Stroller Untuk Adik Bayi

Sudah lama aku mengimpikan punya kereta dorong/stroller untuk adik bayi yang kuat tapi ringan. Tepatnya sejak aku punya anak pertama tahun 2013 lalu. Kebayang enaknya dorong-dorong anak pakai stroller tanpa perlu khawatir pinggang pegal karena terus-terusan menggendong anak. Setidaknya tugasku sedikit menjadi lebih ringan karena tugas gendong anak sudah dikerjakan oleh stroller, hehehe. (lebih…)

harbolnas

Handphone Untuk Mama

“Mit, rajin banget sih upload fotonya Akmal. Eksis nih.” 

“Akmal udah bisa apa sekarang, ada-ada aja ya kelakuan anak lanangmu.”

“Ajarin donk gimana anak 2 tahun bisa lulus toilet training dan wira-wira pakai sepeda”

Parah loe, eksploitasi anak”

Begitulah, berbagai reaksi teman-teman terlontar menanggapi keseringanku mengunggah foto anakku Akmal di media sosial terutama Facebook. Hahaha, yang paling parah ya yang terakhir itu, masa aku dianggap mengeksplotasi anak. Qiqiqi. Masa sih aku sebegitu parahnya? (tanya sama diri sendiri, gak sadar diri >,<) (lebih…)

Rencana DIA Lebih Indah

Euforia pendaftaran CPNS begitu membahana selama 3 bulan terakhir ini. Dimulai dari pengumuman formasi, heboh cari SKCK, persiapan persyaratan, pendaftaran online, pengumuman lolos pemberkasan, sampai ujian tertulis. Milis rame, grup whatsapp ribut, timeline penuh, berita tivi berdenging, semua cerita tentang CPNS.

Tadinya saya gak diijinkan ikut tes CPNS satupun sama si suami. Apalagi kalau kerjanya di Jakarta, big no! harus ninggalin anak, suami gak keurus, capek bolak balik Bandung-Jakarta dan berbagai keribetan-keributan yang menyertainya. Pokoknya harus tinggal dirumah, kerja dari rumah, ngurusin anak & suami. Titik.

Kalau mau kerja diluar rumah, pilihannya cuma satu: Dosen.

Eh tapi kira-kira September akhir kemarin dia menawarkan kepada saya untuk coba ikutan daftar dosen UNPAD. (lebih…)