Tolak Perempuan Perokok

Beberapa waktu yang lalu, saya, seorang teman dan my Baby (2 bulan) makan di sebuah tempat kuliner di Kota Bogor.. Di sebelah saya ada 8 wanita yang berdandan cantik (dan sedikit menorr). Saya yakin mereka adalah kaum sosialita di kota yang terkenal dengan petir dan hujan ini. Mereka tengah asyik mengobrol, persisnya apa saya kurang tau karena saya pun juga punya obrolan asyik dengan kawan saya sendiri. Tak berapa lama, salah satu dari mereka mengeluarkan sebatang rokok dan kemudian menyulutnya. Kejadian ini di ikuti oleh 3 orang yang lain. Blah,

Continue Reading

Dari Halaman Belakang

Suami lagi serius banget metikin kacang tanah yang habis dipanen dari kebun belakang. Awalnya, kacang ini dikasih temennya si Mas, namanya Teh Keisha. Dikasih banyak, Alhamdulillah banget. Iseng-iseng, sebagian kecil aku tanam, eh ternyata numbuh dan udah bisa di panen. Kacang panen pertama, cuma dapet segini. Satu piring kecil pun gak penuh. Saya rebus, cuma kemakan sekali duduk. Hmm.. yang sedikit memang enak ya, maka makanlah secukupnya, jangan berlebih-lebihan. Disyukuri aja, biar nikmatnya tambah banyak. Saya pernah bahas disini, kalau pare ini salah satu sayuran favorit saya. Sebenernya udah beberapa kali panen pare dari belakang rumah, tapi jarang saya postingkan. …

Continue Reading

PPP-Panen Pare Pertama

Di belakang rumah, masih tersisa beberapa meter persegi lahan yang bisa saya tanami dengan beberapa palawija dan tanaman sayuran. Saya menanam cabai, bawang putih, sereh, kunyit, jahe, pepaya, dan jeruk. Dari kebun belakang tersebut, hari ini saya berhasil memanen 3 buah pare. Namun dari ketiga buah tersebut, sepertinya hanya satu saja yang layak di konsumsi, 2 yang lainnya sudah terlalu tua. Terlambat untuk dipanen. Padahal saya sudah menunggu-nunggu lebih dari sebulan untuk bisa menikmati hasil jerih payah sendiri. Sayangnya saya terlalu asyik mengerjakan hal lain, sama si pare pun marah merekah seperti itu. Walaupun satu, tetap bisa dimakan. Makan sendiri …

Continue Reading