Sepatu Baru Untuk Suami

Assalamu’alaikum Wr Wb.

Hai semua.

Sudah beberapa minggu ini, suami saya mengeluh kalau sepatu kantornya sudah usang, lecet di sana sini. Dia memang punya beberapa sepatu, tidak hanya satu. Tiga sepatu formal (warna hitam, khaki, dan coklat), satu sepatu olahraga, dan satu sepatu buat jalan.

Sepatu formal kesayangan dia itu yang warna coklat. Pas di kaki, berbahan kulit, tidak berat, lentur, dan keren. Saking cintanya sama sepatu coklat itu, hampir tiap hari dia pakai sepatu itu di kantor. Kalau berangkat kerja, dia lebih nyaman pakai sandal atau kadang sepatu. Ohya, dia naik motor untuk berangkat ke kantornya. Jadi, seringkali sepatu-sepatunya itu ditinggal di kantor, termasuk sepatu yang warna coklat itu.

Saya ingat banget, beli sepatu coklat itu tanggal 28 Juni 2013. Iya, saya sampai hafal tanggalnya. Soalnya sepatu itu dibeli sehari sebelum adik saya nikahan. Ceritanya, sepatu coklat itu dibeli mendadak di toko sepatu di samping tempat resepsi nikahan adik saya. (lebih…)

senam yuk

Senam Yuk!

“Ayo Ibu-Ibu mana suaranyaaaaa….”

Lengkingan suara itu datang dari seorang nenek yang terus menyemangati kami para peserta senam sehat tadi pagi. Tidak berapa lama gemuruh suara Ibu-Ibu terdengar membalas semangat.

Pagi tadi adalah kali pertama kami Ibu-Ibu komplek perumahan mengikuti senam pagi sehat setelah kurang lebih vakum selama 2 tahun. Dulu kami memang sempat mengadakan kegiatan senam aerobik setiap Minggu pagi. Tapi karena keterbatasan instruktur senam, jadi untuk sementara senam aerobik di komplek ditiadakan.

Alhamdulillah mulai Minggu ini ada beberapa warga komplek kami yang bersedia menjadi instruktur senam jadi kami udah gak perlu pusing-pusing lagi nyari instruktur senam yang mau datang ke komplek kami tiap Minggu. Selain itu, kalau instruktur senam berasal dari warga komplek sendiri, kami lumayan bisa menghemat biaya pengeluaran untuk bayar jasa instruktur. Intinya, dari kami, oleh kami, untuk kami. Kira-kira, begitu prinsipnya.

Pagi tadi, lumayan banyak juga warga komplek yang datang untuk ikut senam sehat. Beberapa diantaranya saya lihat bahkan sudah lansia. Sudah pensiun. Saya tebak umur mereka di atas 65 tahun. Tapi Subhanallah, semangat mereka untuk sehat itu luar biasa. Bahkan, mereka yang tua-tua ini yang justru menyemangati kami yang masih muda-muda agar bangun pagi dan siap-siap ke lapangan untuk ikut senam pagi.

Malu sama sesepuh yang semangatnya melangit, masa saya yang masih muda gini kalah sih. Hihihi, yah walaupun tadi saya datang senam udah dimulai, setidaknya saya tadi pagi bisa mengalahkan ego saya untuk bangun lebih bagi, gak gogoleran seperti hari Minggu biasanya, dan yak ikut gerak badan angkat tangan angkat kaki.  (lebih…)

DF Clinic Bandung

Perawatan Kulit Kering di DF Clinic Bandung

Perawatan Kulit Kering di DF Clinic Bandung. Hai… hai.. tau kan kalau kulit saya itu termasuk jenis kulit kering yang kalau lagi kumat ‘kering’nya suka bikin gatel, kulit seperti ketarik, berkerak, dan kusam. Nah, penyakit ini kumat lagi bulan kemarin. Hadeuh.

Dua bulan yang lalu, kulit saya, terutama bagian wajah itu sudah terasa lebih normal dan bersahabat karena saya lumayan rutin pakai produk perawatan kulit dari DF Clinic Bandung. Saya juga lumayan rajin konsumsi air putih, sayur, dan buah seperti anjuran dr. David di sesi konsultasi sebelumnya. Yap, kulit saya itu kering karena saya kurang asupan air putih, sayur, dan buah.

Untuk menjaga kulit saya tidak terlalu kering, perawatan dilakukan dari dalam dan luar. Dari dalam caranya dengan konsumsi makanan dan minuman yang baik, bergizi dan berimbang. Tambah lagi konsumsi air putihnya minimal 2L/hari, buah dan sayur. Dari luar, perawatan kulit kering saya dibantu dengan sabun cuci muka, pelembab, daily whitening, dan sun screen yang diracik secara khusus untuk kulit kering saya.  (lebih…)

ibu hamil

Cerita Hamil Anak Kedua

Cerita Hamil Anak Kedua. Kehamilan anak kedua saya tahun lalu memang istimewa.

Saya baru tau kalau ternyata saya hamil lagi ketika usia kandungan sudah hampir 4 bulan.

Kok bisa?

Yap, siklus menstruasi saya setelah melahirkan anak pertama memang kacau.

Kadang datang bulan kadang enggak. Kadang sebulan dua kali, kadang dua atau tiga bulan baru datang bulan.

Namanya juga lagi menyusui ya, jadi saya pikir wajar kalau haid saya gak teratur karena pengaruh hormon.

Makanya, ketika saya tidak datang bulan ataupun telat seminggu/dua minggu saya gak curiga sama sekali. Sudah biasa. Gak pernah kepikiran pakai testpack walau pun sudah telat. Saya pikir, ah nanti juga datang bulan. (lebih…)