ELLIPS, Untuk Sebuah Kesetiaan Tanpa Batas.

Kabuurr… awas ada singa

Tahun 2000.

Sore itu, aku tengah tergesa-gesa. Sambil setengah berlari, aku ayunkan kaki mengejar angkot yang akan mengantarkanku ke tempat les. Sebentar lagi les akan dimulai, jika tak segera berangkat, aku khawatir akan terlambat. Ujian nasional SMP sudah di depan mata, aku gak mau nilaiku jelek sehingga aku harus tepat waktu tiba di tempat les.

“Hey rambut singa, mau kemana?” Teriakan seorang pemuda mengagetkanku. Sontak membuatku menoleh sebentar mencari-cari sumber suara itu. Aku lihat sekumpulan pemuda tengah duduk-duduk main gitar, tertawa-tawa menatapku yang tengah pasang muka sebal.

Aku tau, panggilan Rambut Singa itu mereka tujukan kepadaku. Rambutku memang tipe rambut yang mengembang dan cenderung susah untuk diatur. Helaian rambutnya pun besar-besar dan kasar jika diraba. Pagi hari adalah momok bagiku karena setiap bangun pagi rambutku kesana-kemari, persis seperti S-I-N-G-A.

(lebih…)

OOTD: Antar Ayah ke Bengkel

Ini pertama kalinya Akmal nganterin Ayahnya ke bengkel buat servis rutin mobil. Seringnya sih saya dan Akmal tinggal di rumah aja, suami pergi sendiri ke bengkel. Kan servis kendaraan suka lama tuh, males aja kalau gak ada kegiatan dan nunggu berjam-jam di bengkel. Ya, jadi kami mendingan nunggu di rumah aja: enak, adem, dan bisa tidur-tiduran.

Ada kalanya juga suami panggil teknisi langganan ke rumah dan proses servis dilakukan di rumah. Tapi karena kemarin mobil perlu servis besar, kita bawalah itu mobil ke bengkel resmi.

Kali ini suami gak mau pergi sendiri, lagi manja mau ditemenin anak istri ke bengkel. Hahaha. Masa mau nolak ajakan suami, kan gak enak sayanya, nanti gak dapet pahala. (lebih…)

harbolnas

Handphone Untuk Mama

“Mit, rajin banget sih upload fotonya Akmal. Eksis nih.” 

“Akmal udah bisa apa sekarang, ada-ada aja ya kelakuan anak lanangmu.”

“Ajarin donk gimana anak 2 tahun bisa lulus toilet training dan wira-wira pakai sepeda”

Parah loe, eksploitasi anak”

Begitulah, berbagai reaksi teman-teman terlontar menanggapi keseringanku mengunggah foto anakku Akmal di media sosial terutama Facebook. Hahaha, yang paling parah ya yang terakhir itu, masa aku dianggap mengeksplotasi anak. Qiqiqi. Masa sih aku sebegitu parahnya? (tanya sama diri sendiri, gak sadar diri >,<) (lebih…)