Goa Belanda Bandung merupakan salah satu destinasi wisata sejarah yang worth it banget buat dikunjungi.

Bukan hanya pecinta sejarah saja, tapi pecinta alam dan kalian yang kangen dengan suasana sejuk dan teduh, wajib datang ke sini.

Kenapa?

Karena goa ini bukan hanya menarik karena nilai sejarahnya, tetapi juga karena lokasinya yang berada di tengah hutan pinus yang sejuk dan asri, menjadikannya tempat favorit untuk wisata edukasi, petualangan, sekaligus pelarian sejenak dari hiruk-pikuk kota.

Baik dewasa ataupun anak-anak cocok banget main ke sini.

gua belanda bandung
Foto di Depan Goa Belanda Tahura

Main sama anak, ternyata tidak hanya ke mall saja.

Tapi perlu juga sesekali perlu mengajak mereka ke alam sambil belajar sejarah.

Beberapa waktu lalu, aku dan suami ngajakin anak-anak main ke Taman Hutan Raya/Tahura Bandung.

Ini kedua kalinya kami main ke sini.

Dulu pernah ke sini pas zaman covid jadi gak terlalu banyak explore karena masih takut-takut.

Nah kemarin kami balik lagi ke sini buat eksplorasi Tahura termasuk Goa Belanda di dalamnya.

Seperti apa sih keseruan kami di Goa Belanda ini.

Apa aja yang bisa dilihat, di mana lokasinya, berapa tiket masuknya, gimana cara menuju ke sana?

Kalian bisa baca di tulisanku sampai akhir ya.

Gua Belanda Bandung ini terletak di kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda (Tahura Djuanda), Dago Pakar, Lembang, Bandung.

Berikut Maps/Peta Goa Belanda Dago Tahura yang bisa kita jadikan patokan.

Kita bisa menuju ke sini dengan kendaraan pribadi baik mobil atau motor.

Tersedia tempat parkir yang luas, jadi jangan kuatir kehabisan tempat parkir.

Kalau kalian pakai kendaraan umum, paling cocok pakai ojek online karena angkot/bus gak ada yang sampai sini deh.

Dari pusat kota Bandung, kita hanya perlu menempuh perjalanan sekitar 30 menit saja.

Setelah masuk gerbang Tahura, tinggal jalan kaki saja sekitar 500 meter dari pintu masuk menuju Goa Belanda.

Sepanjang jalan, kita bisa sambil menikmati pemandangan hutan tropis yang rimbun dan udara yang sangat sejuk.

Panen oksigen deh pokoknya.

Goa Belanda Bandung dibangun pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1918.

Pada awalnya, goa ini digunakan sebagai terowongan saluran air dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk memenuhi kebutuhan militer Belanda, khususnya di wilayah Dago dan sekitarnya.

Selain itu, Goa Belanda pada zaman dulu juga dijadikan sebagai markas militer dan tempat penyimpanan logistik serta amunisi.

Kemudian saat masa pendudukan Jepang, Goa Belanda ini sempat diambil alih dan difungsikan sebagai tempat perlindungan serta penyiksaan tahanan perang.

Oleh karena itu, banyak kisah mistis dan sejarah kelam yang masih melekat pada goa ini hingga sekarang.

Bahkan sekarang terkenal bahwa ada kata terlarang yang diucapkan di Goa Belanda.

Mengapa di Goa Belanda tidak boleh bilang Lada?

Lada dalam Bahasa Sunda berarti merica.

Saat kita berada di dalam Gua Belanda lada atau kata “lada” tidak boleh disebutkan karena dipercaya akan terjadi sesuatu, seperti kejadian-kejadian mistis atau supranatural.

Kemarin anakku mau nyobain ngomong “lada” di sini, tapi aku larang.

Jangan sompral, atau sembarangan mengucap.

Takut beneran terjadi sesuatu dan aku gak berani tanggung jawab.

Ada banyak hal menarik yang bisa kita nikmati saat berada di goa Belanda Bandung.

Apa saja?

Berikut aku tuliskan supaya bisa menjadi gambaran ketika nanti teman-teman main ke sini ya.

