dorongnya.

Isinya ada makanan ringan, kopi, teh, makanan berat seperti nasi goreng, ayam geprek, ayam krispi, nasi telur, dan lain sebagainya.

Masalah harga, tentu lebih mahal dibandingkan kita beli di luar kereta.

Berikut menu makanan di kereta api atau kuliner kereta dan harganya:

  • Chips Rp 13.000
  • Air mineral Rp 10.000
  • Kopi instant panas/cokelat panas Rp 15.000
  • Nasi goreng Parahyangan, ayam geprek, nasi telur kulit krispi Rp 25.000
naik kereta api bandung kutoarjo
Tidur di kereta

Kalau ngantuk ya tidur aja, toh perjalanan masih panjang.

Baiklah teman-teman, itu aja sharing dari aku tentang tips perjalanan mudik naik kereta api bersama anak.

Semoga bermanfaat, ya!

Selamat mudik, sehat selamat sampai tujuan.