Selamat Akmal, Ibu bangga padamu!

Sejak temenku Astri posting cerita di blognya tentang proses penyapihan Aleisha anaknya, aku seperti diingatkan bahwa aku pun harus sudah mulai menyapih Akmal. Hihihi, sebelumnya, aku masih males-malesan mau nyapih Akmal, antara gak tega sama sedih kehilangan momen menyusui.

Membaca tulisan Astri, aku jadi semangat (lagi) untuk menyapih Akmal. Sebenernya, pas adiknya Akmal mau lahir, dia sudah berhenti. Alhamdulillah aku sedikit lega setidaknya nanti pas si baby lahir aku gak perlu mengalami yang namanya tandem nursing. Di bayanganku, tandem nursing itu repot karena harus menyusui dua anak seperti menyusui bayi kembar. Pasti bakalan laper melulu dan kerjaanku nanti cuma nyusuin dua anak. Hahaha. (lebih…)

Stroller Untuk Adik Bayi

Sudah lama aku mengimpikan punya kereta dorong/stroller untuk adik bayi yang kuat tapi ringan. Tepatnya sejak aku punya anak pertama tahun 2013 lalu. Kebayang enaknya dorong-dorong anak pakai stroller tanpa perlu khawatir pinggang pegal karena terus-terusan menggendong anak. Setidaknya tugasku sedikit menjadi lebih ringan karena tugas gendong anak sudah dikerjakan oleh stroller, hehehe. (lebih…)

Mudik Bersama Balita? Bisa! Ini Caranya

Mudik dalam rangka lebaran tahun 2015 kemarin adalah mudik pertama bagi kami dengan membawa duo krucil. Si kakak yang berusia 2.5 tahun dan adiknya yang baru berusia 2 bulan. Tahun ini adalah giliran kami mudik ke rumah orang tua saya di Purworejo, Jawa Tengah yang berjarak sekitar 350 km dari Bandung, tempat tinggal kami saat ini.

Tahun-tahun sebelumnya, kami biasanya menggunakan kereta untuk mudik. Namun tahun ini, moda transportasi yang dipilih untuk mengantarkan keluarga kecil kami adalah mobil. Mobil terpaksa kami pilih karena kami sudah kehabisan tiket kereta. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana kami sudah memesan tiket kereta 3 bulan sebelum keberangkatan, tahun ini kami sengaja tidak memesan tiket kereta. Apa pasal? Karena kami tidak berencana untuk mudik. Lebaran akan kami rayakan di Bandung saja karena saya baru saja melahirkan anak kedua kami, Azril, di bulan Mei lalu. Sepertinya terlalu riskan jika membawa bayi yang masih merah untuk melakukan perjalanan jauh yang bakalan menyita waktu minimal 8 jam perjalanan. Selain itu, keluarga besar kami juga baru saja berkumpul di Bandung dalam rangka aqiqah si adik. Makanya kami mantap berlebaran di Bandung saja. (lebih…)

Resep Makaroni Schotel Kukus untuk Balita

Makaroni Schotel Kukus

Waktu Akmal umur 1,5 tahun, Akmal pernah bosan dengan masakan saya. Nafsu makannya turun sehingga berat badannya sempat stagnant alias tidak naik. Sedih jadinya kalau dia gak mau makan. Selama ini, masakan saya hanya gitu-gitu aja, jadi mungkin dia juga butuh variasi makanan lain. Saya jadi kepikiran untuk membuatkan Akmal menu makanan selain nasi. Jadilah makaroni schotel kukus yang ternyata gampang banget bikinnya. Gini nih cara membuat makaroni schotel kukus untuk balita.  (lebih…)