1. Arsitektur Goa Belanda Bandung yang Unik

Goa Belanda Bandung memiliki panjang sekitar 144 meter.

Pintu masuknya sangat unik berbentuk lengkung khas bangunan kolonial.

Lalu, di dalam goa terdapat beberapa ruangan yang dulunya digunakan sebagai ruang komunikasi, penyimpanan senjata, dan penjara.

Dinding goa Belanda Bandung terbuat dari beton tebal yang masih kokoh hingga kini, meskipun telah berusia lebih dari satu abad.

Di bagian bawah masih beralas tanah dan kita bisa melihat ada rel yang membentang dari ujung pintu ke pintu.

2. Nuansa Mistis dan Sejarah

Suasana di dalam goa sangat gelap karena tidak ada lampu.

Makanya kita perlu bawa senter kalau ke sini.

Kalau pun tidak bawa senter, bisa pakai lampu dari HP kita.

Selain itu, kita juga bisa sewa senter.

Banyak penjual senter di depan gua yang menyewakan senter dengan harga Rp 5.000/pc.

Gua juga terasa dingin dan lembab karena tidak ada cahaya dan panas yang masuk ke dalam.

Mungkin ada saja pengunjung yang merasakan nuansa mistis saat memasuki ruangan dalam goa.

Tapi kalau aku sih gak ngerasain apa-apa.

Kalau kalian punya kemampuan lebih atau indra ke enamnya aktif, coba deh main ke sini.

Cobain wisata sejarah ini dan apakah benar ada nuansa horornya.

3. Keindahan Alam Sekitar

Letak Gua Belanda Bandung berada di tengah hutan Tahura jadi suasana sekitar Goa Belanda tuh rasanya asri banget.

Kita masih bisa ketemua hewan-hewan liar seperti monyet, lebah, ular, burung, laba-laba, dan bahkan anjing liar.

Suara burung, air terjun, semilir angin, serta rindangnya pepohonan menciptakan suasana yang tenang dan menyegarkan.

Banyak pengunjung yang datang tidak hanya untuk melihat goa Belanda, tapi juga untuk menikmati trekking ringan atau sekadar bersantai menikmati udara segar.

Kalau mau ngademin pikiran yang semrawut, cocok banget deh ke sini.

Anak-anakku juga seneng banget ke sini karena mereka bisa lihat goa Belanda sambil eksplorasi alam dan lari-larian di alam.

4. Edukasi dan Wisata Keluarga

Goa Belanda Bandung juga cocok dijadikan destinasi wisata edukatif untuk anak-anak.

Selain wisata bareng keluarga, ada juga rombongan sekolah yang ke sini sambil mengenalkan sejarah Indonesia dan perjuangan masa kolonial secara langsung.

Di sini, pengunjung juga bisa menggunakan jasa pemandu wisata (optional) yang akan menjelaskan latar belakang sejarah secara detail dan menarik.

Kemarin aku gak pakai jasa pemandu wisata, jadi langsung saja masuk ke Goa Belanda.

Untuk masuk ke kawasan Taman Hutan Raya Djuanda, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 17.000 (untuk wisatawan lokal) dan Rp 75.000 (untuk wisatawan asing).

Anak-anak usia 4 tahun ke atas sudah bayar tiket penuh.

Jangan sampai hilang tiketnya, karena ada asuransi di dalamnya.

Biaya ini sudah termasuk akses ke Goa Belanda Bandung, Goa Jepang Bandung, dan kawasan hutan lainnya.

Tahura Djuanda buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.

Pengalaman main wisata Goa Belanda Bandung akhirnya selesai juga dituliskan.

Yuk ah kalau main ke Bandung, sempatkan ke sini ya.

Dengan mengunjungi tempat ini, kita gak hanya diajak berjalan menyusuri lorong-lorong masa lalu, tapi juga diberi kesempatan untuk menikmati keindahan alam Bandung yang sejuk cantik banget.

Jadi, jika teman-teman sedang mencari destinasi wisata edukatif, bersejarah, sekaligus menyegarkan, Goa Belanda Bandung adalah pilihan yang tepat.

Jadi gimana, sudah siap untuk menjelajahi Goa Belanda Bandung?

Kategori: Bandung

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses